browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengantar Ilmu Ekonomi Kelas F

Posted by on December 26, 2011

Catatan tentang Teori permintaan dan Penawaran!

 

61 Responses to Pengantar Ilmu Ekonomi Kelas F

  1. Reza Fatimah Nur (115100301111014)

    1.) Terdapat beberapa pendekatan dalam studi perdagangan dunia, salah satu jenis pengelompokannya yaitu pendekatan model keseimbangan umum dan parsial. Teori
    keseimbangan umum menjelaskan adanya mekanisme keterkaitan antara seluruh pasar sebagai suatu sistem yang saling berinteraksi secara simultan. Apabila pasar dalam kondisi keseimbangan mengalami perubahan atau terdapat gangguan pada suatu pasar secara parsial, maka akan ada penyesuaian pada pasar yang bersangkutan dan di pasar lainnya.

    2.) Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar (pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja, dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya, teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di satu sektor saja.

    3.) Permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada
    suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan
    tertentu dan dalam periode tertentu. Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
    1. Harga barang itu sendiri
    2. Harga barang lain
    3. Pendapatan konsumen
    4. Cita rasa
    5. Iklim
    6. Jumlah penduduk
    7. Ramalan masa yang akan datang

    4.) Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual
    pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga
    tertentu. Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada
    berbagai tingkat harga ditentukan oleh beberapa faktor. Yang tepenting
    adalah :
    1. Harga
    2. Harga barang lain
    3. Biaya faktor produksi
    4. Teknologi
    5. Tujuan perusahaan
    6. Ekspektasi (ramalan)

  2. Rida Nesbi Abrina Violita (115100300111026)

    1) Interaksi di antara permintaan dan penawaran akan menentukan keadaan keseimbangan di pasar; yaitu keadaan dimana keinginan masyarkat untuk membeli adalah sama dengan keinginan masyarakat untuk membeli adalah sama dengan keinginan produen barang untuk menjual barangnya. Keseimbangan ini akan menentukan tingkat harga yang berlaku di pasar dan kuantitas barang yang akan diperjualbelikan dan perlu diproduksikan.

    2) Perubahan permintaan dan atau penawaran akan menimbulkan perubahan dalam keadaan keseimbangan. perubahan keseimbangan ini akan mengubah tingkat harga dan kuantitas barang yang diperjualbelikan.

    3) Ketika kuantitas yang diminta melebihi kuantitas yang ditawarkan pada harga saat ini, permintaan berlebih (atau kekurangan) terjadi dan harga cenderung naik. Ketika harga di suatu pasar meningkat, kuantitas yang diminta turun dan kuantitas yang ditawarkan naik hingga suatu ekuilibrium terjadi di mana kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta sama. Pada keseimbangan (ekuilibrium), tida ada lagi kecenderungan lebih lanjut bgi harga untuk berubah.

    4) Ketika kuantitas yang ditawarkan melebihi kuantitas yang diminta pada harga saat ini, penawaran berlebih (atau surplus) terjadi dan harga cenderung turun. Ketika harga turun, kuantitas yang ditawarkan menurun dan kuantitas yang diminta meningkat hingga tercapailah harga ekuilibrium, dimana kuantitas yang ditawarkan dan kuantitas yang diminta sama.

  3. Dinda Ika Yunita (115100301111012)

    1. Penentu-penentu permintaan
    Permintaan seseorang atau sesuatu masyarakat keatas suatu barang ditentukan dari banyak factor. Diantara factor-faktor tersebut yang dinyataakan dibawah ini.
    Pertama harga barang itu sendiri; kedua harga barang-barang lain yang mempunyai kaitan erat dengan barang tersebut; ketiga pendapatan rumah tangga dan pendapatan masyarakat; keempat corak distribusi pendapatan dalam masyarakat; kelima cita rasa masyarakat; keenam jumlah penduduk dan yang terakhir ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang.
    2. Ciri hubungan diantara harga dan permintaan
    Hukum permintaan menjelaskan sifat perkaitan diantara permintaan sesutau barang dengan harganya. Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan hipotesa yang menyatakan : makin rendah suatu barang, makin banyak permintaan barang keatas barang tersebut; sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang makin sedikit permintaan keatas barang tersebut.
    3. Kurva penawaran
    Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai suatu yang menunjukkan perkaitan diantara harga suatu barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. Seperti dalam menganalisis permintaan, dalam menganalisis penawaran perlu dibedakan diantara dua pengertian : penawaran dan jumlah barang yang ditawarkan. Dalam analisis ekonomi penawaran berate keseluruhan daripada kurva penawaran. Sedangkan jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada suatu tingkat data tertentu.
    4. Pengaruh perubahan permintaan dan penawaran keatas keseimbangan
    Perubahan-perubahan keatas factor-faktor lain diluar harga yang mempengaruhi permintaan atau penawaran akan menimbulkan perubahan keadaan keseimbangan. Terdapat empat kemungkinan perubahan atau pergeseran kurva permintaan adan penawaran yaitu :
    1. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)
    2. Permintaan berkurang ( kurva permintaan bergeser ke kiri)
    3. Penawaran bertambah ( kurva penawaran bergeser ke kanan)
    4. Penawaran berkurang ( kurva penawaran bergeser ke kiri)

  4. riska novia cahyanti (115100300111046)

    1. permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual dipasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjual-belikan dipasar.
    2. Analisi permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk:
    – memahami respon harga dan kuantitas suatu komoditas terhadap perubahan variabel-variabel ekonomi (misalnya variabel perubahan teknologi, selera konsumen, harga komoditas lain, harga faktor produksi)
    – menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas.
    -menunjukan efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (seperti pengendalian, kuota, pajak, subsidi, penetapan upah minimum, insentif produksi, dll).
    3. pasar sempurna merupakan pasar yang bisa bekerja secara efisien, dijelaskan teorinya bahwa dalam kondisi resesi biasanya akan terjadi peningkatan pengangguran secara suka rela, sehingga permintaan terhadap tenaga kerja amat lemah. permintaan yang lemah tersebut akan menurunkan harga-upah-tenaga kerja. jadi pada masa resesi, mestinya upah justru menurun. tetapi kenyataannya, di masa resesi tetap saja upah sulit diturunkan.
    4. permintaan suatu barang dan jasa pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
    - harga dari barang atau jasa tersebut.
    - pendapatan konsumen.
    - harga dari barang-barang atau jasa yang berkaitan.
    - selera konsumen.
    - banyaknya konsumen potensial.
    - pengeluaran iklan.

  5. Muhammad alfian N.L(115100300111014)

    TEORI KESEIMBANGAN UMUM
    1.teori keseimbangan umum dibuat dengan tujuan menjelaskan perilaku pasokan,permintaan dan harga dalam ekonomi pasar berinteraksi keseluruhan dengan beberapa atau banyak,dengan mencari untuk membuktikan bahwa satu set ada harga yang akan menghasilkan keseimbangan secara keseluruhan hal ini yang membuat teori keseimbangan umu m berbeda dengan keseimbangan parsial.
    2.Karena fungsi utama model keseimbangan umum adalah untuk memahami interaksi antar pasar maka studi keseimbangan yang sederhana mengasumsikan bahwa perekonomian hanya ada dua industry atau pelaku ekonomi.Kasus ini akan lebih mendekati realitas jika dalam pengerjaanya menggunakan ekonomatrika dan computer.
    3.Indikator teori keseimbangan ini adalah mengefisiensikan penggunaan sumber daya ekonomi.melalui pertukaran ini terjadi distribusi kekayaaan atau pendapatan.Yang menjadi masalah adalah proses tercapainya tersebut diasumsikan berlangsung dalam satu pasar yang terisolasi dengan pasar lainya.padahal di faktanya bertolak belakang dimana keadaan pasar yang satu mempengarihi keadaan pasar lainya
    4.Dalam kenyataanya keseimbangan umum merefleksikan suatu relasi antar keseimbangan di suatu pasar dengan keseimbangan pasar-pasar lainya.dalam analisiss ini akan diketahui adanya implikasi disequilibrium disuatu pasar lain sebagai dampak perubahan zaman.biaya produksi suatu barang tinggi akan meningkaykan penggunaaan barang secara besar-besaran.dan sebaliknya penawaran akan ikut meningkat.

  6. zahrotut Tisna Kusuma (115100301111026)

    1. Kurva Permintaan
    Krva permintaan dapat didefinisikan sebagai suatu kurva yang menggambarkan sifat pekaitan di antara harga suatu barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli. Dalam menganalisis mengenai permintaan perlulah disadari perbedaan di antara permintaan dan jumlah barang yang di minta. Ahli ekonomi mengatakan permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari pada hubungan di antara harga dan jumlah permintaan. Sedangkan jumlah barang yang di minta di maksudkan sebagai banyaknya permintaan pada suatu tingkat harga tertentu.
    2. Penaruh Factor Bukan Harga ke Atas Permintaan
    Harga barang-barang lain perkaitan di antara sesuatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya di bedakan dalam tiga golongan, yaitu:
    1) Barang pengganti. Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada suatu barang lain apabila ia dapat menggantikan fungsi dari barang lain tersebut.
    2) Barang penggenap. Apabila suatu barang selalu di gunakan dengan barang lainnya.
    3) Barang netral. Permintaan ke atas beras dank e atas buku tulis tidak mempunyai keterkaitan sama sekali. Apabila dua macam barang tidak mempunyai perkaitan yang rapat, Perubahan ke atas permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lain
    3. Penentu-Penentu Penawaran
    Sampai dimana keinginan para penjual menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga ditentukan pada beberapa factor. Diantaranya yang terpenting adalah :
    1) Harga barang itu sendiri
    2) Harga barang-barang lain
    3) Ongkos produksi, yaitu biaya untuk memperoleh factor-faktor produksi barang-barang mentah
    4) Tujuan-tujuan dari perusahaan tersebut
    5) Tingkat teknologi yang dipergunakan

    4. Ciri hubungan diantara harga dan penawaran
    Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan sifat perkaitan diantara hraga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. Di dalam hukum ini dinyatakan bagaimana keinginan para penjual untuk menawarkan barangnya apabila harganya tinggi dan bagaimana pula keinginan untuk menawarkan barangnya tersebut apabila barangnya rendah.

  7. Zaenal Alim Mahmud (115100300111052)

    Teori Permintaan dan Penawaran
    1. •Teori penawaran dan permintaan (supply and demand) dalam ilmu ekonomi adalah penggambaran atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. •Tujuan Model Penawaran dan Permintaan adalah untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. •Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi asebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
    2. •Teori asas penawaran dan permintaan. Model ini digunakan dalam pasaran bebas yang terdapat persaingan sempurna di mana tiada seorang pun pembeli atau penjual yang banyak mempengaruhi harga dan harga diketahui. Kuantiti barang yang dibekalkan oleh pengeluar dan kuantiti yang dikehendaki oleh pengguna adalah bergantung kepada harga pasaran barang tersebut.
    3. •Dalam teori asas penawaran (law of supply), kuantiti yang ditawar berkait dengan harga. Ia mempunyai kecerunan positif, lebih tinggi harga lebih banyak penawaran (dengan andaian ceteris paribus). Teori asas permintaan (law of demand) pula menunjukkan kaitan berlawanan antara kuantiti yang diminta dan harga iaitu lebih tinggi harga sesuatu barang, lebih rendah permintaannya (dengan andaian ceteris paribus). Faktor-faktor lain kecuali harga dianggap tidak berubah. Kaitan ini dipanggil “keluk penawaran” dan “keluk permintaan” atau ringkasnya “penawaran” dan “permintaan”.
    4. •Teori asas penawaran dan permintaan (laws of supply and demand) menyatakan bahawa keseimbangan harga pasaran dan kuantiti sesuatu barang berada pada titik pertemuan antara permintaan pengguna dan penawaran pengeluar. Di sini, kuantiti yang ditawarkan sama dengan kuantiti yang diminta (rajah) adalah seimbang. Jika harga berada di bawah titik keseimbangan di mana pengguna meminta barang dari apa yang mahu dikeluarkan oleh pengeluar ia dipanggil kekurangan barangan. Kekurangan barangan menyebabkan harga naik di mana pengeluar akan menaikkan harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan. Jika harga barang berada di atas titik keseimbangan maka berlaku lebihan barangan. Pengeluaran akan menurunkan harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan.

  8. Novianti Adi Rohmanna (115100300111004)

    TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    1. Permintaan dan penawaran suatu barang dan jasa berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan diperjualkan di pasar
    2. Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva pemintaan. Teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya.
    3. Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk memahami respon harga dan kuantitas suatu komoditi terhadap perubahan variabel-varibel ekonomi serta untuk menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas.
    4. Hubungan antara harga satuan komoditas yang mau dibayar pembeli dengan jumlah komoditas yang diminta pada berbagai tingkat harga dalam suatu tabel yang dikenal sebaai daftar permintaan sehingga dari daftar tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu komoditas dengan jumlah komoditas tyang diminta dalam kurva permintaan. Permintaan menggambarkan keadaan keseluruan dari hubungan antara faktor-faktor yang mempengerahui permintaan dan jumlah komoditas yang diminta

  9. Zahrotus Sa'adah (115100301111008)

    Pengantar Ekonomi Pertanian (Rita Hanafie)
    Permintaan dan Penawaran Hasil Pertanian

    1). Dalam sistem perekonomian pasar bebas yaitu sistem yang kekuatan permintaan dan penawaran yang bergerak dengan leluasadan bebas. Harga terbentuk merupakan pencerminan keinginan masyarakat karena permintaan merupakan pencerminan kemampuan konsumen dan penawaran pencerminan kemampuan produsen. Setiap hari barang atau jasa yang ditawarkan oleh para pedagang dan produsen dengan cara menarik.
    2). Besar permintaan tergantung pada manfaat yang diperoleh konsumen atau manfaat dalam menghasilkan barang-barang lain. Besar penawaran ditentukan oleh biaya produksi.
    3). KOnsumen mau “meminta” dalam pengertian ekonomi suatu barang pada harga tertentu karena barang tersebut dianggap berguna baginya. Makin rendah harga suatu barang maka konsumen cenderung membelinya dalam jumlah yang cukup besar. Permintaan (demand) adalah jumlah dari suatu barang yang mau dan dapat dibeli oleh konsumen pada berbagai kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu dengan ungkapan hal-hal lain tetap sama.
    Berbagai kemungkinan jumlah barang yang mau dibeli pada tingkat harga tinggi rendah harga dikumpulkan dalam daftar permintaan. Apabila masing-masing titik kombinasi hubungan antara harga barabg atau jumlah barang yang akan dibeli konsumen maka terbentuk kurva permintaan.
    4). Penawaran (supply) mempunyai artin jumlah dari suatu barang tertentu yang mau dijual pada berbagai kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu. Ini menunjukkan pada hubungan fungisional antara jumlah yang akan dijual dengan berapa jumlah barang yang ditawarkan tergantung pada harga.
    Penawaran menunjukkan jumlah maksimal yang akan dijual pada berbagai tingkat harga atau berapa harga minimal yang masih mendorong jumlah dari suatu barang. Hubungan antara harga persatuan dan jumlah yang akan dijual dirumuskan dalam hukum penawaran. Produsen cenderung menghasilkan dan penawaran lebih banyak pada harga yang tinggi daripada harga yang rendah.

  10. Fayadhonur Rahmawati [NIM:115100300111064]

    1. Sugiarto dkk dalam bukunya yang berjudul Ekonomi Mikro menyatakan bahwa Permintaan barang dan jasa berkaitan denganinteraksi antara pembeli dan penjual.dipasar yang akan menentukan tingkat harga suatu barang dan jasa yang berlaku di pasar serta jumlah barang dan jasa tersebut yang akan di perjual belikan dipasar. Interaksi tersebut dapat di terangkan dengan memahami teori Interaksi permintaan dan penawaran.
    Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (barang atau jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentuan kurva permintaan. Disisi lain teori penawaran menerangkan komoditas yang akan di jual dalam menawarkan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjual belikan.

    2. Dalam buku New Business Model yang di tulis oleh Sawidji Widioatmodjo menyatakan bahwa ketika masa resensi ekonomi mendera, banyak para pebisnis mencoba menyiasati pasar. Salah satu cara paling popular adalah memberikan diskon. Siasat ini berangkat dari teori perilaku konsumen pada segmen materi ekonomi mikro. Sebagaimana diketahui, salah satu dasar dari perilaku konsumen terjemahan pada kurva permintaan dan penawaran. Jika permintaan meningkat tetapi penawaran tetap, atau permintaan meningkat lebih besar dari kemampuan penawaran, maka harga bergerak naik. Sebaliknya, jika permintaan menurun dan penawaran tetap atau penurunan permintaan lebih besar dari penurunan penawaran, maka harga menurun.

    3. Permintaan (Demand)
    Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
    Beberapa Penentuan Permintaan
    Permintaan seseorang atau suatu masyarakat kepada suatu barang ditentukan oleh faktor-faktor,diantaranya :
    1. Harga barang itu sendiri (Px)
    2. Harga barang lain ( Py)
    3. Pendapatan konsumen (Inc)
    4. Cita rasa (T)
    5. Iklim (S)6. Jumlah penduduk (Pop)
    7. Ramalan masa yang akan datang (F)
    Persamaan :
    (Qd = F.(Px, Py, Ine,T,S, Pop,F)
    Hukum Permintaan (the low of demand)
    Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
    “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
    teori penawaran:
    Yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
    Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
    “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

    4. Teori penawaran dan permintaan dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.

    Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:

    * Harga barang itu sendiri.
    * Harga sumber produksi.
    * Tingkat produksi.
    * Ekspektasi/perkiraan.

    Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :

    * Harga barang itu sendiri.
    * Harga barang lain yang berkaitan.
    * Tingkat pendapatan.
    * Selera konsumen.
    * Ekspektasi/perkiraan.

  11. Ika nunung sestianingsih(115100301111028

    1. Hukum Permintaan dan Hukum Penawaran
    Jika semua asumsi diabaikan (ceteris paribus) : Jika harga semakin murah maka permintaan atau pembeli akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin rendah/murah maka penawaran akan semakin sedikit dan sebaliknya.
    2. Contoh aplikasi teori permintaan terjadinya peningkatan harga cabai bisa diartikan bahwa produksi cabai menurun sehingga mengakibatkan kenaikan harga yang menunjukkan bahwa produksi cabai menurun dari kondisi normal dan terjadi kelangkaan barang sehingga dengan langkanya barang dari kondisi normal tersebut maka pengusaha menaikkan harga, sesuai dengan teori permintaan yang menyebutkan bila permintaan meningkat maka terjadi kenaikan harga (cateris paribus).
    3. Pasar satu yang satu dibicarakan lepas dari kaitannya dengan pasar yang lain,pasar barang/jasa dibahas lepas terpisah dari pasar faktor produksi. ini dinamakan keseimbangan parsial. disebut demikian karena semua pasar itu merupakan bagian dari keseluruhan sistem harga. tetapi pasar tersebut tidaklah lepas yang satu dari yang lain,melainkan bersama-sama merupakan satu sistem pasar,dimana semua pasar itu saling berkaitan,saling pengaruh-mempengaruhi,dan saling bergantung satu dengan yang lainnya.
    4. Analisi keseimbangan umum(general equilibrium analysis), yang membahas hubungan antara pasar yang satu dengan pasar yang lainnya,khususnya antara pasar barang dan pasar faktor sebagai satu keseluruhan(general). karena kenyataannya harga dipasar yang satu ikut mempengaruhi harga di pasar-pasar yang lain, baik dalam jangka panjang maupun pendek. setiap perubahan permintaan atau penawaran di pasar yag satu berkaitan dengan dan ikut mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar yang lain.

  12. Miftahus Sa'adah (115100301111040)

    1. Konsep dasar teori permintaan
    Permintaan (demand) dalam ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai kunatitas barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode watu tertentu berdasarkan kondisi-kondisi tertentu. Periode waktu disni dapat berupa satuan jam, satuan hari, satuan minggu, satuan bulan, satuan tahun, atau periode lainnya. Sedangkan kondisi-kondisi tertentu adalah berkaitan dengan factor yang mempengaruhi permintaan terhadap barang atau jasa itu. Perlu dikemukakan disini, bahwa oenggunaan kata produk dalam buku in dapat berarti barang, jasa, atau kombinasi keduanya.
    2. Teori permintaan dan penawaran tidak berlaku bagi barang inferior. Misalnya, bagi masyarakat Indonesia yang makanan pokoknya adalah beraas, maka meski harga singkong diturunkan, belum tentu menaikan permintaan. Dengan demikin, tori permintaan dan penawaran tidak mutlak berlaku bagi seluruh barang. Artinya kalai pebisnis bias membuat barangnya dari teori itu, ia bias terlepas dari kungkungan merosotnya permintaan yang harus diatasi dengan menurunkan tingkat harga.
    3. Teori permintaan menrangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminya dan harga serta pembentukan kurva permintaan. Di sisi lain teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlahkomoditas yang akan diperjualbelikan.
    4. Aplikasi teori permintaan dan penawaran
    Masalah jangka pendek sector pertanian dapat dibedakan pada dua sumber a) naik turunnya permintaan dan b) naik turunnya penawaran. Ada beberapa factor yang menyebabkan penawaran keatas barang pertanian bersifat tidak elastic. Yang pertama, barang pertanian dihasilkan secara bermusim. Kedua, kapasitas memproduksi sector pertanian cenderung mencapai tingkat yang tinggi dan tidak terpengaruh oleh perubahan permintaan. Ketiga, beberapa jenis tanaman memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya dapat diperoleh

  13. Nurul Dwi Hidayani (115100301111018)

    1. pada dasarnya permintaan dalam ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai kuantitas barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode waktu tertentu berdasarkan kondisi-kondisi tertentu. Pereode waktu disini dapat b erupa satuan jam, satuan jhari, satuan minggu, satuan bulan, satuan tahun atau periode lainnya. Sedangkan kondisi-kondisi tertentu adalah berkaitan dengan factor-faktor yang mempengaruhi permintaan terhadap barang atau jasa itu. Perlu dikemukakan disini bahwa penggunaan kata produk dalam buku ini dapat berarti barang, jasa, atau kombinasi keduanya.
    2. Permintaan seseorang atau masyarakat terhadap suatu komoditas ditentukan oleh banyak factor, yaitu >
    - Harga komoditas itu sendiri
    - Harga komoditas lain yang berkaitan erat dengan komoditas tersebut.
    - Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat.
    - Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
    - Cita rasa masyarakat.
    - Jumlah penduduk.
    - Ramalan mengenai keadaan dimasa mendatang.
    - Dll
    3. Pada teori perilaku konsumen pada segmen ekonomi mikro, sebagaimana diketahui, salah satu dasar dari perilaku konsumen diterjemahkan pada kurva permintaan dan penawaran. Jika permintaan meningkat tetapi penawaran tetap, atau permintaan meningkat lebih besar dari kemampuan penawaran, maka harga bergerak naik. Sebaliknya, jika permintaan lebih besar dari penurunan penawaran, maka harga menurun.
    4. Dalam melakukan analisis permintaan perlu disadari perbedaan antara istilah permintaan dan jumlah komoditas yang diminta. Permintaan menggambarkan keadaan keseluruhan dari hubungan antara factor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan jumlah komoditas yang diminta. Kurva permintaan (demand Curve) menyatakan berapa banyak para konsumen bersedia membeli pada setiap harga per unit yang harus mereka bayar. Jumlah komoditas yang diminta menggambarkan banyaknya jumlah komoditas yang diminta pada suatu tingkat harga tertentu. Secara umum hubungan antara harga dan jumlah komoditas yang diminta mempunyai sifat berhubungan yang berlawanan arah sehingga pada umumnya kurva penawaransuatu komoditas bersudut negative terhadap sumbu horizontal.

  14. FIRDA SUCI SUGIYANTO (115100301111006)

    1. Demand (Permintaan) mempunyai arti yang menunjukkan hubungan tertentu antara jumlah suatu barang yang mau dibeli dengan harga barang tersebut. Jumlah yang diminta (Qd) harus dibedakan dari permintaan (demand). Untuk penawaran (subpply) jumlah dari suatu barang tertentu yang mau dijual pada berbagai kemungkinan harga, selama jangka waktu tertentu (ceteris paribus). Penawaran menunjukkan pada hubungan fungsional antara jumlah yang mau dijual (Qs) dan harga per satuan (P).
    2. Kurva permintaan untuk berbagai macam barang dan jasa tidak semuanya tepat sama. Namun, kurva permintaan menunjukkan ciri yang sama, yaitu arahnya turun dari kiri-atas ke kanan-bawah. Bentuk kurva ini menunjukkan HARGA (P) dan JUMLAH (Qd) terdapat ubungan NEGATIF atau berkebalikan. Untuk grafik kurva penawaran yang naik dari kiri-bawah ke kanan-atas memiliki hubungan POSITIF (searah antara harga (P) suatu barang tertentu dan jumlah yang mau dijual (Qs).
    3. Hukum permintaan menunjukkan fakta kalau harga barang naik,maka jumlah yang mau dibeli cenderung menjadi lebih sedikit, kalau harganya turun, maka jumlah yang mau dibeli akan lebih banyak. Untuk hukum penawaran, produsen cenderung menghasilkan dan menawarkan lebih banyak pada harga yang tinggi dari pada harga yang rendah.
    4. Antara harga (P) barang dan jumlah yang mau dibeli (Qd) memiliki hubungan fungsional. dikatakan jumlah yang mau dibeli merupakan fungsi dari harga, artinya besar kecilnya Qd tergantung dari tinggi rendahnya P. Untuk penawaran hubungan antara harga (P) dan jumlah yang mau dijual (Qs) dapat dinyatakan dalam bentuk sebuah persamaan.

  15. Carissa Pratiwi (115100300111042)

    1) Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan. Di sisi lain teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. Penggabungan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan.
    2) Ekuilibrium Umum Teori Pertama kali dikembangkan oleh ekonom Perancis kelahiran Leon Walras (1834-1910), teori ekuilibrium umum penelitian kesetimbangan simultan dalam kelompok pasar terkait. Dikaitkan dengan Walras , yang mempelajari sistem ekonomi teoritis di mana semua konsumen dan perusahaan utilitas maksi adalah persaingan sempurna, model menunjukkan bahwa ekuilibrium yang stabil unik dapat ada di bawah kondisi seperti itu. Para ekonom telah sejak mempertanyakan apakah seperti suatu kesetimbangan stabil, unik, dan (jika tidak ada ekuilibrium umum) apakah ada banyak set harga di mana pasar akan jelas.
    3) Ekuilibrium parsial Teori Dikembangkan oleh ekonom Perancis Antoine Augustin Cournot (1801-1877) dan Inggris politik ekonom Alfred Marshall (1892-1924), teori ekuilibrium parsial memeriksa kondisi ekuilibrium di pasar tertentu atau bagian dari perekonomian nasional. Teori keseimbangan parsial biasanya terlihat pada hubungan antara dua variabel ekonomi, dengan asumsi variabel lain konstan dalam nilai.
    4) Di setiap negara, dalam proses perkembangannya, seringkali rnenghadapi persoalan ekonomi yang ruwet bahkan dahsyat. Peranan para ahli ekonomi sangat diharapkan dalam upaya memecahkan persoalan tersebut dun terutama agar kebijakarr yang dipilih berpihak pada kepentingan rakyat dan bangsanya. Menurut pengalaman negara lain yang memelopori penggunaan model KUT (Keseimbangan Umum Terapan = Applied General Equilibrium) secara berkesinambungan dalam penyusunan maupun analisis kebijakan ekonomi, yaitu, Norwegia dun Australia.

  16. Muhammad Afan Alfian

    1.Aplikasi teori permintaan
    Dalam hal yang nyata sering kita jumpai kejadian-kejadian yang sepintas lalu kelihatan aneh. Misalnya saja kita tahu bahwa tanpa berlian kita dapat hidup, akan tetapi tanpa udara dalam wktu beberapa menit saja kita akan mati. Tetapi mengapa udara tidak mempunyai harga sedangkan berlian garganya mahal sekali?

    D(U) merupakan kuva permintaan pasar akan udara, sedangkan D(B) merupakan kurva permintaan akan berlian. Dari kurva diatas menjelaskan bahwa masyarakat menempatkan alat pemuas kebutuhan berupa berlian tambahan pula lebih inelastik. Tetapi mengapa harga berlian sangat tinggi, sedangkan udara sama sekali tidak mempunyai harga dan karenanya dapat pula kita sebut sebagai bareng bebas?…Menentukan harga pasar bukanya permintaan melulu. Penawaran juga turut menentukanya.
    Harga udara akan terasa jika kita sakit dan memerlukan udara dari tabung oksigen sehingga pada waktu udara sangat dihargai, dan jika jumlah berlian banyak maka harga berlian juga tidak akan jauh melambung seperti sekarang ini.
    2. Keseimbangan umum
    Keseimbangan umum merefleksikan suatu relasi antara keseimbangan di suatu pasar dengan keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Hubungan realasional ini dapat dipahami melalui suatu analisis yang kemudian dikenal dengan istilah analisis keseimbangan umum. Dari analisis ini akan diketahui adanya implikasi disequilibrium di suatu pasar terhadap pasar yang lain. Dengan demikian, analisis keseimbangan umum berusaha untuk menunjukkan adanya keterkaitan antar pasar. Setiap perubahan di suatu pasar akan cenderung berpengaruh secara “positif” atau “negatif” terhadap pasar yang lain. Sebagai dampak perubahan teknologi komputer, mislanya, maka biaya produksi terhadap baang-barang berteknologi tinggi menurun mengikuti irama pertumbuhan penggunaan komputer secara besar-besaran dalam memproduksi barang-barang tersebut. Sebaliknya, maraknya penggunaan komputer akan berimplikasi terhadap kenaikan penawaran, dan begitu seterusnya.
    3. Teori permintaan
    Teori Permintaan adalah teori ekonomi yang menyatakan bahwa harga dipengaruhi oleh permintaan. Oleh karena itu, teori tersebut berasumsi bahwa ketika permintaan di pasar naik, maka harga barang pun akan ikut naik. Tetapi, jika permintaan turun, maka harga pun akan ikut turun. Turunnya permintaan sendiri awalnya disebabkan oleh naiknya, atau terlalu tingginya harga di pasar, sehingga masyarakat berfikir ulang untuk spending money. Maka, ketika masyarakat tidak berminat untuk membeli barang mereka (produsen), maka produsen akan menurunkan harganya, agar masyarakat kembali dapat mengkonsumsi barang yang mereka produksi.Begitu juga sebaliknya.
    Teori ini berbanding terbalik dengan teori Penawaran, yang berbang lurus dengan pola harga.

    4. Teori penawaran
    Dalam menganalisis penawaran, kita harus menganalisis satu demi satu faktor yang mempengerahui, dengan memisalkan faktor – faktor lian tidak berubah atau cateric paribus, maka terlebih dahulu di perhatikan pengaruh perubahan harga terhadap jumlah barang yang ditawarkan. Hukum penawaran menyatakan bahwa makin tinggi harga suatu barang semakin banyak jumlah barang tersebut ditawarkan oleh penjual, sebaliknya makin rendah harga suatu barang semakin sedikit jumlah barang tersebut ditawarkan.

  17. candra kusuma wijaya(115100300111032)

    TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

    1. Bila kita perhatikan barang yang telah selesai diproduksi, selanjutnya didistribusikan kepada konsumen. Pada awalnya, bila dagangan ingin laku penjual sengan cara apapun datang kepada konsumenuntuk menawarkan barangnya. Penawaran suatu barang berasal dari pihak produsen. Dengan demikian , penawaran adalah sejumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual dengan berbagai tingkat harga dalam jangka waktu tertentu(per hari, per minggu, per bulan, per tahun).
    2. Permintaan menunjukkan jumlah produk (baik maupun jasa) yang diinginkan dan mampu di beli konsumen pada berbagai tingkat harga selama jangka waktu tertentu dan hal lain di anggap konstan( tidak berubah). Permintaan total menentukan penawaran dari out put dan tenaga kerja.
    3. Suatu keadaan dimana masyarakat umumnya menduga-duga bahwa masa yang akan datang akan terjadi kenaikan harga akibat kebijakan pemerintah, seperti yang pernah terjadi ketika pemerintah baru mengumumkan akan dinaikan harga bahan bakar minyak, maka masyarakat scara serta merta meningkatkan permintaannya terhadap barabg kebutuhan pokok.
    4. Keadaan keseimbangan di pasar adalah suatu keadaan yang tergantung kepada kondisi permintaan dan penawaran yang berlakupada saat-saat tertentu. Jika salah satu permintaan atau kondisi penawaran atau keduanya berubah, maka mengakibatkan harga pasar bergeser dari keadaan ekuilibrium yang ada ke keadaan yang baru.

  18. Riza Nofyanti (115100300111010)

    TEORI PERMINTAAN
    1. Besarnya permintaan tergantung pada manfaat yang akan diperoleh konsumen atau manfaat dalam menghasilkan barang-barang lain. Besar penawaran bergantung pada biaya roduksi
    2. Permintaan adalah hubungan yang terbalik antara harga dan jumlah yang diminta. Kenyataanya antara perubahan harga dan jumlah yang diminta dapat berubah tanpa disertai perubahan harga atau mungkin juga perubahan harga tidak di ikuti oleh jumlah yang mau beli.
    3. Hukum permintaan menyatakan bahwa kuantitas yang diminta berhubungan secara negative dengan harga. Pertambahan jumlah penduduk juga mempengaruhi factor permintaan karena jika julah penduduk bertambah maka jumlah barang yang dikonsumsi juga bertambah sehingga jumlah barang yang diminta akan naik pada harga yang sama.
    4. Permintaan dipergunakan untuk mengetahui jumlah barang yang dibeli oleh konsumen dengan harga konsumen dengan harga alternative untuk membeli barang yang bersangkutan dengan anggapan bahwa harga barng lainnya tetap

  19. Randy Yulidar A.(115100300111066)

    1) Permintaan merupakan suatu cerminan kemampuan dan kerelaan membeli dari para konsumen (pelanggan) akan suatu barang atau komoditas selama periode waktu dan kondisi tertentu.
    2) Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
    3) Pergerakan sepanjang kurva permintaan terjadi bila harga komoditas yang diminta berubah (naik atau turun). Penurunan harga komoditas tersebut akan menaikkan jumlah yang diminta dan kenaikan harga komoditas mengurangi jumlah yang diminta. Sedangkan pergeseran kurva permintaan ke kanan atau ke kiri disebabkan oleh perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain harga komoditas tersebut. Sebagai contoh perubahan pendapatan pembeli sedangkan harga komoditas tetap.
    4) Pergerakan sepanjang kurva penawaran yang diakibatkan oleh perubahan harga komoditas tersebut. Sebagai contoh perubahan jumlah komoditas yang ditawarkan dari 250 satuan dengan harga Rp 600,- per unit menjadi 200 satuan dengan harga Rp 400,- per unit bukanlah merupakan pergeseran kurva penawaran melainkan hanya merupakan gerakan penawaran (tepatnya gerakan sejumlah komoditas yang ditawarkan) sepanjang kurva penawaran. Sedangkan pergeseran kurva penawaran diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor lain di luar harga komoditas tersebut, seperti komoditas pengganti, komoditas penggenap, dan komoditas netral mempengaruhi penawaran akan suatu barang.

  20. Desi Kartika L (115100301111048)

    1. permintaan suatu komoditas dapat dibedakan atas permintaan individu dan permintaan semua orang dipasar. kurva permintaan pasar diperoleh dari penjumlahan kurva permintaan berbagai individu terhadap komoditas pada setiap tingkat harga.
    2. Hukum permintaan hanya menekankan perhatiannya pada pengaruh harga suatu kommoditas terhadap jumlah komoditas tersebut nyang diminta. dalam kenyataannya banyaknya permintaan suatu komoditas juga ditenbtukan oleh berbagain faktor lain.
    3. Pada kenyataannya tidak selalu benar bahwa untuk mengatasi penurunan permintaan harus ditempuh dengan menurunkasn harga atau memberikan diskon, cara ini masih tindakan standart karena standart banyak pesaing yang melakukannya oleh karena itu untuk mengaplikasikan model ekonomi ini dengan sukses diperlukan upaya canggih sebaiknya memang dikerjakan dari dua jurusan :
    - teknik produksi
    - teknik pemasaran
    memang kehebatan teknik pemasaran misalnya kreativitas iklan, bisa juga menempatkan barang pada posisi khusus, sehingga bisa menarik konsumen, namun, jika suatu saat konsumen tidak menemukan kehebatan produk seperti yang diiklankan, ingatkan mereka menjadi negatif. ditinggalkan suatu produk. cara ini justru menjadi bumerang.
    4. Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas ( barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan. disisi lain teori penawaran menerangakn sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang akan dijualnya. penggabungan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menetukan harga keseimbangan atau harga pasar serta jumlah komkoditas yang diperjual belikan.

  21. Juney Hanafi (115100300111068)

    1 Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar(pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di stu sektor saja.
    2 Beberapa contoh pengaplikasian teori permintaan dan penawaran sebagai contoh yaitu cabai komoditas cabai adalah salah satu komoditas yang dianggap penting dalam konsumsi masyarakat khususnya masyarakat indonesia, komoditas ini juga merupakan komoditas yang di butuhkan oleh kalangan pelaku bisnis/industri, baik industri besar maupun industri kecil sebagai bahan baku untuk produksi industri itu sendiri.
    Beberapa waktu lalu ketua agrobisnis cabai indonesia dadi sudiyana mengungkapkan, akibat tingginya curah hujan ini produktifitas tanaman cabai bisa merosot sampai 30%. Dalam gambarannya, jika biasanya satu hektar lahan dalam kondisi normal bisa menghasilkan 12 ton cabai merah, maka akibat kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan tinggi membuat produksi cabai menurun menjadi sekitar 8,4 ton per hektar akibatnya penurunan produksi cabai dan harga cabai di pasaran terus melambung. Bahkan, harga cabai sempat menyentuh harga Rp 50.000 – Rp 60.000 per kg. Tapi, Kalau di tingkat petani, harga cabai masih di kisaran Rp 17.000 – Rp 20.000 per kg.
    dengan terjadinya peningkatan harga cabai tersebut dapat diartikan bahwa produksi cabai menurun sehingga mengakibatkan kenaikan harga,namun permintaan tetap bahkan bisa saja naik. Sesuai dengan teori permintaan yang menyebutkan bila permintaan meningkat maka terjadi kenaikan harga.
    3 Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan yang meliputi: Perilaku konsumen / selera konsumen, ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap, pendapatan / penghasilan konsumen,perkiraan harga di masa depan dan banyaknya / intensitas kebutuhan konsumen.
    Selain faktor di atas juga ada yang mempengaruhi tingkat penawaran yaitu biaya produksi dan teknologi yang digunakan, tujuan Perusahaan, pajak, ketersediaan dan harga barang pengganti / pelengkap dan prediksi / perkiraan harga di masa depan.

    4 Terdapat beberapa macam dari permintaan itu sendiri yakni macam-macam permintaan adalah
    > Permintaan Menurut Daya Beli,dibedakan menjadi 3 macam diantaranya :
    a. Permintaan efektif : Permintaan konsumen terhadap suatu barang diikuti dengan daya beli / kemampuan membeli.
    b. Permintaan potensial : Memiliki kemampuan daya beli tetapi belum memiliki keinginan membeli.
    c. Permintaan absolut : Permintaan konsumen yang tidak diikuti dengan daya beli / kemampuan membeli.
    > Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya
    a. Permintaan individu : Permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    b.Permintaan kolektif : Kumpulan dari permintaan perorangan / individu atau permintaan secara keseluruhan.

  22. Dika ria anggara (115100300111030)

    1.TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    Teori penawaran dan permintaan adalah pasar yang dapat dikategorikan sebagai pasar persaingan sempurna. Dengan kata lain di dalam suatu pasar tersebut terdapat penjual dan pembeli yang tidak dapat berpengaruh besar pada harga suatu barang atau jasa. Namun faktanya yang terjadi bahwa ternyata pembeli dan penjual dapat mempengaruhi harga dari suatu barang atau jasa tersebut. Jadi untuk memahami persamaan teori penawaran dan permintaan dibutuhkan analisa yang lebih mendalam, tetapi dalam suatu situasi yang sederhana teori dari permintaan dan penawaran dapat bekerja dengan baik.
    Sumber :
    http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_mikro

    2.APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    sebagai contoh adalah komoditas cabai yang merupakan salah satu komoditas yang penting dalam bidang agroindustri. baru-baru ini karena tingginya curah hujan produksi cabai merosot, singkat kata dapat dicontohkan produksi cabai yang awalnya 12 ton menjadi 8,4 ton per hektare, dalam kasus ini terjadi penurunan produksi cabai. Akibat dari penurunan produksi cabai ini harga cabai mencapai 50-60 ribu per kilo, dengan terjadi penurunan jumlah produksi, akan mengakibatkan harga cabai naik karena kelangkaan sebuah produk dalam arti produk ditawarkan dari seorang produsen menurun dan permintaan dari pasar tetap atau bahkan naik, hal ini menyebabkan terjadi kekurangan produk untuk memenuhi kebutuhan pasar sehingga dapat dikatakan terjadi kelangkaan yang akan mengakibatkan berlakunya teori cateris paribus (teori permintaan yang menyebutkan bila permintaan meningkat maka terjadi kenaikan harga).
    Sumber :
    http://madpoel.wordpress.com/2011/03/02/aplikasi-singkat-teori-permintaan-dan-penawaran/

    contoh 2 : suku bunga jepang rendah,,,?
    suku bunga dari jepang rendah diakibatkan oleh pada saat tahun 1990′an terjadi inflasi negatif yaitu masa resesi yang panjang yang disertai deflasi. Inflasi negatif enyebabkan permintaan obligasi meningkat karena peramalan hasil aset riil turun, menyebabkan perkiraan imbal hasil obligasi naik, menyebabkan kurva perminttan bergeser ke kanan. INflasi negatif juga menyebabkan suku bunga riil dan suku bunga peminjaman tertentu naik. sehingga menyebabkan penawaran obligasi menurun dan kurva bergeser ke kiri. pergeseran kurva mendorong peningkatan harga obligasi dan penurunan suku bunga.
    sumber :
    http://books.google.co.id/books?id=YyurAYQ695AC&pg=PA144&dq=aplikasi+teori+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=B-33Tv-mN4iqrAfnyaH0BQ&ved=0CC8Q6AEwAQ#v=onepage&q=aplikasi%20teori%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

    3.ANALISA KESETIMBANGAN UMUM
    Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar (pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya, teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di satu sektor saja.
    Sumber :
    http://ariefdaryanto.blog.mb.ipb.ac.id/Arief Daryanto & Yundy Hafizrianda/Bogor; IPB Press, 2010/ISBN : 978-979-493-254-1
    Analisa kesetimbangan umum dari mashab Laussane berbelit-belit sehingga sulit diterapkan kehidupan ekonomi tidak dapat dilukiskan dengan variable n, tapi dengan agregat yang relative (economic magnitude),seperti yield (Y), saving (S), invesment (I), supply of money (M), demand for money (L), interest (i), dan rate of return (r). Investasi dapat dibedakan menjadi investasi pemerintah (G=goverment) dan swasta, jika dalam perdagangan internasional maka ditambah variable export (X) dan Import (M)
    Sumber :
    http://books.google.co.id/books?id=MCaGppf8vAgC&pg=PA57&dq=teori+kesetimbangan+parsial&hl=id&sa=X&ei=KfL3TvmFJYLyrQein63yDw&ved=0CD4Q6AEwBA#v=onepage&q=teori%20kesetimbangan%20parsial&f=false

    4.ANALISIA DAN APLIKASI KESETIMBANGAN PARSIAL
    Dominick Salvatore berpendapat bahwa analisis keseimbangan parsial merupakan instrumen analitis yang paling sesuai untuk mempelajari kasus peberlakuan tarif oleh sebuah negara kecil. Yang mana, “kecil” disini maksudnya adalah keterbatasan kemampuan negara yang bersangkutan sehingga ia tidak mampu mempengaruhi harga dunia, dan harus menerima harga – harga yang berlaku di pasar internasional sebagaimana adanya, serta keterkaitannya dengan output industri domestiknya yang relatif kecil. Perberlakuan tarif oleh negara tersebut tidak akan mengbah ataupun mempengaruhi harga dunia, karena negera tersebuut kecil maupun harga – harga domestik yang berlaku di setiap negara lain karena industrinya juga kecil.
    Sumber :
    http://kokoersalan.blogspot.com/2009/06/tarif.html

  23. Dwi Pujiana (115100301111034)

    1. Teori permintaan ialah sifat dari permintaan pembeli suatu komunitas(barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan. Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh para pelanggan selama periode tertentu berdasarkan sekelompok kondisi tertentu. Kondisi-kondisi yang harus dipertimbangkan mencakup harga barang yang bersangkutan, harga dan ketersediaan barang yang berkaitan, perkiraan akan perubahan harga, pendapatan konsumen, selera dan preferensi konsumen, pengeluaran periklanan, dan sebagainya. Kurva permintaan mengisolasi hubungan antara harga dan jumlah yang diminta atas suatu barang, bila faktor yang dapat mempengaruhi permintaan tidak mengalami perubahan. Variabel yang dapat mempengaruhi permintaan pasar adalah:
    • Perubahan Pendapatan Konsumen
    • Perubahan Harga Barang yang Berkaitan
    • Perubahan Ekspektasi Konsumen
    • Perubahan Jumlah atau Komposisi Konsumen
    • Perubahan Selera Konsumen

    2. Penawaran adalah hubungan antara harga dan jumlah barang yang ditawarkan. Secara lebih spesifik, penawaran menunjukkan seberapa banyak produsen suatu barang mau dan mampu menawarkan per periode pada berbagai kemungkinan tingkat harga, hal lain diasumsikan konstan. Hukum Penawaran menyatakan bahwa jumlah yang ditawarkan biasanya secara langsung berhubungan dengan harganya, hal lain diasumsikan konstan. Jadi, semakin rendah harganya, jumlah yang ditawarkan semakin sedikit; semakin tinggi harganya, semakin tinggi pula jumlah yang ditawarkan Kurva penawaran menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah yang ditawarkan, hal lain diasumsikan konstan. Hal yang diasumsikan konstan sepanjang kurva penawaran adalah faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi penawaran kecuali harga barang yang bersangkutan. Faktor-faktor tersebut adalah :
    • Perubahan Teknologi
    • Perubahan Harga Barang yang Relevan
    • Perubahan Harga Barang Alternatif
    • Perubahan Ekspektasi Produsen
    • Perubahan Jumlah Produsen
    3. Analisis equilibrium umum membahas saling keterkaitan yang ada antara semua unit pengambilan keputusan dan pasar menunjukkan bagaimanana semua bagian dari perekonomian dihubungkan bersama-sama kedalam suatu sistem terpadu. Jadi, perubahan kondisi equilibrium di satu pasar akan mempengaruhi kondisi equilibrium di tiap pasar yang lain, dan hal ini dengan sendirinya akan menyebabkan perubahan tambahan atau mempengaruhi pasar ketika proses dimulai. Perekonomian akan berada pada kondisi equilibrium umum bila semua effect ini telah berlangsung secara penuh dan semua pasra secara simultan berada dalam kondisi equilibrium. Teori ekonomi mikro yang dalam usaha menerangkan pembentukan harga, penentuan kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan dan yang dikonsumsi, dan sebagainya seperti yang telah diuraikan di atas, mengikut sertakan ke dalam analisa unsur saling pengaruh-mempengaruhi di antara pelaku pelaku ekonomi tersebut, biasa disebut analisa keseimbangan- umum atau general equilibrium analysis.
    4. Dalam analisis equilibrium parsial, kita mempelajari unit pengambilan keputusan dan pasar tertentu secara terpisah, dan mengabstraksi saling keterkaitan yang ada diantaranya serta hal-hal lain dalam perekonomian. Tegasnya, kita mengamsumsikan bahwa perubahan kondisi ekuilibrium di pasar tertentu, tidak akan mempengaruhi kondisi equilibrium disetiap pasar lainnya dalam perekonomian. Sebaliknya kita mengamsumsikan bahwa prubahan yang terjadi dipasar lain tidak mempengaruhi pasar yang sedang dianalisis.

  24. Firza Faiz Afiffi (115100300111002)

    1). Pengertian Permintaan dan Penawaran.

    >PENGERTIAN PERMINTAAN :

    BANYAKNYA JUMLAH BARANG YANG DIMINTA PADA SUATU PASAR TERTENTU DENGAN TINGKAT HARGA TERTENTU PADA PENDAPATAN TERTENTU DALAM PERIODE TERTENTU.
    FAKTOR-FAKTOR :
    -HARGA BARANG
    -TINGKAT PENDAPATAN/PENDAPATAN RATA-RATA
    -JUMLAH PENDUDUK/JUMLAH POPULASI
    -SELERA ATAU GENGSI
    -RAMALAN/ESTIMASI DI MASA YANG AKAN DATANG
    -HARGA BARANG LAIN/ SUBSTITUSI.
    -DISTRIBUSI
    -DLL

    HUKUM PERMINTAAN ADALAH
    HARGA NAIK, PERMINTAAN AKAN TURUN.
    HARGA TURUN, PERMINTAAN NAIK.

    >PENGERTIAN PENAWARAN :

    BANYAKNYA BARANG YANG DITAWARKAN OLEH PENJUAL PADA SUATU PASAR TERTENTU, PERIODE TERTENTU DAN PADA TINGKAT HARGA TERTENTU.
    FAKTOR-FAKTOR :
    -HARGA BARANG ITU SENDIRI
    -HARGA BARANG LAIN/HARGA BAHAN BAKU.
    -KEBIJAKAN PEMERINTAH
    -ANGGARAN/DANA/BUDGET.
    -DAYA KONSUMSI MASYARAKAT/TINGKAT PERMINTAAN.
    -ONGKOS DAN BIAYA PRODUKSI.
    -TUJUAN PRODUKSI DARI PERUSAHAAN.
    -TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN.
    -DLL

    HUKUM PENAWARAN :
    HARGA NAIK, PENAWARAN AKAN MENINGKAT.
    HARGA TURUN, PENAWARAN AKAN TURUN

    HARGA TINGGI => PERMINTAAN CENDERUNG RENDAH DAN PENAWARAN CENDERUNG TINGGI.
    HARGA RENDAH => PERMINTAAN CENDERUNG TINGGI DAN PENAWARAN CENDERUNG TURUN.
    PERMINTAAN TINGGI => HARGA CENDERUNG TINGGI.
    PENAWARAN RENDAH => HARGA CENDERUNG TINGGI.
    PERMINTAAN RENDAH => HARGA CENDERUNG TURUN.
    PENAWARAN TINGGI => HARGA CENDERUNG TURUN.

    Permintaan dan Penawaran adalah hal yang saling berkesinambungan dan merupakan faktor utama dalam perekonomian. Banyak faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya angka permintaan dan penawaran, salah satunya adalah faktor harga barang yang akan diterima konsumen dari produsen. Besar kecilnya harga barang searah dengan besar kecil sebuah penawaran dan bertolak belakang dengan besar kecil sebuah permintaan sebuah barang.

    (Source: PENGANTAR EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN, elearning.atmaluhur.ac.id)

    2).Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran

    Bidang Pertanian:
    -SUBSEKTOR PERKEBUNAN.
    -SUBSEKTOR PERIKANAN.
    -SUBSEKTOR PETERNAKAN

    Bidang Industri:
    -INDUSTRI PENGOLAHAN
    -INDUSTRI PARIWISATA.
    -INDUSTRI HIBURAN.
    -INDUSTRI PENDIDIKAN.

    Bidang Informatika:
    -DATA DAN INFORMASI SEBAGAI KOMODITAS BISNIS.
    -INDUSTRI JASA BERKEMBANG LEBIH CEPAT DIBANDINGKAN DENGAN INDUSTRI MANUFACTURE.

    Penggunaan Ilmu Ekonomi dapat diaplikasikan di beberapa bidang yang berpotensi besar dan berpengaruh pada sistem perekonomian sebuah daerah tertentu. Seperti bidang pertanian, bidang industri, dan bidang Komunikasi, yang menjadi sumber perekonomian di daerah-daerah tertentu di Dunia. Aplikasi Ilmu ekonomi ini sangat berpengaruh karena sangat berkaitan langsung dengan hal-hal lain yang tak kalah pentingnya. Seperti pada sektor bidang pembangunan yang menjadi faktor tersendiri dari perekonomian sebuah wilayah atau daerah.

    (Source: PENGANTAR EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN, elearning.atmaluhur.ac.id)

    3).Teori Keseimbangan Umum

    Kesejahteraan atau Keseimbangan umum merupakan konsep yang berbeda satu sama lain. Definisi yang sering digunakan untuk Kesejahteraan adalah keadaan seseorang di dalam sebuah perekonomian. Dan keseimbangan didefinisikan sebagai keadaan tetap dimana pada posisi tersebut tidak ada rangsangan atau kesempatan untuk berubah.
    Konsep keseimbangan ini penting bukan karena posisi keseimbangan selalu dicapai, tetapi karena konsep ini menunjukkan kepada kita arah dimana proses ekonomi bergerak. Jika posisi keseimbangan dikatakan stabil, maka unit ekonomi pada ketidakseimbangan bergerak kearah posisi keseimbangan tersebut.

    (Source: http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/teori_ekonomi_mikro/bab12_kesejahteraan_dan_keseimbangan_umum.pdf)

    4).Surplus Konsumen dan Produsen

    KONSUMEN DIBAGI TIGA KELOMPOK EKONOMI YAITU :
    1. KELOMPOK KONSUMEN SUPERMARGINAL.
    .KEMAMPUAN BELI DI ATAS RATA-RATA HARGA PASAR.
    2. KELOMPOK KONSUMEN MARGINAL.
    .KEMAMPUAN BELI SAMA DENGAN HARGA PASAR.
    3. KELOMPOK KONSUMEN SUBMARGINAL.
    .KEMAMPUAN BELI DI BAWAH HARGA PASAR.

    PRODUSEN DIBAGI TIGA KELOMPOK EKONOMI YAITU :
    1. KELOMPOK PENJUAL SUPERMARGINAL.
    .MENJUAL PRODUKNYA DI BAWAH HARGA PASAR.
    2. KELOMPOK PENJUAL MARGINAL
    .MENJUAL PRODUKNYA SAMA DENGAN HARGA PASAR.
    3. KELOMPOK PENJUAL SUBMARGINAL
    .MENJUAL PRODUKNYA DI ATAS HARGA PASAR.

    SURPLUS KONSUMEN :
    PREFRENSI HARGA DIPERKIRAKAN LEBIH TINGGI DARI HARGA KESEIMBANGAN PASAR.
    TERGANTUNG PADA BERAPA BANYAK JUMLAH UNIT YANG AKAN DIBELI DIKALIKAN DENAN SELISIH HARGA.

    SURPLUS PRODUSEN :
    BILA HARGA JUAL PRODUKNYA LEBIH RENDAH DARI HARGA YANG MAMPU DIBELI OLEH KONSUMEN DALAM KONDISI KESEIMBANGAN PASAR.

    Ada beberapa pembagian kelompok produsen dan konsumen sesuai dengan kemampuan produksi dan konsumsinya. Surplus produsen dan konsumen terjadi karena ada efek timbal balik dari keduanya yang saling berhubungan satu sama lain.

    (Source: PENGANTAR EKONOMI, BISNIS DAN MANAJEMEN, elearning.atmaluhur.ac.id)

  25. ANUGERAH DEVINA PANGESTI (115100300111022)

    Anugerah Devina Pangesti / 115100300111022

    1.Teori Kesimbangan Parsial
    Dalam teori keseimbangan parsial terdapt permintaan,penawaran,hukum-hukum permintaan dn penawaran dalam hukum ekonomi,keseimbangan permintaan dan penawaran,serta surplus konsumen dan produsen.
    –Keseimbangan permintaan dan penawaran secara matematis adalah :
    -Fungsi Permintaan = Qd = 10 – P
    -Fungsi Penawaran = Qs = -5 + 2P
    -Keseimbangan =
    Qd =Qs
    10 – P = -5 + 2P
    10 + 5 = 3P
    5 = P
    P = 5
    Jadi keseimbangan harga (P) = 5 dan quantity atau jumlah unit adalah 5.
    –Surplus Konsumen dan Surplus Produsen adalah :
    *Surplus Konsumen = Preferensi harga diperkirakan lebih tinggi darpada harga keseimbangan pasar.Dan tergantung pada berap banyak jumlah unit yang akan dibeli dikalikan dengan selisih harga.
    *Surplus Produsen = Bila harga jual produknya lebih rendah dari harga yang mampu dibeli oleh konsumen dalam kondisi keseimbangan pasar.
    –Aplikasi dalam bidang pertanian seperti dalam subsektor perkebunan,subsektor perikanan,dan subsektor peternakan.

    2.Teori Permintaan
    Permintaan dilakukan oleh konsumen.
    Salah satu contoh teori permintaan adalah ketika kita berbelanja ke pasar dan melihat baju,yang pertama kita lihat adalah kualitas dari baju tersebut.Bila kualitas sesuai dengan kebutuhan dan keingina kita maka selanjutnya adalah kita melihat harga dari baju tersebut.Bila harganya relatif murah maka kita akan membelinya,selain itu juga mempertimbangkan untuk membeli lebih dari satu.Dengan kata lain pembeli akan membeli lebih banyak baju lagi bila terdapat diskon. Sedangkan pembelian terhadap baju akan berkurang bila harganya naik.
    Jadi hukum permintaan adalah dengan asumsi bahwa hal lainnya bersifat tetap maka bila harga suatu barang/jasa naik maka permintaannya akan menurun dan begitu juga sebaliknya. Yang dimaksud dengan kurva permintaan adalah kurva yang terbentuk dari penentuan titik titik dalam grafik yang merepresentasikan hukum permintaan dimana sumbu X-nya berupa kuantitas (Q=Quantity) dan sumbu Y nya berupa Harga (P=Price) sehingga membentuk slope yang negatif / menurun.

    3.Teori Penawaran
    Penawaran dilakukan oleh produsen.
    Salah satu contoh teori penawaran adalah ketika mendekati hari raya lebaran,harga baju di pasaran sedang naik.Kita sebagai produsen memproduksi lebih banyak baju agar mendapatkan keuntungan.Saat harga baju meningkat maka akan semakin banyak toko yang menawarkan baju tersebut karena berharap bisa mendapatkan untung yang lumayan.
    Jadi teori penawaran adalah apabila harga suatu barang/jasa naik maka kuantitas dari barang/jasa yang ditawarkan juga meningkat dan juga sebaliknya. Yang dimaksud dengan kurva penawaran adalah kurva yang terbentuk dari penentuan titik titik dalam grafik yang merepresentasikan hukum penawaran dimana sumbu X-nya berupa kuantitas (Q=Quantity) dan sumbu Y nya berupa Harga (P=Price) sehingga membentuk slope yang positif/ menaik.

    4.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran
    *Faktor yang Mempengaruhi Petrmintaan
    Dalam permintaan yang dilakukn konsumen terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya :
    4.1. Perilaku konsumen / selera konsumen
    Contoh : saat ini handphone android sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin android sudah dianggap kuno.
    4.2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
    Contoh : jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
    4.3. Pendapatan/penghasilan konsumen
    Contoh : orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya.
    4.4. Perkiraan harga di masa depan
    Contoh : barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin,minggu ini harga bensin Rp 4.500,00/liter dan diprkirakan minggu depan sudah naik menjadi Rp6.000,00/liter maka akan banyak orang yang membeli dalam jumlah besar untuk disimpan.
    4.5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
    Contoh : Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

    *Faktor yang Mempengaruhi Penawaran
    Dalam penawaran yang dilakukn produsen terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya :
    4.6. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
    Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
    4.7. Tujuan Perusahaan
    Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
    4.8. Pajak
    Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
    4.9. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
    Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
    4.10. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
    Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.

  26. Murphi Pradini S. H. (115100301111036)

    1. Pergeseran kurva permintaan
    Kurva permintaan akan bergeser ke kanan atau ke kiri kalau terdapat perubahan-perubahan keatas permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor bukan harga. Sekiranya barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan ini menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kiri atau ke kanan. Bila kurva permintaan bergeser kesebelah kanan maka pergeseran itu menunjukkan pertambahan dalam permintaan. Atau sebaliknya,, pergeseran kurva permintaan kesebelah kiri berarti bahwa permintaan telah berkurang.
    2. Penentuan harga dan jumlah yang diperjual belikan
    Harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diperjualbelikan, ditentukan oleh permintaan dan penawaran dari barang tersebut. Oleh karena itu, untuk menganalisis mekanisme penentuan harga dan jumlah barang yang diperjualbelikan, perlulah secara serentak dianalisis permintaan dan penawaran keatas suatu barang tertentu dengan wujud di pasar. Keadaan di sesuatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarkan para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut.
    3. Perubahan permintaan atau penawaran
    Pengurangan permintaan (kurva permintaan bergeser ke kiri) menyebabkan harga barang turun dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang. Pengurangan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kiri) menyebabkan harga naik dan jumlah barang yang diperjualbelikan berkurang.
    4. Disebut keseimbangan parsial karena semua pasar merupakan bagian (part) dari keseluruhan system harga. Memang, system perekonomian kita terdiri dari ribuan pasar . tetapi pasar-pasar tersebut tidaklah lepas yang satu dari yang lain, melainkan bersama-sama merupakan satu system pasar, di mana semua pasar itu saliang berkaitan, salinggg berkaitan, saling pengaruh-mempengaruhi, dannn saling bergantung satu dengang yang lainnya.

  27. Dimas Habibie N.F (115100301111046)

    1. Teori Permintaan
    Teori permintaan menerangkan tentang ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga. Pada prinsipnya, jumlah dari barang dan jasa yang mau dan akan dibeli oleh konsumen pada satu periode tertentu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, yaitu:
    • Harga barang itu sendiri
    • Harga barang lain yang berkaitan erat dengan barang tersebut
    • Pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
    • Corak distribusi pendapatan dalam masyarakat
    • Cita rasa masyarakat/selera masyarakat
    • Jumlah penduduk
    • Ramalan mengenai keadaan dimasa yang akan dating

    Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan:
    “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
    dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
    naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
    apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
    Fungsi permintaan adalah daftar harga dan barang yang mau dan dapat dibeli oleh konsumen pada periode tertentu. Makin rendah harganya makin banyak yang mau membeli. Hubungannya negatif dan menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta kondumen dan harga barang ada 3 (tiga) cara untuk menyatakan permintaan,yaitu:
    • Sebagai grafik.
    • Sebagai fungsi.
    • Skedul / tabel permintaan.

    2. Kurva Permintaan
    • Ada 2 perubahan yang terjadi pada pergeseran kurva permintaan, yaitu perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga (cateris paribus) dan pergeseran kurva permintaan akibat perubahan faktor lain pada harga yang sama.
    • Apabila barang subtitusi maka kenaikan harga barang akan mendorong kenaikan permintaan barang maka kurva permintaan tersebut akan bergeser ke kanan.
    • Apabila barangnya komplementer, kenaikan harga barang akan mengurangi permintaan akan barang tersebut sehingga pada harga yang sama kurva permintaan akan bergeser ke kiri.
    • Apabila harga diharapkan akan naik dimasa mendatang (ekspektasi), maka permintaan akan barang tersebut akan naik saat ini, jadi pada harga yang sama kurva permintaan akan bergeser ke kanan.
    • Untuk selera agak sulit,yang pasti perubahan selera (esp: makin suka akan suatu barang) akan menyebabkan permintaan naik. Pada harga yang sama kenaikan permintaan akibat perubahan selera akan menggeser kurva permintaan ke kanan.

    3. Teori Penawaran
    Pada dasarnya jumlah dari barang dan jasa yang ditawarkan untuk di jual di pasar tergantung pada sejumlah besar variabel. Akan tetapi sama seperti permintaan untuk mempermudah analisis tersebut terdapat faktor-faktor yang penting yaitu:
    • Harga jual barang tersebut
    • Tingkat teknologi
    • Biaya produksi yang menghasilkan harga input
    • Harga barang terkait
    • Harapan akan kenaikan harga dimasa mendatang

    Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
    “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang
    tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah
    harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang
    ditawarkan.”
    4. Kurva penawaran

    Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
    “Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu
    barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
    • Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar
    harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
    • Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
    Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar

  28. Michael matius(115100300111058)

    1). Permintaan adalah banyak jumlah barang yang diminta pada suatu pasr tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

    Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan: Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.

    Teori permintaan dapat dinyatakan: Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaiutu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik,sebaliknya apabila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.

    Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjualpada suatu pasar tertentu,pada periode tertentu,dan pada tingkat harga tertentu.

    Hukum penawaran pada dasarnya menyatakan bahwa: semakin tinggi harga suatu barang,semakin banyak jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. sebaliknya,makin rendah harga suatu barang,semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.

    2).Harga adalah satuan nilai yangdiberikan pada suatu komoditi sebagai informasi kontraprestasi dari produsen/pemilik komoditi.
    Permintaan dalah kesuluruhan jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu.
    Penawaran dalah keseluruhan jumlah barang yang ditawarkan pada suatu pasar tertentu.

    3). Hukum permintaan-pada hakikatnya makin rendah harga suatu barang maka makin banyak permintaan terhadap barang tersebut.Sebaliknya, makin tinggi harga suatu barang maka makin sedikit permintaan terhadap barang tersebut.
    Hukum penawaran adalah suatu pernyataan yang menjelaskan tentang sifat hubungan tentang harga suatu barang dan jumlah barang tersebut ditawarkan pada penjual.

    4).Aplikasi singkat teori permintaan dan penawaran

    komoditas cabe adalah salah satu komoditas yang dianggap penting dalam konsumsi masyarakat khususnya rumah tangga, komoditas ini juga merupakan komoditas yang di butuhkan oleh kalangan pelaku bisnis/industri, baik industri besar maupun industri kecil sebagai bahan baku untuk produksi industri itu sendiri.
    Beberapa waktu lalu ketua agrobisnis cabai indonesia dadi sudiyana mengungkapkan, akibat tingginya curah hujan ini produktifitas tanaman cabai bisa melorot hingga 30%. Dalam gambarannya, jika biasanya satu hektar lahan dalam kondisi normal bisa menghasilkan 12 ton cabai merah, maka akibat kelembaban udara yang tinggi dan curah hujan tinggi membuat produksi cabai menurun menjadi sekitar 8,4 ton per hektar akibatnya penurunan produksi cabai dan harga cabai di pasaran terus melambung. Bahkan, harga cabai sempat menyentuh harga Rp 50.000 – Rp 60.000 per kg. Tapi, Kalau di tingkat petani, harga cabai masih di kisaran Rp 17.000 – Rp 20.000 per kg.
    dengan terjadinya peningkatan harga cabai tersebut dapat diartikan bahwa produksi cabai menurun sehingga mengakibatkan kenaikan harga yang menunjukkan bahwa produksi cabai menurun dari kondisi normal dan terjadi kelangkaan barang sehingga dengan langkanya barang dari kondisi normal tersebut maka pengusaha menaikkan harga, sesuai dengan teori permintaan yang menyebutkan bila permintaan meningkat maka terjadi kenaikan harga (cateris paribus).

  29. Ina Amanatur R. (115100300111056)

    1. Analisisi permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk :
    -Memahami respon harga dan kuantitas suatu komoditas terhadap perubahan variabel-variabel ekonomi (misalnya variabel perubahan teknologi, selera konsumen, harga komoditas lain, dan harga faktor produksi).
    -Menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas .
    -Menunjukkan kebebasan yang diberikan pasar kepada konsumen dan produsen.
    -Menganalisis efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar (seperti pengendalian harga, kuota, pajak, subsidi, penetapan upah minimun, insentif produksi, dll).

    2. PERUBAHAN KURVA PERMINTAAN
    1) Pergerakan sepanjang kurva permintaan. Perubahan permintaan sepanjang kurva permintaan terjadi bila harga komoditas yang diminta berubah (naik atau turun). Penurunan harga komoditas tersebut akan menaikkan jumlah yang diminta dan kenaikan harga komoditas mengurangi jumlah yang diminta.
    2) Pergeseran kurva permintaan. Pergeseran kurva permintaan ke kanan atau ke kiri disebabkan oleh perubahan permintaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor selain komoditas tersebut.

    3. Ada 3 kasus dimana kurva permintaan yang menurun dari kiri ke kanan bawah tidak berlaku, yaitu :
    1. Kasus giffen
    Kasus ini terjadi bila income effect (yang negatif) bagi barang-barang inferior adalah begitu besarnya sehingga substitution (yang selalu positif) tidak dapat menutup income effect yang negative tersebut. Akibatnya, penurunan harga barang X justru menurunkan jumlah barang X yang diminta konsumen. Barang giffen adalah barang inferior, tetapi tidak semua barang inferior dalah giffen.
    Untuk barang giffen, substitution effect (kenaikan konsumsi barang yang dimaksud – X- karena adanya substitusi dengan barang lain yang disebabkan peningkatan harga barang substitusi sehingga harga barang dimaksud relatif lebih murah dibandingkan harga barang substitusi) lebih kecil dari income effect (kenaika konsumsi barang yang dimaksud yang disebabkan kenaikan income rill akibat turunnya harga barang dimkasud) yang negatif. Jadi, penurunan harga barang dimaksud (X) justru menurunkan tingkat konsumsinya.
    Untuk barang inferior bukan giffen, substitution effect lebih besar daripada income effect yang negative. Jadi, penurunan harga barang dimaksud (X) masih mengakibatkan kenaikan tingkaht konsumsinya. Dalam hal ini, hukum permintaan masih berlaku
    2. Kasus spekulasi
    Kasus tersebut terjadi bila konsumen berharap bahwa harga barang besok pagi akan naik lagi maka kenaikan harga barang tersebut hari ini justru dapat diikuti oleh kenaikan permintaan akan barang tersebut hari ini (kurva permintaan menaikkan).
    3. Kasus barang-barang
    Untuk beberapa barang tertentu (misalnya, permata) kenaikkan harga dapat diikuti dengan kenaikan permintaan. Semakin tinggi harga barang tersebut maka semakin tinggi kepuasan konsumen yang diperoleh dari naiknya unsur prestise (yang naik sejalan dengan kenaikan harga barang tersebut) dan semakin tinggi pula kesediaan konsumen untuk membayar harga yang lebih tinggi (kurva permintaan juga menaik).

    4. Hukum penawaran berbunyi : ceteris paribus, produsen/penjual cenderung menghasilkan dan menawarakan lebih banyak harga yang tinggi daripada pada harga yang rendah. 3 alasan hukum penawaran berbunyi demikian dengan kurva naik dari kiri bawah ke kanan atas, antara lain :
    1)Pengaruh penghasilan (income effect)
    Harga yang harus dibayar untuk membeli suatu barang bagi pihak konsumen merupakan korbanan/pengeluaran, tetapi untuk pihak penjual merupaakan hasil/penerimaan. Harga yang diterima itu merupakan balas jasa atas jerih payahnya dan dengan demikian juga dorongan untuk menghasilkann dan menjulal barang. Makin tinggi harga jual maka makin banyak penerimaan/penghasilannya, serta makin bayak ia akan bersedia mejual barangnya.
    2) Pengaruh substitusi (substitution effect)
    Kalau harga jual suatu barang tidak cukup tinggi untuk menutup semua biaya produksinya maka tenaga dan modal produsen lebih baik dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang lain, yang lebih menguntungkan. Sebaliknya, kalau harga jual suatu barang tinggi sehingga produksinya mendatangkan banyak untung, lebih banyak produsen akan terdorong untuk memasuki bidang usaha itu. Ini menunjukkan bahwa harga yang tinggi menimbulkan tambahan jumlah yang mau dijual.
    3) Pengaruh biaya produksi
    Jika jumlah produksi diperbesar maka biaya produksi juga akan bertambah, tetapi pertambahan itu tidak selalu proporsional; karena berlakunya “Hukum Tambahan hasil yang Tidak Proporsional” (law of diminishing returns). Bertambahnya biaya yang diperlukan untuk menambah produksi menyebabkan para produsen pada umumnya hanya akan tersedia memperbesar jumlah yang ditawarkan (dalam jangka pendek) pada harga jual yang lebih tinggi.

  30. khoiru Arrijal (115100300111016)

    1. permintaan akan suatu faktor produksi tergantung pada jumlah ketersediaan barang / jasa yang mampu dihasilkan oleh sumber daya tersebut. Itulah sebabnya permintaan akan faktor produksi disebut permentaan turunan atau arrivad demand. Karena sumber daya di minta untuk sebagai input dalam proses produksi untuk menghasilkan barang / jasa, maka permintaan tergantung pada prodiktiviotas marginal faktor produksi yang bersangkutan dan harga pasar.
    marginal Renuve yang diperoleh dari faktor produksi merupakan hasil perkalian dari produk marginal fisiknya dan nilai (harga pasar) barng atau jasa yang dihasilkan oleh faktor tersebut ( Penantar Ilmu Ekonomi. Drs. T. gilarso SJ.)

    2. Dalam model keseimbangan umum walrasian, komoditas diasumsikan homogen; pasar terkonsentrasi pada lokasi tertentu;pertukaran terjadi secara spontan; dan individu-individu mempunyai informasi yang lengkap tentang barng yang dipertukarkan dan tentang syarat syarat perdagangan. dalam model keseimbangan umum ini,pertukaran memerlukan tak lebih dari pengeluaran sejumlah uang yang cocok untuk suatu komoditas tertentu,dan harga dijadikan sebagai alat alokatif yang efisien.

    3. Untuk memperbaiki model keseimbangan walrasian, pakar-pakar ekonomi politik mengembangkan teori biaya transaksi. teori ini dikembangkan lebih lanjut dengan membandingkan biaya transaksi dalam perekonomian pasar dengan perkonomian ( baik ekplisit maupun emplisit ), mengatur hubungan perusahaan dengan pemasok, pegawai, pemegang saham, pelanggan dan kreditor. Menurut williamson, biaya transaksi adalah biaya pemanfaatan pasar (market transaction cost) dan biaya menggunakn hak untuk memberi perintah dalam suatu perusahaan, yang tibul karena adanya biaya transfer, memperoleh dan mempertahankan hak kepemilikan.

    4. Pembahasan mengenai permintaan dan penawaran telah difokuskan kepada satu produk guna menunjukkan bagaimana harga keseimbangan dari produk tersebut dapat berubah. Tingkat harga umum adalah rata-rata haga produk dan jasa yang ada. Jika total permintaan (permintaan agregat ) oleh pelanggan untuk seluruh produk atau kebanyakan produk meningkat ( mungkin peningkatan dalam bidang penghasilandari kebanyakan pelanggan ) tingkat harga secara umum dapat naik. tingkat harga umum juga dapat dipengaruhi oleh pergeseran dalam skedul penawaran dari semua barang dan jasa. Jika skedul penawaran dari seluruh barang atau kebanyakan produk menurun ( mungkin karena semakin tingginya beban biaya produksi produk ) maka tingkat harga umum akan naik.

  31. Siti mas'ulah (115100301111032)

    1.Teori permintaan dan penawara terutama berguna untuk menerangkan interaksi diantara penjual dan pembeli di pasar persaingan sempurnah,yaitu didalam pasar-pasar terdapat banyak penjual dan pembeli.pasar untuk hasil-hasil pertanian dan hasil-hasil industri primer lainnya pada umumnya mempunyai ciri-ciri sepaerti itu. maka teori tersebut adalah sangat berguna untuk menerangkan
    - bagaimana perubahan penawaran dan permintaan mempenggaruhi perubahan harga barang pertaniaan
    - implikasi dari perubahan itu kepada pendapatan produsen-produsen/ petani-petani.
    2.masalah jangka panjang sektor pertanian dapat juga diterangkan dengan menggunakan perubahan keatas kurva permintaan dan penawaran.kenaikan pendapatan dan pertambahan penduduk didalam jangka panjang akan menambah permintaan.tetapi ,karena elastisitas permintaan dan pendapatan untuk barang pertanian adalah rendah,pertambahan permintaan hasil pertanian tidak begitu besar.
    3.faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan:
    - tingkat kemampuan barang_barang lain untuk menggantikan barang yang bersangkutan.
    - presentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut.
    - jangkah waktu didalam mana permintaan itu di analisis.
    4.ada beberapa faktor yang menyebabkan penawaran keatas barang pertanian bersifat tidak elastis .yang pertama, barang-barang pertanian di hasilkan secara bermusim,yang kedua kapasitas memproduksi sektor pertanian cenderung untuk mencapai tingkat yang tinggi dan tidak terpenggaruh oleh perubahan permintaan.yang ketiga,beberapa jenis tanaman memerlukan waktu bertahun-tahun sebelum hasilnya dapat diperoleh.

  32. Yulia Diana Maria (115100300111048)

    Teori ekonomi mikro:

    1. Teori Harga Pasar:
    Bagian daripada ilmu ekonomi. mikro ini pada dasarnya membahas perilaku harga pasar barang-barang dan jasa jasa. Teori mi, seperti disinggung di atas banyak mernanfaati kesimpulan-kesimpulan teoritik teori konsumen dan teori badan usaha, khususnya konsepsi permintaan dan konsepsi penawaran yang dihasilkan oleh kedua teori tersebut.
    2. Teori Konsumen:
    Bagian dari ilmu ekonomi mikro ini pada pokoknya membahas perilaku ekonomi rumah-rumah tangga keluarga dalam menggunakan penghasilan mereka yang jumlahnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dengan memperoleh tingkat kepuasan yang maksimal. Selanjutnya dapat diketengahkan bahwa teori konsumen mi memberi dasar teoritik konsepsi kurva permintaan konsumen, suatu konsepsi yang peranan nya sangit besar dalam kita mencoba menerangkan perilaku harga pasar.
    3. Teori Keseimbangan Umum:
    Teori konsumen, teori produsen, teori harga pasar dan teori distribusi pendapatan semuanya didasarkan kepada asumsi tidak adanya saling pengaruh-mempengaruhi atau interdependensi antara kegiatan ekonomi pelaku ekonomi yang satu dengan kegiatan ekonomi pelaku ekonomi lainnya. Dunia yang nyata menunjukkan adanya hubungan interdependensi tersebut. Teori ekonomi mikro yang dalam usaha menerangkan pembentukan harga, penentuan kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan dan yang dikonsumsi, dan sebagainya seperti yang telah diuraikan di atas, mengikut sertakan ke dalam analisa unsur saling pengaruh-mempengaruhi di antara pelaku pelaku ekonomi tersebut, biasa disebut analisa keseimbangan- umum atau general equilibrium analysis.
    4. Asumsi Khusus Ekonomi Mikro
    4.1 Asumsi ekuilibrium parsial. Untuk sebagian besar model-model analisa ekonomi mikro, seperti juga halnya dengan seluruh isi buku ini, didasarkan kepada asumsi berlakunya ekuilibrium parsial, yang mengasumsikan tidak adanya hubungan timbal-balik antara perbuatan-perbuatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi dengan perekonomian di mana pelaku-pelaku ekonomi tersebut berada. Misalnya saja, sebagai akibat berubahnya cita rasa, para konsumen tiba-tiba mengurangi pengeluaran konsumsinya. Kalau tidak dipergunakan asumsi ekuilibrium parsial, maka dalam kita membuat analisa kita harus memperhitungkan pengaruh penurunan pengeluaran konsumsi tersebut terhadap pendapatan nasional, yang seterusnya juga terhadap pendapatan mereka, dan yang selanjutnya akan berpengaruh juga terhadap pola pengeluaran para konsumen tersebut. Dengan menggunakan asumsi ekuilibrium parsial unsur pemantulan semacam itu tidak kita perhatikan.
    4.2 Asumsi tidak adanya hambatan atas proses penyesuaian. Kelak kita akan menyaksikan misalnya, apabila harga suatu barang mengalami perubahan, maka berapapun kecilnya perubahan tersebut, selalu diasumsikan bahwa konsumen melaksanakan penyesuaian atau adjustment. Menurut kenyataan banyak hambatan-hambatan yang menyulitkan pelaksanaan penyesuaian tersebut. Faktor-faktor, seperti misalnya faktor psikologi, sosiologi, politik dan sebagainya, dapat merupakan penghambat terhadap penyesuaian tersebut. Misalnya, meskipun kita tahu bahwa dengan menurunnya harga barang Z, tingkat kepuasan akan meningkat dengan cara mengurangi kortsumsi barang Y dan meningkatkan konsumsi barang Z, namun tidak dapat dijamin bahwa kita akan melaksanakan penyesuaian tersebut. Misalnya saja dikarenakan toko langganan kita tidak menjual barang Z, mungkin kita enggan untuk mengadakan penyesuaian tersebut. Dalam teori ekonomi mikro kita mengasumsikan bahwa hambatan hambatan terhadap penyesuaian tersebut tidak ada.

  33. Adi Wahyono (115100300111054

    1.Teori Penawaran biasanya menjelaskan sifat-sifat atau karakter para penjual dalam menawarkan barang atau komoditas tertentu yang akan dijual kepada konsumen ,dan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar dalam menentukan tingkatan harga barang dan jasa.
    2.Kurfa Permintaan ada kalanya mennyuplai barang-barang pada komoditas tertentu yang memberikan jumlah barang terhadap konsumen pada berbagai variasi harga suatu barang ,tingkatan dalam kurva permintaan lebih tertuju pada tingkatan harga tertentu dari produk tersebut.
    3.Teori Permintaan merupakan sifat-sifat dari suatu permintaan konsumen terhadap barang dan jasa yang akan di beli kepada produsen,dan menjelaskan dari suatu barang yang di minta oleh para konsumen pada berbagai variasi harga yang dapat membentuk ataupun dapat membuat suatu kurva permintaan.
    4.Penawaran adalah jumlah suatu barang yang akan di jual kepada konsumen pada variasi harga tertentu dalam jangka waktu yang relatif lama,akan tetapi para produsen akan meningkatkan penjualannya dan lebih cenderung menawarkan dengan harga yang relatif lebih tinggi dan meminimalkan harga barang yang relatif rendah ,jadi dalam menawarkan suatu barang ,para produsen tertuju pada penawaran harga yang relatif lebih tinggi.

  34. ledysmah rismaladewi (115100301111044)

    1. Permintaan
    Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.

    Hukum Permintaan
    Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan.
    Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:
    *naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan.
    *naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan diantaranya:
    1. Selera konsumen.
    2. Pendapatan konsumen.
    3. Harga barang/jasa pengganti (barang/jasa subsituter).
    4. Harga barang/jasa pelengkap.
    5. Perkiraan harga di masa datang.
    6. Intensitas kebutuhan konsumen.
    2. Penawaran
    Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.

    Hukum Penawaran
    Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, diantaranya:
    1. Biaya produksi,
    2. Teknologi,
    3. Harga barang pelengkap dan pengganti,
    4. Pajak,
    5. Perkiraan harga barang di masa datang,
    6. Tujuan dari perusahaan.
    3. Keseimbangan dalam ilmu ekonomi menggambarkan keadaan dimana dua variabel ekonomi atau lebih saling mengadakan penyesuaian yang akhirnya mencapai keseimbangan , yaitu apabila tidak ada lagi kekuatan yang mengganggu atau merusaknya, misalnya penyesuaian antara harga dan jumlah barang. Harga dan keseimbangan (equilibrium price) terbentuk apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tersebut. Dalam hal ini harga tidak akan bergerak lagi. Harga keseimbangan akan rusak jika terjadi perubhan kekuatan-kekuatan baik dari permintaan dan penawaran maupun keduanya. Jika terjadi perubahan, maka akan terjadi keseimbangan baru.
    4. Analisis keseimbangan umum menjelaskan keterkaitan keseimbangan yang terjadi di suatu pasar terhadap keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Dengan analisis ini kemudian bisa diketahui dampak adanya gangguan keseimbangan (disequilibrium) di suatu pasar terhadap pasar lain. Adanya kenaikan input tenaga kerja akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas. Demikian pula, pola analisis keseimbangan ini bisa dikembangkan untuk menganalisis keterkaitan keseimbangan yang terjadi antar komoditas, antarsegmen ataupun antar pasar.

  35. FEBRY ARYVYANTO(115100300111006)

    1.Keseimbangan parsial
    Teori Keseimbangan parsial adalah Teori ekonomi dimana kita melihat faktor lain yang dianggap cateris paribus, artinya kita mengesampingkan faktor lain. Sehingga seolah-olah penyesuaian yang kita lakukan tidak berdampak pada pasar lain. cara demikian disebut kesetimbangan parsial. Disebut demikian karena semua pasar itu merupakan bagian dari seluruh sistem harga. satu pasar tidak bisa lepas dengan pasar yang lain. semua pasar membangun sistem pasar yang saling berkaitan, saling berpengaruh, dan saling bergantung satu sama yang lain. Kesetimbangan parsial adalah obyek dari ekonomi mikro.
    ( Drs. T. Gilarso, SJ.(PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO, 244)).

    2.Teori Kesetimbangan Umum
    Teori Kesetimbangan umum ialah Teori yang mempelajari hubungan pasar satu dengan yang lain. Lebih spesifik mempelajari antara pasar barang dengan pasar faktor sebagai suatu sistem. karena pada kenyataan suatu pasar mempengaruhi suatu sistem dalam jangka pendek maupun jangka panjang.Perubahan permintaan dan penawaran dalam suatu pasar berkaitan dan mempengaruhi permintaan dan penawaran disuatu pasar lain. untuk menjelaskan kaitannya kita menggunakan 3 pendekatan yaitu pertama, menunjukkan hubungan timbal balik antar kedua pasar dalam bentuk mata rantai perubahan yang terjadi. kedua, dengan memakai model dua sektor. ketiga dengan model analisis input-output. Kesetimbangan umum adalah obyek dari ekonomi makro.
    ( Drs. T. Gilarso, SJ.(PENGANTAR ILMU EKONOMI MIKRO, 244)).

    3.teori permintaan dan penawaran
    jika permintaan meningkat tetapi penawaran tetap, atau permintaan meningkat lebih besar dari kemampuan penawaran, maka harga bergerak naik. Sebaliknya, jika permintaan meurun dan penawaran tetap, atau penurunan permintaan lebih besar dari penurunan penawaran, maka harga menurun. jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga barang maka semakin sedikit yang meminta dan jika semakin murah suatu barang maka pembeli banyak.
    (Sawidji Widioatmodjo((New Bussiness Model, 119))
    Penggabungan antara permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penjual akan menentukan harga kesetimbangan atau harga pasar serta jumlah komoditas yang akan diperjual belikan.
    (Sugiarto Dkk(Ekonomi Mikro (Edisi Baru),34))

    4.Pengecualian teori permintaan dan penawaran
    teori penawaran dan permintaan diatas tidak berlaku pada barang inferior dan superior(mewah).misalnya pada barang mewah penurunan harga tidak akan menurunkan permintaan. malah sebaliknya, penurunan harga justru dapat menurunkan permintaan. contohnya barang antik. biasanya, semakin mahal barang anntik semakin banyak yang meminati. juga pada barang inferior misalnya orang Indoesia yang makanan pokoknya beras, maka meski singkong diturunkan belum tentu permitaan naik. dapat disimpulkan bahwa teori permintaan dan penawaran tidak berlaku pada setiap barang.
    (Sawidji Widioatmodjo((New Bussiness Model, 120))

    5.faktor yang mempengaruhi
    A. permintaan
    a. harga
    b. harga komoditas yang berpengaruh
    c. pendapatan rumah tangga dan pendapatan rata-rata masyarakat
    d. corak distribusi dan pedapatan dalam masyarakat
    e. cita rasa masyarakat
    f. jumlah penduduk
    g. ramalan mengenai masa mendatang
    (Sugiarto Dkk(Ekonomi Mikro (Edisi Baru),37))
    B. Penawaran
    a. harga
    b. harga komoditas yang berpengaruh
    c. biaya produksi
    d. tujuan dari perusahaan
    e. tingkat teknologi
    f. musim
    (Sugiarto Dkk(Ekonomi Mikro (Edisi Baru),49))

  36. patricia adelina (115100300111020)

    1)Teori Keseimbangan Umum merupakan konsep yang berbeda satu sama lain meskipun sering dijumbukkan satu dengan yang lainnya.Definisi yang sering digunakan untuk kesejahteraan adalah keadaan seorang dalam suatu system perekonomian.Dan keseimbangan didefinisikan sebagai keadaan tetap dimana pada posisi tersebut tidak ada rangsangan atau kesempatan untuk berubah.
    2) Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada bebrbagai tingkat harga selama satu periode waktu tertentu
    Kurva Penawaran
    Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
    “Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
    - Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
    - Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas.
    - Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.
    3) Hukum permintaan yang menyatakan hubungan antara perubahan harga dan kuantitas barang yang diminta berdasarkan teori (ceteris paribus) memiliki hubungan yang terbalik, perubahan harga akan sangat berpengaruh terhadap permintaan, misalnya dalam teori tersebut di katakan bahwa apabila harga suatu barang mengalami peningkatan, maka permintaan terhadap barang tersebut akan mengalami penurunan dan sebaliknya.
    4)Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah:
    a. Harga barang itu sendiri
    b. Harga barang-barang lain yang bersifat substitutive
    c. Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat
    d. Selera seseorang atau masyarakat
    e. Jumlah penduduk.
    Untuk analisis permintaan ini sangat sukar menganalisis pengaruh dari semua faktor-faktor tersebut terhadap permintaan suatu barang secara bersama-sama sekaligus. Oleh karena itu, ahli ekonomi menyederhanakan analisis tersebut, dengan menganggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh harga barang itu sendiri , sedangkan faktor-faktor lainnya dianggap tidak berubah atau ceteris paribus. Jadi, sesuai dengan hukum permintaan, yang dianalisis dalam permintaan suatu barang adalah hubungan antara jumlah barang yang diminta dan harga barang itu sendiri. Analisis permintaan ini dapat dilakukan dengan pendekatan grafis atau matematis. Pendekatan grafis akan menghasilkan kurva permintaan, sedangkan pendekatan matematis akan menghasilkan fungsi permintaan.

  37. Ikhlal Zupri Manurung (115100300111062)

    1. Teori permintaan menjelaskan hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan harga dan patuh pada hukum permintaan. Hukum permintaan menjelaskan apabila harga suatu barang naik maka jumlah barang yang diminta oleh konsumen akan turun, ceteris paribus. Sebaliknya , bila harga turun maka jumlah yang diminta akan meningkat. Oleh sebab itu, hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta adalah negative.
    2. beberapa hal penting yg perlu diperhatikan mengenai jumlah barang yang diminta:
    - Jumlah barang yang diminta adalah merupakn kuantitas yang diinginkan (desired).
    - Apa yang diinginkan merupakan permintaan yang efektif dan bukan hanya harapan kosong.
    - Kuantitas yang diminta merupakan arus pembelian yang kontinu.
    3. penawaran adalah produsen atau pengusaha. Yang dimaksud dengan penawaran adalah jumlah komoditas atau output baik berupa barang maupun jasa yang akan dijual oleh pengusaha kepada konsumen. Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan semua faktor2 yang mempengaruhinya sama halnya pada permintaan.
    Sumber: Pracoyo,Tri Kunawangsih.2006.Aspek Dasar Ekonomi Mikro.PT Grasindo;Jakarta.

    4. Teori permintaan dan penawaran ini juga tidak berlaku bagi barang inferior. Misalnya, bagi masyarakat Indonesia yang makanan pokoknya adalah beras, maka meski harga singkong diturunkan, belum tentu menaikkan permintaan. Dengan demikian, teori permintaan dan penawaran tidak mutlak berlaku bagi seluruh barang. Artinya, kalau pebisnis bisa membuat barangnya menyimpang dari teori itu, ia bisa terlepas dari kungkungan merosotnya permintaan yang harus di atasi dengan menurunkan tingkat harga.
    Sumber: Widoatmodjo,Sawidji.2005.New Busines Model.PT Gramedia;Jakarta.

  38. Deny Purwanto (115100301111024)

    1. Melalui mekanisme pasar, yaitu teori permintaan dan penawaran, masyarakat sebagai konsumen menentukan barang2 yang akan mereka beli dan dengan tingkat harga berapa. Pada akhirnya, antara kaum kapitalis sebagai produsen dan masyarakat sebagai konsumen terjadi transaksi pertukaran barang dan jasa, dimana proses transaksi ini berlangsung menurut hokum permintaan dan penawaran (supply and demand). Artinya, kaum kapitalis akan menghasilkan (to supply) barang2 sesuai dengan permintaan (demand) masytarakat.
    Sumber: Suleman,Zulkfikri.2010.Demokrasi Untuk Indonesia.PT Kompas Media Nusantara; Jakarta.
    2. Analisis permintaan dan penawaran merupakan alat yang penting untuk:
    – memahami respon harga dan kuantitas sutu komoditas terhadap perubahan variabel2 ekonomi (misalnya variabel perubahan teknologi, selera konsumen, harga komoditas lain harga factor produksi)
    -menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam menghasilkan harga dan kuantitas suatu komoditas
    -menunjukkan kebebasan yang di berikan pasar kepada konsumen dan produsen
    -menganalisis efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar(seperti pengendalian harga, kuota, pajak, subsidi, penetapan upah minimum, insentif produksi dll).
    Sumber: Suleman,Zulkfikri.2010.Demokrasi Untuk Indonesia.PT Kompas Media Nusantara; Jakarta.

    3. Jika permintaan meningkat tetapi penawaran tetap, atau permintaan meningkat lebih besar dari kemampuan penawaran, maka harga akan bergerak naik. Sebaliknya, jika permintaan menurun dan penawaran tetap, atau penurunan permintaan lebih besar dari penurunan penawaran, maka harga akan bergerak menurun.
    Sumber: Widoatmodjo,Sawidji.2005.New Busines Model.PT Gramedia;Jakarta.
    4. Apabila terjadi perubahan pada factor2 selain harga baik pada kurva permintaan maupun kurva penawaran maka akan menyebabkan pergeseran2 pada kurva tersebut maka mempengharuhi harga dan kuantitas keseimbangan. Berbagai kemungkinan pergeseran pada kurva permintaan maupun penawaran adalah sebagai berikut:
    - Apabila jumlah permintaan meningkat akan menyebabkan jumlah barang menjadi berkurang sehingga para pembeli yang tidak terpuaskan mau menawar barang tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
    - Apabila terjadi penurunan permintaan maka persediaan barang menjadi melimpah, sehingga para penjual terpaksa menawarkan harga yang lebih murah agar barang yang di jual terbeli konsumen.
    - Kenaikan penawaran menyebabkan persediaan satu barang menjadi melimpah. Oleh sebb itu bila produsen tidak mampu meningkatkan penjualannya maka dengan terpaksa harga harus di turunkan agar menarik konsumen untuk membeli barang tersebut.
    - Turunnya penawaran, misalnya karena kegagalan panen atau kegagalan produksi menyebabkan barang yang ditwarkan menjadi berkurang, oleh sebab itu harga yang ditwarkan menjadi lebih tinggi.
    Sumber: Pracoyo,Tri Kunawangsih.2006.Aspek Dasar Ekonomi Mikro.PT Grasindo;Jakarta.

  39. Chafida Rofiatul Chasnaq (115100301111016)

    1. Mekanisme harga tidak lagi mampu membagi-bagikan faktor produksi dan barang-barang konsumsi secara optimal. Teori harga merupakan masalah pokok dalam ekonomi mikro, sedangkan pembentukan pendapatan nasional adalah inti dari ekonomi makro. Dengan demikian, keseimbangan parsial adalah objek dari ekonomi mikro, sementara keseimbangan umum adalah tujuan dari ekonomi makro.
    Dalam teori memang sudah dijelaskan bahwa kurva tidak berlaku untuk semua barang. Untuk barang superior (mewah), misalnya, penurunan harga tidak akan menyebabkan penurunan permintaan. Malah sebaliknya, penurunan harga justru dapat menurunkan permintaan. Contohnya adalah barang antic. Biasanya, makin mahal harga barang antic, makin banyak yang meminati. Jadi, barang antic telah menyimpang dari pakem hukum hubungan permintaan dan harga. Demikian pula dengan saham yang memiliki fundamental keuangan yang bagus, maka akan mahal harganya. Tetapi untuk saham, makin mahal harganya makin banyak diminati.

    2. Analisis keseimbangan umum dari mashab Laussane yang berbelit-belit sulit diterapkan. Kehidupan ekonomi tidak dapat dilukiskan dengan menggunakan n variable, tetapi dengan agregat-agregat yang relative sedikit (economic magnitude), seperti Y (Yield), I (Investment), C (Consumption), S (Saving), M (Supply of Money), L (Liquidity Preference = Demand for Money), i (rate of interest), dan r (rate of return = marginal efficiency of capital). Apabila investasi dibedakan menjadi investasi swasta dan pemerintah, maka investasi pemerintah diberi sombol G (Government Expenditure); dan jika perdagangan internasional juga diperhitungkan, maka ditambah variable X (Export) dan M (import).

    3. Dalam model keseimbangan umum Walrasian, komoditas diasumsikan homogen; pasar terkonsentrasi pada sebuah lokasi tertentu; pertukaran terjadi secara spontan; dan individu-individu memiliki informasi yang sempurna tentang barang yang dipertukarkan dan tentang syarat-syarat perdagangan. Dalam model keseimbangan umum ini, pertukaran memerlukan tak lebih dari pengeluaran sejumlah uang yang cocok untuk suatu komoditas tertentu, dan harga dijadikan sebagai alat alokatif yang efisien.
    Ekspansi dalam perekonomian juga mempengaruhi kurva permintaan. Ketika siklus usaha ekspansif, kekayaan seharusnya meningkat, dan teori permintaan asset menjelaskan bahwa kurva permintaan obligasi akan naik juga. Analisis penawaran dan permintaan yang digunakan di sini memberikan kita jawaban yang tidak jelas (ambigu) terhadap pertanyaan apakah yang akan terjadi terhadap suku bunga dalam siklus usaha yang ekspansif.

    4. Walau ekonomi Neoklasik sudah mengembangkan teori pertukaran dan perdagangan dengan sangat “elegan”, sayang dalam teori-teori tersebut mereka mengabaikan biaya-biaya dalam proses pertukaran itu sendiri. Lebih jelas, dalam teori-teori ekonomi tradisional, biaya produksi hanya mencakup biaya-biaya atas tanah, SDM, dan capital yang terlibat dalam mentransformasikan atribut-atribut fisik dari suatu barang atau jasa, dan mengabaikan biaya-biaya tanah, SDM, dan capital yang terpakai dalam menentukan dan memberlakukan hak-hak kepemilikan atas barang-barang yang disebut biaya transaksi. Padahal biaya transaksi ini cukup besar. Sebagai contoh, hasil studi Wallis & North (1986) menunjukkan bahwa lebih dari 45% pendapatan nasional di Amerika Serikat digunakan untuk transaksi.
    Jika kita paham bahwa biaya total adalah penjumlahan biaya transformasi dengan biaya-biaya transaksi, ini berarti bahwa kita perlu melakukan modifikasi terhadap teori-teori ekonomi dengan mengkonstruksikan sebuah kerangka analisis baru dalam teori ekonomi mikro. Untuk memperbaiki kelemahan model keseimbangan Walrasian di atas, pakar-pakar ekonomi politik mengembangkan teori biaya transaksi.

    Sumber:
    1. http://books.google.co.id/books?id=MCaGppf8vAgC&pg=PA57&dq=teori+keseimbangan+parsial&hl=id&sa=X&ei=LhP4ToeBD4nUrQfuyajpBw&ved=0CCsQ6AEwAA#v=onepage&q=teori%20keseimbangan%20parsial&f=false
    2. http://books.google.co.id/books?id=E8sPDpge5I0C&pg=PA119&dq=teori+keseimbangan+umum&hl=id&sa=X&ei=CxT4TrL4FYrjrAfUrq36Dw&ved=0CC8Q6AEwAQ#v=onepage&q=teori%20keseimbangan%20umum&f=false
    3. http://books.google.co.id/books?id=mfktwqH5NZsC&pg=PA120&dq=aplikasi+teori+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=LxX4TpHPNIvNrQfG4tkC&ved=0CDUQ6AEwAg#v=onepage&q=aplikasi%20teori%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

  40. Solagratica Gloryandi (115100300111044)

    1. Penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain harga barang, tingkat teknologi, jumlah produsen di pasar, harga bahan baku, serta harapan, spekulasi, atau perkiraan.
    Di antara faktor-faktor di atas, harga barang dianggap sebagai faktor terpenting dan sering dijadikan acuan untuk melakukan analisis penawaran। Harga berbanding lurus dengan jumlah penawaran. Jika harga tinggi, maka produsen akan berlomba-lomba menjajakan barangnya sehingga penawaran meningkat. Sementara itu, jika harga turun, maka produsen akan menunda penjualan atau menyimpan produknya di gudang sehingga jumlah penawaran akan berkurang.
    Faktor teknologi akan mempengaruhi output barang atau jasa yang akan dihasilkan produsen. Semakin tinggi teknologi, semakin cepat barang dihasilkan, maka semakin besar pula penawaran yang terjadi.
    Harga-harga barang lain, termasuk di antaranya harga bahan baku, juga ikut mempengaruhi penawaran. Semakin mahal harga bahan baku, semakin mahal pula harga produk yang dihasilkan. Namun biasanya, kenaikan harga bahan baku cenderung mengurangi keuntungan yang diterima oleh produsen, sehingga produsen akan mengurangi tingkat produksi dan mengurangi tingkat penawaran.

    2. Penawaran (supply), dalam ilmu ekonomi, adalah banyaknya barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu। Penawaran (Supply)। Jadi Penawaran dapat didedinisikan yaitu banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjua lpada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu।
    Hukum penawaran menerangkan apabila harga sesuatu barang meningkat, kuantitas barang ditawar akan meningkat dan apabila harga sesuatu barang menurun, kuantitas barang yang ditawar akan menurun (Ceteris paribus yaitu berlaku dengan adanya persyaratan tertentu atau berlaku bila keadaan lainnya tidak berubah) Hukum ini menunjukkan wujud hubungan positif antara tingkat harga dan kuantitas barang yang ditawar. Hal ini disebabkan karena harga yang tinggi memberi keuntungan yang lebih kepada produsen, jadi produsen akan menawarkan lebih banyak barang. Harga yang tinggi, menyebabkan produen berpendapat barang tersebut sangat diminta oleh konsumen tetapi penawarannya kurang di pasaran. Produsen akan menambahkan penawaran untuk memenuhi permintaan.
    Teori penawaran yaitu teori yang menerangkan sifat penjual dalam menawarkanBarang yang akan dijual।Gerakan sepanjang dan pergeseran kurva penawaran Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran।

    3.Agregat Supply

    Menurut pendapat ahli-ahli ekonomi Klasik perekonomian akan selalu mencapai kesempatan kerja penuh. Dengan demikian pendapatan nasional akan selalu mencapai tingkat yang paling maksimum yaitu pendapatan nasional pada kesempatan kerja penuh Yf. Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara pada tahun tertentu yang digambarkan oleh Yf’ tergantung kepada faktor – faktor produksi yang tersedia. Jumlah faktor-faktor produksi inilah yang akan menentukan kedudukan Yf. Dalam grafik (a) dari gambar 2.3 perpindahan AS0 dan Yf menjadi AS1 dan Y1f menggambarkan bahwa jumlah faktor-faktor produksi yang sudah semakin banyak dan memungkinkannya untuk menaikkan produksi negara dari Yf menjadi Y1f.
    Kurva penawaran agregat yang dikaitkan dengan pendapat golongan Keynesian perlu dibedakan pada dua bentuk : yang digunakan dalam analisis Keynesian sederhana dan pandangan yang telah mempertimbangkan keadaan di pasaran tenaga kerja.Grafik (b) pada hakikatnya menggambarkan bahwa tingkat harga tidak akan mengalami perubahan sebelum tingkat kesempatan kerja penuh dicapai. Tingkat harga tidak akan mengalami perubahan dan dalam grafik tingkat harga tersebut adalah P0. Pada tingkat kesempatan kerja penuh keadaan sebaliknya akan berlaku, yaitu apabila ekspansi dalam perbelanjaan agregat masih terus berlaku, pendapatan nasional tidak dapat ditambah tetapi harga-harga akan meningkat. Penggunaan tenaga kerja yang semakin banyak akan menambah pendapatan nasional. Dengan demikian peningkatan harga akan menambah pendapatan nasional riil. Sifat dari hubungan ini digambarkan oleh kurva penawaran agregat AS di grafik (c) dan kurva ini dikembangkan oleh golongan Keynesian baru.

    Dalam analisis penawaran agregat yang dihubungkan dengan pendapat golongan Ekspektasi Rasional atau Klasik baru perlu dibedakan diantara penawaran agregat jangka pendek (short run aggregate supply atau SRAS) dengan penawaran agregat jangka panjang (long run aggregate supply atau LRAS). Yang dimaksudkan dengan “jangka pendek” dalam konsep diatas adalah jangka waktu dimana hanya harga-harga barang dan harga bahan mentah (seperti minyak) yang akan mengalami perubahan. Sedangkan dalam “jangka panjang” perubahan bukan saja berlaku ke atas tingkat harga barang-barang tetapi juga ke atas harga-harga input (bahan mentah dan faktor-faktor produksi) yang digunakan dalam proses produksi.

    4. Pergeseran kurva permintaan
    Kurva permintaan kan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

    5. Hukum Permintaan (the low of demand)
    Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
    “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
    Teori Permintaan
    Dapat dinyatakan :
    “Perbandingan lurus antara permintaan terhadap harganya yaitu apabila permintaan naik, maka harga relatif akan naik, sebaliknya bila permintaan turun, maka harga relatif akan turun.”

  41. Wahyu Indra Nurcahya(115100300111008)

    1). Teori keseimbangan parsial inttinya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di stu sektor saja.Permintaan (permintaan fungsional),Para ekonom dalam kajiannya membagi dua kelompok permintaan konsumen sehubungan dengan perilaku konsumsinya yaitu:1).Kelompok permintaan fungsional, yaitu kelompok konsumen yang meminta barang karena fungsinya (barang memiliki daya guna)
    2). Kelompok permintaan non fungsional (permintaan ini sering disebut sebagai permintaan tak rasional) yaitu permintaan yang bersifat tak direncanakan (impulsif), spekulatif,dan permintaan yang mempengaruhi efek daya guna barang.
    2).Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.Hukum permintaan berbunyi: apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan.
    Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan:
    *naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan.
    *naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan diantaranya:
    1. Selera konsumen.
    2. Pendapatan konsumen.
    3. Harga barang/jasa pengganti (barang/jasa subsituter).
    4. Harga barang/jasa pelengkap.
    5. Perkiraan harga di masa datang.
    6. Intensitas kebutuhan konsumen.
    3).Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran, diantaranya:
    1. Biaya produksi,
    2. Teknologi,
    3. Harga barang pelengkap dan pengganti,
    4. Pajak,
    5. Perkiraan harga barang di masa datang,
    6. Tujuan dari perusahaan.
    4).Analisis keseimbangan umum menjelaskan keterkaitan keseimbangan yang terjadi di suatu pasar terhadap keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Dampak adanya gangguan keseimbangan (disequilibirium) di suatu pasar terhadap pasar lain. Adanya kenaikan harga input tenaga kerja akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas, baik komoditas yang yang banyak menggunakan banyak tenaga kerja ataupun yang tidak tidak. Demikian pula, pola analisis keseimbangan umum ini bisa dikembangkan untuk menganalisis keterkaitan keseimbangan yang terjadi antarkomoditas, antarsegmen ataupun antarpasar. Analisis keseimbangan umum menganilisis adanya perubahan pada satu pasar terhadap pasar lain. Keseimbangan umum antarpasar menganalisis dampak adanya perubahan keseimbangan di suatu pasar barang terhadap harga dan kuantitas keseimbangan di pasar lain. Dengan demikian, bisa diketahui dampak perubahan di suatu pasar terhadap pangsa di pasar lainnya.

  42. Fela Pramestika (115100301111022)

    1. Metode KUT (Keseimbangan Umum Terapan =Applied General Equilibrium) merupakan salah satu sumbangan penting dari para ahli ekonomi sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi. KUT adalah suatu piranti yang potensinya melebihi metode atau cara analisis lainnya apabila diterapkan pada persoalan yang tepat. Isu-isu yang tepat untuk dianalisis
    menggunakan KUT antara lain; pergeseran struktur ekonomi, persaingan di antara pelakupelaku konomi, perubahan harga-harga relatif, dampak perdagangan intemasional, dan proteksi terhadap sektor-sektor ekonomi. Keunggulan metode KUT yang menonjol adalah komprehensivitasnya dalam ha1 ini, segala hubungan yang mengikat satu variabel dengan
    variabel lain diperhitungkan secara eksplisit.
    2. penawaran (supplay) didefinisikan sebagai hubungan statis yang menunjukkan beberapa banyak suatu komoditas yang ditawarkan (untuk dijual) pada suatu tempat dan waktu tertentu pada berbagai tingkat harga ketika factor lain tidak berubah (Tomek and Robinson, 1990). Kurva penawaran menunjukkan hubungan positif antara jumlah komoditas yang akan dijual dengan tingkat harga dari komoditas tersebut ( Lantican, 1990). Kenaikan harga dari suatu komoditas pada saat factor lain tidak berubah akan mendorong produsen untuk meningkatkan jumlah komoditas yang ditawarkan. Demikian juga sebaliknya, apabila harga komoditas tersebut turun, maka akan mendorong produsen untuk mengurangi jumlah komoditas yang ditawarkan.
    3. Jenis Elastisitas Permintaan dan Penawaran
    Ada lima jenis elastisitas permintaan :
    1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta.
    2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya.
    5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal.
    Ada lima jenis elastisitas penawaran :
    1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
    2. Penawaran tidak elastis : elastisitas 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
    5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
    4. model keseimbangan umum (general equilibrium model) dapat diilustrasikan sebagai jembatan penghubung antara model ekom\nomi makro dan mikro. Menggunakan model keseimbangan umum, analisa dampak kebijakan ekonomi makro dan kebijakan mikro dapat dilakukan secara serentak. Robinson (1989) mengemukakan bahwa model keseimbangan umum adalah sebuah model ekonomi yang paling relevan dalam penganalisisan dampak kebijakan ekonomi pemerintah jika kinerja perekonomian Negara cenderung menganut system pasar bebas, atau peran mekanisme pasar dalam perekonomian negara cenderung semakin dominant

  43. Refa Hero Prakoso (115100300111050)

    1. Permintaan adalah semua barang yang diminta oleh pasar demi memenuhi keinginan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya dan ini berbanding terbalik dengan harga barang tersebut, sedangkan penawaran adalah kegiatan produsen yang menjual hasil produksinya ke pasaran dan berbanding lurus dengan haraga barang tersebut.

    2. Ceteris Paribus, Sebutan lain untuk asumsi ini ialah asumsi other things being equal atau lain-lain hal tetap sama atau lain-lain hal tidak berubah. Yang dimaksud oleh asumsi ini ialah bahwa yang mengalami perubahan hanyalah variabel yang secara langsung dinyatakan berubah, sedangkan variabel-variabel lain yang tidak disebutkan berubah, sepanjang dalam model analisa tidak diasumsikan sebagai variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain harus dianggap tidak berubah.

    3. Dalam teori keseimbangan umum yang ditemukan oleh Walraz ini menganggap bahwa semua faktor yang mempengaruhi pemintaan dan penawaran dianggap variabel, sehingga pada dasarnya teori ini tidak berlaku hukum Ceteris Paribus. hal ini akan sesuai dengan hukum Walraz yang berbunyi “Nilai barang yang ditawarkan sama dengan nilai barang yang diminta atau setara dengan Jumlah uang yang diterima sama dengan jumlah uang yang dikeluarkan.

    4. Ekuilibrium parsial, teori ini mengasumsikan tidak adanya hubungan timbal-balik antara perbuatan-perbuatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi dengan perekonomian di mana pelaku-pelaku ekonomi tersebut berada. Misalnya, sebagai akibat berubahnya cita rasa, para konsumen tiba-tiba mengurangi pengeluaran konsumsinya. Kalau tidak dipergunakan asumsi ekuilibrium parsial, maka jika kita membuat analisa kita harus memperhitungkan pengaruh penurunan pengeluaran konsumsi tersebut terhadap pendapatan nasional, yang seterusnya juga terhadap pendapatan mereka, dan yang selanjutnya akan berpengaruh juga terhadap pola pengeluaran para konsumen tersebut. Dengan menggunakan asumsi ekuilibrium parsial unsur pemantulan semacam itu tidak kita perhatikan.

  44. Evelyn widasari (115100301111010)

    1. TEORI PERMINTAAN
    Permintaan ialah jumlah barang dan jasa yang diminta seseorang atau individu dalam waktu tertentu pada berbagai tingkat harga.Hukum Permintaan menyatakan apabila harga suatu barang turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah, ceteris paribus.Ada 2 jenis permintaan yaitu:
    Permintaanindividu(perseorangan):
    Permintaan individu adalah permintaan atas suatu barang oleh seseorang individu pada suatu tingkat harga tertentu dalam suatu waktu tertentu.
    Permintaan pasar:
    Permintaan pasar adalah jumlah permintaan semua individu dalam pasar pada suatu tingkat harga tertentu dalam suatu waktu tertentu.
    2. Teori Penawaran
    Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu.Teori penawaran adalah menerangkan sifat penjual dalam menawarkan barang yang akan dijual.
    Penawaran komoditas pada tingkat harga ditentukan banyak faktor,seperti:
    a. Harga komoditas sendiri
    b. Harga komoditas-komoditas lain
    c. Biaya produksi, yaitu biaya untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah
    d. Tujuan perusahaan
    e. Tingkat teknologi yang digunakan
    f. Musim
    Fungsi dari penawaran dituliskaan sebagai berikut:
    Qs=F(harga,harga komoditas lain,biaya produksi,tujuan perusahaan,tingkat teknologi,dll)
    Fungsi penawaran tersebut dibaca:jumlah komoditas yang ditawarkan merupakan fungsi dari harga komoditas itu sendiri,harga komoditas lain,biaya produksi,tujuan perusahaan,tingkat teknologo,dll.
    Hukum penawaran adalah adalah pernyataan yang menjelaskan sifat hubungan antara harga suatu komoditas,semakin banyak jumlah komoditas tersebut yang akan ditawarkan dan sebaliknya makin rendah harga suatu komoditas makin sedikit jumlah yang ditawarkan.
    3. Keseimbangan Umum
    Keseimbangan umum terjadi apabila pasar barang dan pasar uang berada dalam keseimbangan secara bersama-sama.Analisis keseimbangan umum menganilisis adanya perubahan pada satu pasar terhadap pasar lain. Keseimbangan umum antarpasar menganalisis dampak adanya perubahan keseimbangan di suatu pasar barang terhadap harga dan kuantitas keseimbangan di pasar lain. Dengan demikian, bisa diketahui dampak perubahan di suatu pasar terhadap pangsa di pasar lainnya. Misalkan tahu tempe menggunakan kedelai impor sebagai bahan baku utama. Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar (pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya, teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di satu sektor saja.Ahli matematika Perancis,Leon Walras yang memperkenalkan analisis keseimbangan umum (general equilibrium analisys).Cournot merupakan orang pertama yang menjalaskan bahwa ngusaha akan mencapai keuntungan maksimum (atau rugi minimum),apabila biaya marginal (marginal cost) sama persis dengan penerimaan marginal (marginal revenue) dengan menggunakan analisis kalkulus.Sementara itu,Leon Walras adalah orang pertama yang menggunakan bahasa matematika,untuk mengekspresikan berbagai macam perusahaan yang mencari laba maksimal,yang sekaligus mencerminkan saling keterkaitan antar perusahaan tersebut.

    4. Keseimbangan Parsial
    Analisis keseimbangan parsial (partial equilibrium analysis) menentukan keseimbangan harga dan jumlah barang dalam suatu pasar terlepas dari pengaruh luar misalnya pasar yang lain.Analisis keseimbangan parsial analiis yang terbatas pada pengamatan variable ekonomi terpilih yang akan diteliti,dan menganggap variable-variabel konstan.Tokoh yang cukup ternama adalah Alferd Marshall.Ia merupakan tokoh yang mengembangkan analisis keseimbangan parsial melalui karya besarnya,Principles of Economics.Dalam buku ini,Marshall mengemukakan hokum-hukum ekonomi,klasifikasi jenis dan sifat barang,klasifikasi kebutuhan manusia,serta teknik pemenuhan kebutuhan.Buah pikiran Marshall yang paling menonjol adalah konsep penggabungan antara pendekatan nilai objektif dengan nilai pendekatan nilai subjektif.Nilai objetif diwujudkan dengan sisi penawaran,sedangkan nilai subjektif diwujudkaan dengan sisi permintaan.

  45. Rizki Ameilia (115100301111042)

    1. Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu.
    Masyarakat selaku konsumen harus membeli barang atau jasa keperluannya di pasar. Keadaan ini mengandaikan bahwa barang atau jasa itu memiliki tingkat harga tertentu. Adanya berbagai macam harga di pasar selanjutnya mengandaikan adanya kondisi yang mempengaruhi. Adapun unsure-unsur yang terdapat pada permintaan yakni barang atau jasa, harga dan kondisi yang mempengaruhi. Jadi permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang dibeli dalam berbagai situasi dan tingkat harga.

    Hukum ekonomi berlaku ceteris paribus (diluar obyek yang diselidiki, keadaannya tetap tidak berubah). Singkatnya hukum permintaan adalah :
    “ Permintaan akan bertambah apabila harga turun dan akan berkurang apa bila harga naik”.

    Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan  pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu.

    Hukum penawaran berbunyi: bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

    http://ri2-aff.blogspot.com/2010/02/pengertian-permintaan-dan-penawaran.html

    2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
    1. konsumen / selera konsumen
    Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
    2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
    Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
    3. Pendapatan/penghasilan konsumen
    Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
    4. Perkiraan harga di masa depan
    Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
    5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
    Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
    1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
    biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
    2. Tujuan Perusahaan
    Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
    3. Pajak
    Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
    4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
    Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
    5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
    Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai factor

    http://ri2-aff.blogspot.com/2010/02/pengertian-permintaan-dan-penawaran.html

    3. Teori keseimbangan parsial biasanya terlihat pada hubungan antara dua variabel ekonomi, dengan asumsi variabel lain konstan dalam nilai.
    suatu kondisi keseimbangan ekonomi yang mempertimbangkan hanya bagian dari pasar, ceteris paribus , untuk mencapai ekuilibrium.

  46. Eko Wahyu Raharjo (115100300111012)

    1) Teori Permintaan Dan Penawaran
    dalam dunia ekonomi terdapat berbagai teori salah satunya teori Permintaan dan Penawaran yang terjadi karena hubungan antara konsumen dan produsen yang saling mempengaruhi harga barang atau jasa yang ada dalam suatu pasar

    2) Permintaan
    Permintaan adalah kebutuhan masyarakat / individu terhadap suatu jenis
    barang tergantung kepada faktor-faktor sebgai berikut:
    a. Harga barang itu sendiri
    b. Harga barang lain
    c. Pendapatan konsumen
    d. Cita masyarakat / selera
    e. Jumlah penduduk
    f. Musim / iklim
    g. Prediksi masa yang akan datang

    3) Penawaran
    Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
    a. Harga barang itu sendiri
    b. Harga-harga barang lain
    c. Biaya produksi
    d. Tujuan perusahaan
    e. Tingkat produksi yang digunakan

    4) Aplikasi Teori Permintaan Dan Penawaran
    Pernahkah Anda mendengar Anda harus membeli perak sekarang, sebelum terlambat?. Mungkin Anda telah mendengar Anda harus membeli koin perak, batang perak, atausaham perak. Meskipun emas telah di pertumbuhan air mata selama lebih dari setahunsekarang, karena ekonomi tidak baik dan jatuh dolar AS, para ahli banyak yangmengatakan itu bahkan lebih penting untuk membeli perak.. Ada dua alasan mendasar mengapa para ahli mengatakan ini. Pertama, rasio harga emas-ke-perak (yaitu, harga emas dibagi dengan harga perak) adalah jalan keluar yang menderaberdasarkan tren historis. Dengan kata lain, emas telah berada di air mata, tetapi kenaikanharga perak adalah cara belakang.Alasan (bahkan lebih penting) yang kedua, adalah emas tidak pernah hilang, tetapi perak sebenarnya digunakan Ada ratusan aplikasi dari perak, namun, cadangan kami sangatmenurun. Pada kenyataannya, permintaan dunia perak saat ini adalah sekitar 900 juta onsper tahun, tetapi produksi perak di seluruh dunia rata-rata hanya 480 juta ons. Dengankata lain, kami hanya memproduksi lebih dari setengah apa yang kami gunakan setiaptahun.Hal ini menciptakan pasokan selalu pengetatan untuk komoditas yang terus tumbuhsetiap tahun. Berdasarkan data dari US Geological Survey (USGS), kami akan kehabisanperak sebelum kita kehabisan setiap logam lainnya. USGS memperkirakan ada hanya8,5-18000000000 ons perak tersisa di dunia, berdasarkan kurs pertambangan dunia saatini sebesar 600 juta ons per tahun, kami akan penambangan sekitar 15 milyar ons selama25 tahun ke depan. Itu berarti kita bisa tambang semua perak yang tersisa dari bumidalam 25 tahun berikutnya!Itulah definisi yang sangat pasokan sangat terbatas, namun permintaan terus bertambah.Jadi, apa yang terjadi ketika permintaan terus bertambah untuk komoditas yang sangatberguna dalam pasokan sangat terbatas?Harga tersebut meledak! Ketika pasokan dunia perak secara efektif digunakan dengantidak ada yang tersisa di bumi, setiap ons perak Anda sendiri akan menjadi layak keberuntungan!Cara yang paling populer untuk membeli perak adalah untuk membeli elang perak.Dengan kata lain, membeli koin Amerika elang perak. Anda dapat membeli-kolektor kelas pada kolektor anggapan akan menawar sampai harga, tapi elang perak sehari-hariAmerika memberikan biaya yang jauh lebih cara yang efektif untuk membeli perak.Tentu saja, ada pilihan lain untuk membeli perak juga

  47. Rachmat Prayudi (115100300111036)

    1. Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar (pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya, teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di satu sektor saja. Analisis Input-Output (I-O) dan Social Accounting Matrix (SAM) merupakan alat analisis yang memasukkan fenomena keseimbangan umum yang didasarkan atas arus transaksi antarpelaku perekonomian dalam berbagai pasar.
    2.Untuk sebagian besar model-model analisa ekonomi mikro, didasarkan kepada asumsi berlakunya ekuilibrium parsial, yang mengasumsikan tidak adanya hubungan timbal-balik antara perbuatan-perbuatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku-pelaku ekonomi dengan perekonomian di mana pelaku-pelaku ekonomi tersebut berada. Misalnya saja, sebagai akibat berubahnya cita rasa, para konsumen tiba-tiba mengurangi pengeluaran konsumsinya. Kalau tidak dipergunakan asumsi ekuilibrium parsial, maka dalam kita membuat analisa kita harus memperhitungkan pengaruh penurunan pengeluaran konsumsi tersebut terhadap pendapatan nasional, yang seterusnya juga terhadap pendapatan mereka, dan yang selanjutnya akan berpengaruh juga terhadap pola pengeluaran para konsumen tersebut. Dengan menggunakan asumsi ekuilibrium parsial unsur pemantulan semacam itu tidak kita perhatikan.
    3. Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis
    yang menyatakan :
    “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
    dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
    naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
    apabila harga turun jumlah barang meningkat.
    Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa :
    “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang
    tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah
    harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang
    ditawarkan.”
    4. Teori permintaan menerangkan sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas (barang dan jasa) dan juga menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan. disisi lain teori penawaran menerangkan sifat para penjual dalam menawarkan komoditas yang dijualnya. Penggabungan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi antara pembeli dan penujual akan menentukan harga keseimbangan atau harga pasar, serta jumlah komoditas yang akan diperjualbelikan.

  48. Rofida Leo Badrawati (115100301111030)

    1) Teori permintaan dan penawaran
    • Teori permintaan menjelaskan hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan harga dan patuh padahukum permintaan. Hukum permintaan menjelaskan apabila harga suatu barang naik, maka jumlah barang yang diminta oleh konsumen akan turun, cateris parebus. Sebaliknya, bila harga turun, maka jumlah yang diminta akan meningkat. Oleh sebab itu, hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta adalah negatif.
    • Teori penawaran menjelaskan jumlah dari suatu barang tertentu yang mau dijual pada berbagai kemungkinan harga, dalam jangka waktu tertentu, cteris paribus.
    Ini merujuk pada hubungan fungsional antara jumlah yang mau dijual dengan harga persatuan: berapa jumlah yang mau dijual ditawarkan tergantung dari harga.
    Dari: buku Aspek Dasar Ekonomi Mikro
    Oleh Tri Kunawangsih&Anto Pracoyo

    2) Analisis keseimbangan umum menjelaskan keterkaitan keseimbangan yang terjadi di suatu pasar terhadap keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Dengan analisis ini kemudian bisa diketahui dampak adanya gangguan keseimbangan (disequilibirium) di suatu pasar terhadap pasar lain. Adanya kenaikan harga input tenaga kerja akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas, baik komoditas yang yang banyak menggunakan banyak tenaga kerja ataupun yang tidak tidak. Demikian pula, pola analisis keseimbangan umum ini bisa dikembangkan untuk menganalisis keterkaitan keseimbangan yang terjadi antarkomoditas, antarsegmen ataupun antarpasar.
    oleh: Dr. (Cand) Muhaimin, S. Ag, M. I. S.

    3) - Faktor-faktor yang memengaruhi permintaan suatu komoditas:
    • Kaitan suatu komoditas dengan berbagai jenis komoditas lainnya.
    • Distribusi pendapatan
    • Jumlah penduduk
    • Cita rasa masyarakat
    • Ramalan mengenai masa depan
    -Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
    • Harga komoditas itu sendiri
    • Harga komoditas-komoditas lain
    • Biaya produksi
    • Tujuan dari perusahaan
    • Tingkat teknologi yang digunakan
    • Musim
    Dari: buku Ekonomi Mikro (Edisi Baru)
    Oleh Sugiarto Dkk

    4) Secara umum perubahan keseimbangan yang terjadi dapat menepati salah satu dari empat kemungkinan berikut:
    • Harga keseimbangan lebih tinggi dan kuantitas keseimbangan lebih rendah
    • Harga dan kuantitas keseimbangan lebih tinggi
    • Harga dan kuantitas keseimbangan lebih rendah
    • Harga keseimbangan lebih rendah dan kuantitas keseimbangan lebih tinggi
    Dari: Ekonomi Mikro (Edisi Baru)
    Oleh Sugiarto Dkk

  49. NIMAS DWI RAHMA SARI

    1.Teori penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya. Model ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyeimbang antara kuantitas yang diminta oleh konsumen dan kuantitas yang ditawarkan oleh produsen, sehingga terciptalah keseimbangan ekonomi antara harga dan kuantitas. Model ini mengakomodasi kemungkian adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan, yang kemudian akan ditampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
    2.Teori asas permintaan dan penawaran
    Model ini digunakan dalam pasaran bebas yang terdapat persaingan sempurna di mana tiada seorang pun pembeli atau penjual yang banyak mempengaruhi harga dan harga diketahui. Kuantiti barang yang dibekalkan oleh pengeluar dan kuantiti yang dikehendaki oleh pengguna adalah bergantung kepada harga pasaran barang tersebut. Dalam teori asas penawaran (law of supply), kuantiti yang ditawar berkait dengan harga. Ia mempunyai kecerunan positif, lebih tinggi harga lebih banyak penawaran (dengan andaian ceteris paribus). Teori asas permintaan (law of demand) pula menunjukkan kaitan berlawanan antara kuantiti yang diminta dan harga iaitu lebih tinggi harga sesuatu barang, lebih rendah permintaannya (dengan andaian ceteris paribus). Faktor-faktor lain kecuali harga dianggap tidak berubah. Kaitan ini dipanggil “keluk penawaran” dan “keluk permintaan” atau ringkasnya “penawaran” dan “permintaan”.
    Teori asas penawaran dan permintaan (laws of supply and demand) menyatakan bahawa keseimbangan harga pasaran dan kuantiti sesuatu barang berada pada titik pertemuan antara permintaan pengguna dan penawaran pengeluar. Di sini, kuantiti yang ditawarkan sama dengan kuantiti yang diminta (rajah) adalah seimbang. Jika harga berada di bawah titik keseimbangan di mana pengguna meminta barang dari apa yang mahu dikeluarkan oleh pengeluar ia dipanggil kekurangan barangan. Kekurangan barangan menyebabkan harga naik di mana pengeluar akan menaikkan harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan. Jika harga barang berada di atas titik keseimbangan maka berlaku lebihan barangan. Pengeluaran akan menurunkan harga sehingga ia mencapai titik keseimbangan.
    3.Strategi pembangunan ekonomi daerah senantiasa ditekankan pada terciptanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas ekonomi, pemerataan distribusi pendapatan dan pengentasan kemiskinan. Dampak suatu kebijakan ekonomi daerah lebih tepat dianalisis berdasarkan teori keseimbangan umum (general equilibrium) dibandingkan dengan teori keseimbangan parsial (partial equilibrium).

    Teori keseimbangan umum menjelaskan bahwa pasar sebagai suatu sistem terdiri dari beberapa macam pasar (pasar barang, pasar uang, pasar tenaga kerja dan pasar modal) yang saling terkait. Sebaliknya, teori keseimbangan parsial biasanya hanya mengarahkan perhatiannya ke keseimbangan di satu sektor saja.
    4.Ekuilibrium parsial Teori
    Dikembangkan oleh ekonom Perancis Antoine Augustin Cournot (1801-1877) dan Inggris politik ekonom Alfred Marshall (1892-1924), teori ekuilibrium parsial memeriksa kondisi ekuilibrium di pasar tertentu atau bagian dari perekonomian nasional.
    Teori keseimbangan parsial biasanya terlihat pada hubungan antara dua variabel ekonomi, dengan asumsi variabel lain konstan dalam nilai.
    Para Pasokan dan model permintaan adalah model keseimbangan parsial mana clearance di pasar beberapa spesifik barang diperoleh secara terpisah dari harga dan kuantitas di pasar lain. Dengan kata lain, harga dari semua pengganti dan melengkapi , serta pendapatan tingkat konsumen adalah konstan. Hal ini membuat analisis jauh lebih sederhana daripada dalam ekuilibrium umum model yang mencakup seluruh ekonomi.

  50. PUTU NIKKI AYU TIRTA(115100300111034)

    1. hukum permintaan
    Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Apabila harga naik jumlah barang yang diminta sedikit dan apabila harga rendah jumlah barang yang diminta meningkat. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi “semakin turun tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang bersedia, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta”.

    2.Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi “semakin tinggi tingkat harga,maka semakin banyak jumlah barang yang bersedia, dan sebaliknya semakin turun tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta”.

    3. Terbentuknya Harga Pasar
    Faktor terpenting dalam pembentukan harga adalah kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran akan berada dalam keseimbangan pada harga pasar jika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan.
    proses terbentuknya harga pasar jika terdapat hal-hal berikut ini.
    a. Antara penjual dan pembeli terjadi tawar-menawar.
    b. Adanya kesepakatan harga ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

    4. Teori penawaran dan permintaan
    Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar
    persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam
    pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga
    barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi
    ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki
    kemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih
    mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang.
    Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana.Terdapat empat kemungkinan pergeseran kurve permintaan dan
    penawaran :
    a. Permintaan bertambah ( kurve permintaan bergeser ke kanan)
    b. Permintaan berkurang ( kurve permintaan bergeser ke kiri)
    c. Penawaran bertambah ( kurve penawaran bergeser ke kanan)
    d. Penawaran berkurang ( kurve penawaran bergeser ke kiri).

    sumber: Fachmi Basyaib(Teori Pembuatan Keputusan)

  51. Enggar Wanu Firmansyah (115100300111018)

    1) TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    a. permintaan dan penawaran dapat bergarak dengan bebas dan leluasa. harga yang terbentuk merupakan pencerminan masyarakat karena permintaan merupakan kemampuan konsumen untuk membeli barang atau jasa, sedangkan penawaran merupakan kemampuan produsen untuk menjual barang atau jasa.
    b. teori permintaan dan penawaran itu sendiri adalah ketika harga barang atau jasa itu naik maka permintaan akan turun dan penawaran akan naik, dan sebaliknya jika harga barang atau jasa turun maka permintaan akan naik dan penawaran akan turun.
    http://books.google.co.id/books?id=RQ_mXpuCl9oC&pg=PA165&dq=teori+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=WCP4Tr2_CIjyrQfu2PTSDw&ved=0CDsQ6AEwAw#v=onepage&q=teori%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

    2) KURVA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    a. Kurva permintaan
    -> adalah suatu kurva yang meyatakan hubunga antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah harga barang tertentu yang diminta para pembeli.
    -> jika harga barang mahal maka permintaan sidikit
    b. kurva penawaran
    -> adalah suatu kurv yang menyatakan hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tertentu yang ditawarkan oleh penjual
    -> jika harga barang naik maka penawaran akan naik
    source
    http://matakuliah.files.wordpress.com/2007/09/te-mik-2.pdf

    3) FAKTOR YANG MEMPENGARIHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    a. faktor yang mempengaruhi permintaan
    1. harga barang itu sendiri
    2. harga barang lain yang berkaitan
    3. pendapatan masyarakat
    4. selera dan kebiasaan masyarakat
    5. jumlah penduduk
    6. perkiraan harga di masa mendatang

    b. faktor yang mempengruhi penawaran
    1. biaya produksi
    2. tingkat tekologi
    3.harga barang lain
    4. tujuan perusahaa
    5. pajak
    6. perkiraan harga di masa mendatang
    source
    http://books.google.co.id/books?id=8Zfa58zTBZQC&pg=PT88&dq=faktor-faktor+yang+mempengaruhi+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=IUH4TpWAA8XLrQeM0KX-Dw&ved=0CDEQ6AEwAA#v=onepage&q=faktor-faktor%20yang%20mempengaruhi%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

    4) ANALISA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
    a. memahami respon harga dan kuatitas suatu komoditas tehadap variabel-variabel ekonomi (misalnya variabel perubahan teknologi teknologi, selera konsumen, harga komoditas lain, dan faktor produksi)
    b. menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli dalam menghsilkan harga da kuantitas suatu komoditas
    c. menunjukan kebebasan yang diberikan pasar dan kepada konsumen dan produsan
    d. mengangalisis efek berbagai intervensi kebijakan pemerintah di pasar seperti pengendalia harga, kuota, pajak subsidi dll.
    Source :
    http://books.google.co.id/books?id=MYOovq0jHSsC&pg=PA34&dq=teori+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=WCP4Tr2_CIjyrQfu2PTSDw&ved=0CCsQ6AEwAA#v=onepage&q=teori%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

    5) KESEJAHTARAAN DAN KESEIMBANGAN UMUM
    kesejahteraan dan keseimbangan umum adalah dua koknsep hal yang berbeda. Definisi kesejahteraan umum itu sendiri adalah suatu keadaan seseorang dalam keadaan tertentu dalam suatu sistem perekoomian. Dan keseimbangan umum adalah suatu keadaan tetap dimana pada posisi tersebut tidak ada kesempatan untuk berubah.
    Source :
    http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/teori_ekonomi_mikro/bab12_kesejahteraan_dan_keseimbangan_umum.pdf

    keseimbangan umum membahas tentang hubungan pasar yang satu dengan pasar yang lainnya, khususya pasar barang dan pasar faktor dari suatu keseluruhan. Karena pada kennyataannya harga pasar yang satu mempengaruhi harga pasar yang lainya, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.
    Source :
    http://books.google.co.id/books?id=hhikIZd2NugC&pg=PA244&dq=keseimbangan+umum&hl=id&sa=X&ei=NDH4ToCyDc-GrAfM5oHhDw&ved=0CDQQ6AEwAg#v=onepage&q=keseimbangan%20umum&f=false

  52. hazhenda beta p(115100300111038

    Teori permintaan dan penawaran
    1. Permintaan dalam bahasa ekonomi (demand) dan penawaran (supply) merupakan penentu tingkat harga suatu barang dan jasa yang berkaitan dengan interaksi antara pembeli dan penjual di pasar. Interaksi tersebut dapat diterangkan dengan memahami teori permintaan dan penawaran.Dalam teori permintaan menerangkan tentang sifat dari permintaan pembeli pada suatu komoditas, serta menerangkan hubungan antara jumlah barang atau jasa yang diminta dengan penentuan harga.Sedang teori penawaran menerangkan tentang sifat dari penjual dalam menawarkan suatu komoditas. Penggabungan kedua teori tersebut dapat menghasilkan suatu harga keseimbangan.
    2. Pengertian permintaan dan penawaran baru menunjukan jumlah yang mau dibeli atau mau dijual. Pada berbagai kemungkinan harga dan belum menentukan berapa jumlah barang yang sungguh-sungguh diperjual belikan dan berapa sesungguhnya harga barang itu. Dalam ilmu ekonomi keseimbangan harga / keseimbangan pasar terjadi ketika orang yang bersediamembeli permintaan dengan jumlah orang yang bersedia menjual (menawarkan) pada harga tertentu. Dalam pasar oblogasi diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan
    3. Analisis permintaan dan penawaran digunakan untuk menggambarkan mekanisme pasar. Tanpa campur tangan pemerintah. Permintaan dan penawaran dengan sendirinya akan mencapai keseimbangan harga dan komoditas yang diperjual belikan
    4. Dalam permintaan dan penawaran dipengaruhi beberapa factor permintaan dan penawaran diantaranya:
    • Pendapatan konsumen
    Jika pendapatan konsumen naik maka konsumen cenderung membeli lebih banyak barang, jika pendapatan turun konsumen lebih sedikit membeli barang
    • Harga barang suptitusi an komplementer
    Perubahan barang yang mempunyai fungsi sama akan mempengaruhi jumlah barang yang diminta . jika harga barang subtitusi naik konsumen cenderung meminta barang lebuh banyak
    • Biaya produksi
    Jika biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi barang rendah maka jumlah barang yang dihasilkan banyak, dan sebaliknya
    • Kemampuan perusahaan berproduksi
    Jika perusahaan memiliki kemampuan yang tinggi untuk menghasilkan produk, tentu jumlah produk yang dihasilkan juga semakin besar sehingga barang yang ditawarkan semakin besar

  53. WIDI AYU SIGMA PRATIWI (115100300111070)

    1. Permintaan dalam ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai kuantitas barang atau jasa yang rela dan mampu dibeli oleh konsumen selama periode waktu tertentu berdasarkan kondisi-kondisi tertentu.
    2. Permintaan suatu barang atau jasa pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
    Harga dari barang atau jasa itu
    Pendapatan konsumen
    Harga dari barang-barang atau jasa yang berkaitan
    Ekspektasi konsumen yang berkaitan dengan harga
    Selera konsumen
    Banyaknya konsumen potensial
    Pengeluaran iklan
    Atribut atau features dari produk itu
    faktor-faktor spesifik lain yang berkaitan dengan permintaan terhadap produk X
    3. Perbedaan penawaran antara lain disebabkan adanya perbedaan kualitas dan kuantitas faktor-faktor produksi yang dimiliki kedua negara
    4. Analisis permintaan dan penawaran digunakan untuk menggambarkan mekanisme pasar.Tanpa campur tangan pemerintah,permintaan dan penawaran dengan sendirinya akan mencapai keseimbanganharga dan jumlah komoditas yang diperjualbelikan.Bagaimana harga dan jumlah bervariasi sepanjang waktu, tergantung pada bagaimana permintaan dan penawaran bereaksi terhadap perubahan variabel ekonomi lainnya.

  54. Nur Fitriana (0911030041)

    1. Keseimbangan Parsial
    Adanya analisis keseimbangan parsial karena semua pasar itu merupakan bagian dari keseluruhan sistem harga. Dasarnya sistem perekonomian ini terdiri dari dari ribuan pasar. Tetapi pasar-pasar tersebut tidaklah lepas yang satu dari yang lain, melainkan bersama-bersama merupakan satu sistem pasar dimana semua pasar itu saling berkaitan, saling pengaruh-mempengaruhi dan saling bergantung satu dengan yang lainnya (judul: Pengantar Ilmu Ekonomi, hal 244 oleh Drs. T. Gilarso).

    2. Teori Keseimbangan Umum
    Teori Keseimbangan Umum (general equilibrium analysis), yang membahas hubungan antara pasar yang satu dengan yang lain, khususnya antara pasar barang dan pasar faktor sebagai satu keseluruhan (general). Karena kenyataanya harga di pasar yang satu ikut mempengaruhi harga di pasar-pasar yang lain, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan permintaan atau penawaran di pasar yang satu berkaitan dengan dan ikut mempengaruhi permintan dan penawaran di pasar yang lain (judul: Pengantar Ilmu Ekonomi, hal 244 oleh Drs. T. Gilarso).
    Model keseimbangan umum (general equilibrium model) dapat diilustrasiknn sebagai jembatan penghubung antara model ekonomi makro dan mikro. Menggunakan model keseimbangan umum, analisis dampak kebijakan ekonomi makro dan kebijakan mikro dapat dilakukan secara serentak (Jurnal: Topologi Model Komputasi Keseimbangan Umum, Oleh Edison Hulu).

    3. Asumsi dan definisi Teori penawaran dan permintaan
    Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun diantara mereka memiliki kapasitas untuk mempengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memilikikemampuan untuk mempengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana (judul: Ilmu Ekonomi Mikro (Mikroekonomi), Oleh Nicholson).

    4. Aplikasi Teori Permintaan dan Penawaran
    Dalam model pasar persaingan sempurna yang dikembangkan pakar-pakar ekonomi murni, harga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar. Dalam proses ini, baik konsumen maupun maupun produsen tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk bisa menaikkan atau menurunkan permintan dan enawaran mereka, tetapi karena jumlah pembeli dan penjual di pasar sangat banyak maka tindakan perorangan tersebut tidak cukup signifikan untuk bisa mempengaruhi harga di pasar. Pada akhirnya baik konsumen maupun produsen bertindak sebagai price takers, menerima tingkat harga yang terbentuk di pasar. Dalam model pasar persaingan sempurna, harga terbentuk sebagi proses interaksi sukarela antara konsumen dan produsen (judul: Ekonomi Politik, hal 142 oleh Deliarnov).

  55. R. Ayu Dini Mahardika (0911030049)

    1. Teori Keseimbangan Parsial : Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price (Silberberg, Eugene dan Wing Suen, The Structure of Economics: A Mathematical Analysis, edisi ketiga, New York, NY: McGraw-Hill Companies, Inc., 2001).
    2. Permintaan dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam (Tati Suhartati, 2003, Teori Ekonomi Mikro, Penerbit Salemba Empat, Jakarta).:
    a. Permintaan absolut (absolut demand).
    Permintaan absolut adalah seluruh permintaan terhadap barang dan jasa baik yang bertenaga beli/berkemampuan membeli, maupun yang tidak bertenaga beli.
    b. Permintaan efektif (effective demand)
    Permintaan efektif adalah permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai kemampuan membeli.
    3. Teori penawaran dan permintaan biasanya mengasumsikan bahwa pasar merupakan pasar persaingan sempurna. Implikasinya ialah terdapat banyak pembeli dan penjual di dalam pasar, dan tidak satupun di antara mereka memiliki kapasitas untuk memengaruhi harga barang dan jasa secara signifikan. Dalam berbagai transaksi di kehidupan nyata, asumsi ini ternyata gagal, karena beberapa individu (baik pembeli maupun penjual) memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga. Seringkali, dibutuhkan analisa yang lebih mendalam untuk memahami persamaan penawaran-permintaan terhadap suatu barang. Bagaimanapun, teori ini bekerja dengan baik dalam situasi yang sederhana (Tati Suhartati, 2003, Teori Ekonomi Mikro, Penerbit Salemba Empat, Jakarta).
    4. Analisis keseimbangan umum menjelaskan keterkaitan keseimbangan yang terjadi di suatu pasar terhadap keseimbangan di pasar-pasar lainnya. Dengan analisis ini kemudian bisa diketahui dampak adanya gangguan keseimbangan (disequilibirium) di suatu pasar terhadap pasar lain. Adanya kenaikan harga input tenaga kerja akan berpengaruh terhadap pasar tenaga kerja dan pasar komoditas, baik komoditas yang yang banyak menggunakan banyak tenaga kerja ataupun yang tidak tidak. Demikian pula, pola analisis keseimbangan umum ini bisa dikembangkan untuk menganalisis keterkaitan keseimbangan yang terjadi antarkomoditas, antarsegmen ataupun antarpasar (Dr. (Cand) Muhaimin, S. Ag, M. I. S.).

  56. Nisaul Fitriani (0911030036)

    1. Teori keseimbangan parsial (general/partial equilibrium) adalah kondisi ekonomi dimana hanya akan mempertimbangkan kondisi pasar. Teori keseimbangan persial merupakan objek dari ekonomi mikro. Teori sistem melengkapi kita dengan suatu metode dan teknik dalam membuat model, mempelajari dan mengkoordinir hubungan holistic sepanjang waktu. Teori-teori Parsial yang sudah ada saat ini hanya cukup untuk membuat prakiraan akurat untuk situasi yang sangat ekstrim. Teori-teori parsial itu menjadi suatu teori gabungan lengkap yang akan menjelaskan segala sesuatu yang ada dalam semesta ( judul : Gempita Tarian Kosmos oleh : Sandi Setiawan ).
    2. Teori keseimbangan umum adalah tujuan dari ekonomi makro. Analisis keseimbangan umum Mishap Laussane sulit diterapkan. kehidupan ekonomi tidak hanya dilukiskan dengan menggunakan n variabel, tetapi dengan agregat-agregat yang relative sedikit (economic magnitudes ). Dalam analisis ekonomi telah dimasukkan unsur dinamis, khususnya faktor harapan ( expectation ) dan faktor psikologis, serta faktor keterceceran pengeluaran ( expenditure laq ) dalam proses pelipat gandaan ( multiplier ). Dalam model keseimbangan umum walrasian komoditas diasumsikan homogen. pasar terkonsentrasi pada sebuah lokasi tertentu., pertukaran terjadi secara spontan, dan individu-individu memiliki informasi yang sempurna tentang barang yang ditukarkan dan tentang syarat-syarat perdagangan ( judul : Ekonomi Politik oleh: Deliarnov )
    3. Teori permintaan dan penawaran adalah interaksi antara pembeli dan penjual dipasar, dan akan menentukan tingkat harga dari apa yang diperjual-belikan. Teori permintaan menerangkan tentang bagaimana sifat dari pembeli dari suatu komoditas, dan menerangkan hubungan antara jumlah yang diminta dan harga serta pembentukan kurva permintaan. Di sisi lain teori penawaran menerangkan tentang sifat dari peenjual dan komoditas yang dijual. Penggabungan permintaan pembeli dan penawaran penjual dapat menunjukkan bagaimana interaksi dalam menentukan harga yang seimbang dari komoditas yang diperjual-belikan. Meskipun dalam beberapa hal sifat-sifat permintaan dan penawaran, tetapi secara garis besar pola-pola yang berlaku untuk semuanya adalah sama. Analisis ini berfungsi untuk ( judul: Ekonomi Mikro oleh: Sugiarto,Dkk )
    • memahami respon harga dan kuantitas suatu komoditas terhadap variabel ekonomi
    • menganalisis interaksi yang kompetitif antara penjual dan pembeli
    • menunjukkan kebebasan pasar kepada konsumen dan produsen.
    4. Dalam perekonomian pasar bebas harga yang terbentuk merupakan pencerminan keinginan masyarakat karena permintaan merupakan pencerminan kemampuan konsumen dan penawaran adalah pencerminan kemampuan produsen menjual. Besarnya permintaan bergantung pada manfaat yang diperoleh konsumen dalam menghasilkan barang-barang lain. Besarnya penawaran ditentukan oleh biaya produksi. Dalam teori permintaan dan penawaran dapat ditentukan berapa harga dan konsep elastisitas suatu komoditas ( judul : Pengantar Ekonomi Pertanian oleh : Rita Hanavie )

  57. Riska Pratiwi Purnomo (0911033039)

    1. Aplikasi secara numerik dan empiris dari model keseimbangan umum disebut model Applied General Equilibrium (AGE) atau model Computable General Equilibrium (CGE).
    Dalam disertasi ini untuk selanjutnya digunakan istilah model CGE atau model
    komputasi keseimbangan umum.Secara umum pengembangan model CGE dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu:
    • Model Johansen
    • Model Scarf
    • Model Jorgenson
    • Model Adelman dan Robinson
    2. -Hukum permintaan
    “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut
    dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau
    naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya
    apabila harga turun jumlah barang meningkat.
    – Daftar Permintaan
    Daftar permintaan ialah suatu tabel yang memberi gambaran dalam angka-angka tentang hubungan antara harga dengan jumlah yang diminta masyarakat. Ia menggambarkan besarnya permintaan yang ada pada berbagai tingkat harga.
    – Kurva Permintaan
    “Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.” Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
    3. – Hukum penawaran
    “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

    -Daftar Penawaran
    Daftar penawaran yang gambaran yang menunjukan jumlah penawaran pada berbagai tingkat harga.

    -Kurva penawaran
    “Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu
    barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.
    -Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar
    harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
    - Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
    - Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar.

    4. Unsur penting dalam membahas permintaan :
    1. Perubahan harga
    2. Perubahan pendapatan, dan
    3. Hukum permintaan ( P ↓ ‡D ↑ )
    Apabila dikaji dari aspek kendala
    anggaran konsumen : bilamana terjadi kenaikan pendapatan apabila ( I ↑ / P ↓ )‡ pendapatan riil (bukan pendapatan nominal).

  58. andy subhekti (115100300111028)

    1.Permintaan Pasar dan Kurva Permintaan (market demand curve), menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta dari berbagai tingkat harganya.
    Hukum Permintaan (law of demand), menyatakan bahwa jika harga naik maka jumlah permintaan turun, ceteris paribus. Atau sebaliknya.
    Ceteris paribus, adalah asumsi bahwa faktor-faktor lain/selain harga dianggap konstan.
    Permintaan pasar adalah akumulasi dari seluruh permintaan-permintaan individual
    Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang ; Harga barang, Harga barang lain, Selera, Pendapatan, Ekpektasi dan faktor non ekonomi
    2. Penawaran Pasar dan Kurva Penawaran Pasar, adalah keinginan dan kemampuan penjual menawarkan/ memproduksi sejumlah barang pada berbagai tingkat harga.
    Hukum Penawaran, hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga adalah searah, ceteris paribus.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran; Biaya produksi, tingkat persaingan, teknologi, ekspektasi pasar dan faktor non ekonomi yang lain.
    3.Pada teori keseimbangan parsial perubahan suatu variable independen atau guncangan (shock) tertentu seperti pendapatan atau teknologi, efeknya hanya dapat diamaati terhadap kuantitas permintaan konsumen atau penawaran produsen untuk komoditas itu sendiri tanpa melihat efeknya terhadap permintaan dan penawaran komoditas lain yang berhubungan dengan komoditas tersebut, serta efeknya terhadap permintaan dan penawaran faktor-faktor produksi
    Pendekatan keseimbangan parsial tidak dapat mengukur dampak yang ditimbulkan terhadap kinerja perekonomian pada tingkat ekonomi makro dan kesejahteraan rumah tangga, teori keseimbangan parsial tidak mampu merekam saling keterkaitan antar aktivitas ekonomi, yang cenderung semakin komplek dengan berkembangnya kegiatan perekonomian
    4.Teori keseimbangan umum menjelaskan pasar sebagai suatu system yang terdiri atas beberapa macam pasar yang saling terkait antara satu pasar dengan pasar lainnya. Keseimbangan umum terjadi jika permintaan dan penawaran pada masing-masing pasar dalam system tersebut dalam kondisi keseimbangan secara simultan. Tingkat harga keseimbangan yang terwujud merupakan solusi dari system persamaan simultan yang menggambarkn perilaku setiap pelaku ekonomi dan keseimbangan disetiap pasar. Apabila dalam kondisi keseimbangan terjadi gangguan yang mengakibatkan ketidakseimbangan (disequilibrium) pada suatu pasar secara parsial, akan segera diikuti oleh penyesuaian di pasar yang bersangkutan dan selanjutnya terjadi proses penyesuaian di pasar lainnya (simultaneous adjusment) yang membawa perekonomian kembali pada kondisi keseimbangan yang baru secara keseluruhan

  59. Okky Kharismawati Bhaskara (115100301111038)

    1) Hukum permintaan dan penawaran
    Di semua level perekonomian, keputusan tentang apa yang dibeli dan dijual ditentukan terutama oleh kekuatan permintaan dan penawaran.
    Permintaan adalah kemauan dan kemampuan pembeli untuk membeli produk (barang atau jasa) tertentu.
    Penawaran adalah kemauan dan kemampuan produsen untuk menawarkan barang atau jasa tertentu untuk dijual. Pada umumnya, permintaan dan penawaran mengikuti hukum dasar sebagai berikut :
    a. Hukum permintaan : Pembeli akan membeli (permintaan) lebih banyak produk ketika harganya turun dan membeli lebih sedikit ketika harganya meningkat.
    b. Hukum penawaran : Produsen akan menawarkan (penawaran) lebih banyak produk untuk dijual ketika harganya meningkat dan lebih sedikit ketika harganya turun.

    Sumber : Buku.
    Ricky W. Griffin dan Ronald J. Ebert.2007. Bisnis Edisi Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

    http://books.google.co.id/books?id=TGlFD_Huj7UC&pg=PA15&dq=hukum+permintaan+dan+penawaran&hl=id&sa=X&ei=RU74TrCwH8XOrQePteXNDw&ved=0CDAQ6AEwAQ#v=onepage&q=hukum%20permintaan%20dan%20penawaran&f=false

    2) Faktor yang mempengaruhi besar-kecilnya jumlah permintaan dan penawaran suatu barang atau jasa.
    a. permintaan : jumlah penduduk, intensitas kebutuhan masyarakat terhadap barang, selera masyarakat terhadap barang, dan daya beli masyarakatnya.
    b. penawaran : biaya produksinya, tingkat kemajuan teknologinya, kebutuhan terhadap uang, dan tujuan tertentu dari penjual atau produsen.

    Sumber : Buku.
    Saraswati, Mila dan Ida Widaningsih. 2008. Kumpulan Soal Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung :Grafindo Media Pratama.

    http://books.google.co.id/books?id=XCzvgEDR380C&pg=PA159&dq=faktor+yang+mempengaruhi+penawaran+dan+permintaan+pasar&hl=id&sa=X&ei=vGr4TrGjHpDMrQfIuMEG&ved=0CDMQ6AEwAg#v=onepage&q=faktor%20yang%20mempengaruhi%20penawaran%20dan%20permintaan%20pasar&f=false

    3) Keseimbangan parsial dan keseimbangan umum
    Pengaruh faktor-faktor pada pasar bisa dikesampingkan dulu dengan anggapan ceteris paribus. Maka pasar yang satu dibicarakan lepas dari kaitannya dengan pasar yang lain, pasar barang/jasa dibahas lepas terpisah dari pasar faktor produksi. Cara atau pendekatan ini disebut analisis keseimbangan parsial. Disebut demikian karena semua pasar itu merupakan bagian (part) dari keseluruhan sistem harga. Memang, sistem perekonomian kita terdiri dari ribuan “pasar”. Tetapi pasar-pasar tersebut tidaklah lepas yang satu dari yang lain, melainkan bersama-sama merupakan satu sistem pasar, di mana semua pasar itu saling berkaitan, saling mempengaruhi, dan saling bergantung satu dengan yang lainnya. Maka, dalam pasal ini perhatian kita eralih ke analisis kesimbangan umum (general equilibrium analysis), yang membahas hubungan antara pasar yang satu dengan pasar yang lain, khususnya antara pasar barang dan pasar faktor sebagai satu keseluruhan (general). Karena kenyataannya harga di pasar yang satu ikut mempengaruhi harga di pasar-pasar yang lain, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap perubahan permintaan atau penawaran di pasar yang satu berkaitan dengan permintaan dan penawaran pasar yang lain. Untuk menjelaskan bagaimana kaitan antara pasar barang dan pasar faktor kita pergunakan tiga pendekatan, pertama, dengan menunjukkan hubungan timbal-balik antara kedua pasar tersebut dalam entuk mata-rantai perubahan yang akan terjadi. Kedua, dengan memakai model dua sektor, dan ketiga, dengan model analisis input-output.

    Sumber : Buku
    Gilarso, T. 2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro Edisi Revisi. Yogyakarta : Kanisius

    http://books.google.co.id/books?id=hhikIZd2NugC&pg=PA254&dq=teori+keseimbangan+parsial&hl=id&sa=X&ei=cWH4Tu3xIIWGrAfd_dXgDw&sqi=2&ved=0CDIQ6AEwAg#v=onepage&q=teori%20keseimbangan%20parsial&f=false

    4) Aplikasi keseimbangan permintaan dan penawaran dalam bidang pertanian
    Analisis stabilitas keseimbangan sistem penawaran dan permintaan beras dievaluasi dengan mencari akar-akar dari persamaan karakteristik (Simatupang, 1995) dari matriks perhitungannya. Sistem keseimbangan dapat dikatakan stabil jika dan hanya jika bagian riil dari semua nilai matriks lebih kecil dari nol. Nilai lamda bertanda positif dan negatif menandakan bahwa salah satu bagian riil matriks tersebut bernilai lebih kecil dari nol, artinya keseimbangan sistem penawaran dan permintaan beras berada dalam kondisi stabil. Meskipun dalam jangka pendek kebijakan harga telah menyebabkan sistem penawaran dan permintaan keluar dari keseimbangan (divergen), dalam jangka panjang sistem tersebut kembali menuju keseimbangan dan berada dalam kondisi yang stabil (konvergen). Sejalan dengan analisis di atas, Adnyana dan Julin (1993) serta Adnyana dan Zakaria (1993) menyebutkan bahwa kebijaksanaan kenaikan harga pupuk telah menyebabkan penurunan permintaan pupuk dan penawaran gabah. Pemerintah berusaha menghindari penurunan produksi dan penurunan pendapatan petani, sehinggga diberi kompensasi kenaikan biaya produksi dengan meningkatkan harga gabah sebesar persentase dari rasio penurunan penawaran output terhadap penurunan permintaan input. Oleh karena itu, apaila rasio harga gabah terhadap harga pupuk naik, maka dalam jangka panjang tidak mengganggu stabilitas penawaran dan permintaan beras. Implikasi dari kajian ini adalah bahwa kebijakan harga input pupuk dan harga output gabah tidak menimbulkan gangguan stabilitas pasar, penawaran dan permintaan beras relatif stabil, artinya cukup aman untuk dilaksanakan. Kajian dengan menggunakan model keseimbangan dinamis untuk sistem penawaran dan permintaan beras di Indonesia telah mampu mengevaluasi pengaruh jangka pendek maupun jangka panjang dari kebijakan harga input dan output pertanian. Artinya, metode ini dapat diimplementasikan untuk kajian pada komoditas pertanian maupun komoditas luar pertanian.

    Sumber : Jurnal Agro Ekonomi, Volume 23 No.1, Mei 2005 : 71-81
    Sri Nuryanti. Analisa Keseimbangan Sistem Penawaran dan Permintaan Beras di Indonesia.

    http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/JAE%2023-1d.pdf

    atau

    http://pdftop.net/preview/YToyOntpOjA7czo2MDoiaHR0cDovL3BzZS5saXRiYW5nLmRlcHRhbi5nby5pZC9pbmQvcGRmZmlsZXMvSkFFJTIwMjMtMWQucGRmIjtpOjE7czo2NToiQU5BTElTQSBLRVNFSU1CQU5HQU4gU0lTVEVNIFBFTkFXQVJBTiBEQU4gUEVSTUlOVEFBTiBCRVJBUyBESSAuLi4iO30=

  60. Mas'ud Effendi

    Terima kasih atas catatannya!

  61. Ahmad Sofyanto(115100300111072)

    1. Seperti yang kita kenal sejak sekolah menengah,permintaan dan penawaran membentuk hubungan yang saling berbalik. Secara harfiah bisa dimaknai baha permintaan adalah Kesediaan seorang untuk membeli barang dalam berbagai jumlah pada tingkat harga tertentu. Sementara pnawaran adalah Keseluruhan jumlah barang yang bersedia ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Dan nilai keduanya akan saling berlawanan jika digambarkan dalam suatu kurva
    2. Ada dua macam jenis permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukungnya. Kemudian keduanya dibagi lagi Berdasarkan Daya Beli dibagi menjadi tiga; Permintaan efektif, permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa disertai kemampuan membayar. Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian. Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Yang kedua berdasarkan jumlah subjek pendukungnya dibagi dua yakni Permintaan individu,permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar
    3. Sama halnya dengan permintaan, penawaran pun sama memiliki macam lebih dari satu. Penawaran individu, jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual
    Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar.
    4. Permintaan selalu berhubungan dengan pembeli, sedangkan penawaran berhubungan dengan penjual Apabila antara penjual dan pembeli berinteraksi, maka terjadilah kegiatan jual beli. Pada saat terjadi kegiatan jual beli di pasar, antara penjual dan pembeli akan melakukan tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan harga. Pembeli selalu menginginkan harga yang murah, agar dengan uang yang dimilikinya dapat memperoleh barang yang banyak. Sebaliknya, penjual menginginkan harga tinggi, dengan harapan ia dapat memperoleh keuntungan yang banyak. Perbedaan itulah yang dapat menimbulkan tawar-menawar harga. Harga yang telah disepakati oleh kedua belah pihak disebut harga pasar. Dan proses di atas dipengaruhi oleh terjadinya tawar-menawar Antara penjual dan pembeli serta Adanya kesepakatan harga ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>