browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pengantar Ilmu Ekonomi Kelas N

Posted by on December 27, 2011

Catatan tentang Teori Biaya Perusahaan!

42 Responses to Pengantar Ilmu Ekonomi Kelas N

  1. dola restiana

    Nama : Dola Restiana
    Nim : 115101001111014

    1. Salah satu memaksimalkan keuntungan produsen atau perusahaan adalah dengan meminimalkan biaya produksi.
    2. Keuntungan atau kerugian dalam teori ini merupakan perbedaan antara hasil penjualan dan biaya produksi. Keuntungan diperoleh apabila hasil penjualan melebihi biaya produksi, dan kerugian akan dialami apabila hasil penjualan kurang dari biaya produksi.
    3. Biaya Eksplisit pada pengeluaran aktual dalam perusahaan yaitu untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi.Dan biaya Implisit merupakan biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
    4.Dalam teori biaya perusahaan ada beberapa organisasi perusahaan. Yang diantaranya yaitu:
    -Perusahaan perorangan.
    -Firma.
    -perseroan terbatas.
    -Perusahaan negara.
    -Perusahaan yang dikendalikan secara koperasi.

  2. Danan Anggid Pamuka (115100701111026)

    1. DEFINISI BIAYA
    Berikut ini adalah beberapa definisi biaya menurut pakarnya :
    a. Menurur Mulyadi
    Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi satuan untuk satuan tertentu.
    b. Sunarto
    Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikomsumsi untuk memperoleh pendapatan.
    c. Sulasriningsih dan Zulkifli
    Dalam artian sempit, biaya merupakan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva, sedangkan dalam artian luas, biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang dapat diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau secara potensial akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.

    2. MACAM-MACAM BIAYA
    Sedangkan macam-macam biaya antara lain yaitu :
    Menurut Mulyadi (2005:14) terdapat berbagai macam biaya dalam satu perusahaan yaitu :
    1. Biaya Produksi
    Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.
    2. Biaya Pemasaran
    Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.
    3. Biaya Administrasi dan Umum
    Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

    3.BIAYA PRODUKSI
    Pengertian Biaya produksi
    Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha. Semua faktor–faktor produksi yang dipakai adalah merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang.
    Menurut Sherman Rosyidi, biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat diambil kesimpulan bahwa biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk, baik barang maupun jasa.
    Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu
    • Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran nyata dari kas perusahaan untuk membeli atau menyewa jasa-jasa faktor produksi yang dibutuhkan dalam berproduksi. Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, dll.
    • Biaya implicit adalah biaya yang tidak terlihat.
    Biaya implicit ini tidak dikeluarkan langsung dari kas perusahaan. Biaya implicit diperhitungkan dari faktor-faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaan. Contoh: Penggunaan gedung milik perusahaan sendiri.

    4. HARGA POKOK PRODUKSI
    Menurut Horngen (1993:75) ada tiga unsur utama di dalam biaya suatu produk yaitu : bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang terdiri dari overheadpabrik variabel dan overhead pabrik tetap.
    Biaya barang yang telah diselesaikan selama suatu periode disebut harga pokok produsi barang selesai atau disingkat harga produksi (Soemarso,1996:295). Harga pokok produksi terdiri dari biaya pabrik ditambah persediaan dalam proses awal periode,dikurangi persediaan dalam proses akhir periode. Untuk dapat menghitung harga pokok produksi dapat digunakan system biaya standar.
    1. Standar Biaya Bahan Baku
    Standar pemakaian bahan baku ditentukan dari rata-rata pemakaian bahan baku masing masing jenis bahan dalam suatu komposisi. Dengan demikian untuk menentukan pemakaian bahan baku maka pertama harus ditentukan presentase yang terkait dengan hal itu. Persentase yang bervariasi tergantung kuantitas bahan baku yang digunakan dan yang telah memenuhi uji laboratorium yang memenuhi standar kualifikasi bahan.
    2. Standar Biaya Tenaga Kerja Langsung
    Standar biaya tenaga kerja langsung dihitung dengan caara menentukan tarif biaya tenaga kerja langsung per jam dikalikan dengan standar waktu ( jam ) yang digunakan untuk memproduksi suatu produk.
    3. Standar Biaya Overhead Pabrik
    a. Standar Biaya Overhead Pabrik Variabel
    b. Standar Biaya Overhead Pabrik Tetap
    Manfaat Biaya Standar Bagi Keputusan pabrik
    Biaya standar digunakan dalm berbagai tujuan antara lain :
    1. Sebagai alat pengawasan kinerja dan biaya
    2. Sebagai alat pengambil keputusan
    3. Sebagai alat pengukuran biaya yang rasional
    4. Menghemat biaya pencatatan

  3. Santi Duwimustaroh (115100713111004)

    1) Biaya perusahaan menurut fungsi pokok perusahaan digolongkan menjadi:
    • Biaya produksi, yaitu biaya yang terjadi untuk pada saat proses produksi, contoh biaya bahan baku,biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik (didalamnya terdiri dari, biaya bahan penolong, biaya upah tak langsung, biaya listrik pabrik, gaji mandor, biaya air dan telepon bagian pabrik, dan lain lain selain biaya tenaga kerja dan bahan baku yang terjadi di dalam pabrik).
    • Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya yang terjadi berhubungan dengan pengaturan dan koordinasi perusahaan diluar produksi dan pemasaran, misal gaji bagian administrasi dan umum, biaya perlengkapan kantor, biaya listrik dan telepon perusahaan, dan lain-lain.
    • Biaya pemasaran dan penjualan, yaitu biaya yang terjadi sehubungan adanya kegiatan penjualan dan pemasaran, misal biaya iklan/promosi, gaji bagian pemasaran, dan lain-lain.

    2) Berdasarkan fungsi pokoknya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut biaya primer (primer cost) sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut biaya konversi (conversition cost).

    3) Biaya-biaya perusahaan juga dapat dikelompokkan dalam biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dan yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
    • Biaya-biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.
    Dalam melekukan kegiatan usahanya, perusahan mengeluarkan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka memperoleh penghasilan, dalam sisi komersial pengeluaran-pengeluaran tersebut meliputi :

    1.Biaya bahan baku
    2.Biaya bahan pembantu/penolong
    3.Biaya overhead pabrik
    4.Biaya gaji pabrik
    5.Biaya karyawan kantor dan pemasaran
    6.Biaya pemasaran
    7.Biaya adminstrasi
    Biaya-biaya tersebut diatas secara komersial, semuanya mengurangi penghasilan bruto, namun untuk kepentingan laporan perpajak tidak semua biaya dapat mengurangi penghasilan bruto. Untuk keperluan pelaporan PPh Badan penyesuaian/kareksi terhadap biaya/penghasilan yang dilaporkan dalam pembukuan komersial.

    • Biaya-biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto.

    Sesuai dengan pasal 9 UU No. 10 tahun 1994 tidak semua biaya-biaya dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Diman biaya-biaya tersebut meliputi :

    1.Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun misalnya deviden
    2.Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu dan anggotanya
    3.Pembentukan dana cadangan kecuali cadangan piutang tak tertagih untuk usaha bank dan sewa guna usah dengan hak opsi, cadangan untuk usaha asuaransi, dan cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan yang ketentuanya dan syarat-syaratnya ditetapakan oleh Menteri Keuangan
    4.Premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakan, asuransi jiwa, asuransi bea siswa yang dibayarkan wajib pajak orang pribadi kecualai dibayar oleh pembari kerja dan premi tersebut dihitung sebagai penghasilan bagi wajib pajak yang bersngkutan
    5.Pengganti atau imbalan sehubungan dengan pekerjan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natural dan kenikmatan, misal dalam bentuk bensin, gula dan beras dll
    6.Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan
    7.pajak penghasilan
    8.Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi pemegang saham atau orang yang menjadi tanggungannya.
    9.Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham.
    10.Sanksi administrasi berupa bunga, denda berdasarkan perundang-undangan perpajakan.

    4) Beban-beban yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dapat dibagi dalam 2 golongan berdasarkan waktu manfaat yang dihasilkan, yaitu:
    a) beban atau biaya yang mempunyai masa manfaat tidak lebih dari 1 tahun(biaya pada tahun yang bersangkutan, misalnya gaji, biaya administrasi dan bunga, biaya rutin pengolahan limbah dan sebagainya) dan;
    b) beban yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.(pembebanannya dilakukan melalui penyusutan atau melalui amortisasi. Disamping itu apabila dalam suatu tahun pajak didapat kerugian karena penjualan harta atau karena selisih kurs, maka kerugian-kerugian tersebut dapat dikurangkan dari penghasilan bruto).

  4. Sarsiyani

    1. Menurut Supriyono (1999 : 16) biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau yang digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenue) dan akan di pakai sebagai pengurang penghasilan.
    Menurut Mulyadi (1999 : 8) dalam arti luas biaya adalah : pengorbanan sumber ekonomis, yang di ukur dalam satuan uang, yang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam arti sempit diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva yang di sebut dengan istilah harga pokok, atau dalam pengertian lain biaya merupakan bagian dari harga pokok yang dikorbankan di dalam suatu usaha untuk memperoleh penghasilan.
    2. Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas atau kegiatan volume.
    Pengolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas terutama untuk tujuan perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan. Tendensi perubahannya terhadap aktivitas dapat dikelompokkan menjadi :
    a. Biaya tetap
    b. Biaya variabel
    c. Biaya semi variabel
    3. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tidak berubah dengan adanya output perusahaan dalam jangka pendek, perusahaan tidak bisa menghindarinya atau mengubahnya meskipun produksinya nol.
    Biaya variabel adalah biaya yang tergantung pada tingkat output yang dipilih. Biaya tetap plus biaya variabel sama dengan biaya total (total cost, TC = TFC + TVC).
    4. Biaya tetap rata-rata (AFC-average fixed cost) adalah biaya tetap total dibagi dengan kuantitas output. Begitu output meningkat, biaya tetap rata-rata turun dengan tajam karena jumlah total yang sama dibagi atas kuantitas output yang makin besar. Fenomena ini disebut spreading overhead.
    Banyak kombinasi input yang bisa digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu. Biaya variabel total (TVC-total variabel cost) adalah jumlah semua biaya yang beragam sesuai output dalam jangka pendek.
    Biaya variabel rata-rata (AVC-average variable cost) sama dengan biaya variabel total dibagi dengan kuantitas output.
    Biaya total rata-rata (ATC-average total cost) sama dengan biaya total dibagi dengan kuantitas output. ATC juga sama dengan jumlah biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-rata.

  5. Bagaskara Yunianta K.

    Nama : Bagaskara Yunianta Kusumaputra
    NIM : 1151000111010
    Kelas : N

    1. Konsep Biaya Produksi.
    a). Salah satu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan adalah dengan minimisasi biaya produksi.
    b). Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap biaya produksi alternatif atas sumber daya yang digunakan.
    c). Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi) perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi
    d). Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.

    2. Suatu usaha dapat dikatakan tinggi tingkat pengungkitannya apabila biaya tetap adalah relatif lebih besar (tinggi) dari pada biaya variabel. Pada umumnya, penggunaan analisis pengungkitan operasi menyatakan secara tidak langsung tingginya tingkat risiko keuntungan sepanjang waktu. Dalam arti kata, peningkatan nilai pengungkitan operasi menyatakan lebih bervariasinya keuntungan sepanjang waktu, oleh karena itu tinggi tingkat risikonya.

    3. Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.

    4. Perdagangan internasional sering dibatasi oleh berbagai pajak negara, biaya tambahan yang diterapkan pada barang ekspor impor, dan juga regulasi non tarif pada barang impor. Secara teori, semuha hambatan-hambatan inilah yang ditolak oleh perdagangan bebas. Namun dalam kenyataannya, perjanjian-perjanjian perdagangan yang didukung oleh penganut perdagangan bebas ini justru sebenarnya menciptakan hambatan baru kepada terciptanya pasar bebas. Perjanjian-perjanjian tersebut sering dikritik karena melindungi kepentingan perusahaan-perusahaan besar.

  6. Arum Wahyuningtya115101000111008s

    1. Pengertian Biaya Produksi
    Inti dari teori biaya sebenarnya merupakan kumpulan dari penalaran danpenjelasan lain yang dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menjelaskanperilaku biaya. Yang dimaksud dengan biaya dalam pengertian ekonomi adalahsemua beban yang harus ditanggung untuk menyediakan barang/jasa agar siapdikonsumsi konsumen. Dalam analisis kita, tidak perlu dibedakan antara biayaproduksi dan biaya pemasaran, karena dua alasan :
    pertama,
    fokus pembahasannya adalah beban yang harus ditanggung kedua, perilakunyahampir sama.
    2. Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu :
    1. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    2. Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    3. Penggolongan Biaya
    Menurut Mulyadi (2005:13), Biaya digolongkan sebagai berikut;
    1. Menurut Objek Pengeluaran. Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu berdasarkan penjelasan singkat mengenai suatu objek pengeluaran, misalnya pengeluaran yang berhubungan dengan telepon disebut “biaya telepon”.
    2. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan, biaya dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu: (1). Biaya Produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. (2). Biaya Pemasaran, adalah biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya biaya iklan, biaya promosi, biaya sampel, dll. (3). Biaya Administrasi dan Umum, yaitu biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk, contohnya gaji bagian akuntansi, gaji personalia, dll.
    3. Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang Dibiayai. Ada 2 golongan, yaitu: (1). Biaya Langsung (direct cost), merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. (2). Biaya Tidak Langsung (indirect cost), biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, dalam hubungannya dengan produk, biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik.
    4. Menurut Perilaku dalam Kaitannya dengan Perubahan Volume Kegiatan, biaya dibagi menjadi 4, yaitu (1). Biaya Tetap (fixed cost), biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu, contohnya; gaji direktur produksi. (2). Biaya Variabel (variable cost), biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas, contoh; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung. (3). Biaya Semi Variabel, biaya yang jumlah totalnya berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel, contoh; biaya listrik yang digunakan. (4). Biaya Semi Fixed, biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
    5. Menurut Jangka Waktu Manfaatnya, biaya dibagi 2 bagian, yaitu; (1). Pengeluaran Modal (Capital Expenditure), yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat/benefit pada periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang. (2). Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure), pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi.
    4. Agar dapat bersaing dalam pasaran sekarang, perusahaan harus dapat menciptakan suatu produk baik barang maupun jasa yang harganya lebih rendah atau paling tidak sama dengan harga yang ditawarkan para pesaingnya. Untuk dapat memperoleh produk seperti itu, perusahaan harus berusaha sebisa mungkin mengurangi biaya yang harus dikeluarkan pada proses porduksinya. Salah satu metode yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Jepang untuk lolos dari keterpurukan setelah kalah perang dan dibom atom setelah perang dunia kedua adalah target costing. Konsep target costing sangat sesuai sejalan dengan meningkatnya persaingan serta tingkat penawaran yang jauh melampaui tingkat permintaan, maka kekuatan pasar memberi pengaruh yang semakin besar terhadap tingkat harga. Untuk itulah diperlukan target costing untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dalam rangka pengurangan biaya (cost reduction), yang pada akhirnya akan membawa dampak terhadap tingkat harga yang kompetitif.

  7. Pupuh Fathurahman 115101000111026

    1. Konsep Biaya Produksi

    Salah satu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan adalah dengan minimisasi biaya produksi.
    Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap biaya produksi alternatif atas sumber daya yang digunakan.
    Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi) perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi.
    Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
    2. Produksi
    Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan).
    Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;
    Karakteristik fungsi produksi
    Harga input yang digunakan dalam proses produksi

    3. Analisis Biaya Jangka Panjang (Long-run average cost atau LAC)
    Long-run average cost (LAC), menunjukkan biaya rata-rata terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost combination)
    Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel.
    Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek.
    Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).

    4. Dalam teori biaya perusahaan ada beberapa organisasi perusahaan, yang diantaranya yaitu:
    Perusahaan perorangan.
    Firma.

    perseroan terbatas.

    Perusahaan negara.

    Perusahaan yang dikendalikan secara koperasi.

  8. Maria ulfa

    Nama : Maria ulfa
    Nim : 115100707111014

    TEORI BIAYA PERUSAHAAN
    1. Teori Produksi
    Di dalam faktor- faktor produksi yang digunakan dan untuk masing-masing faktor produksi tersebut beberapa jumlah yang akan di gunakan dan untuk memecahkan persoalan aspek yang harus di penuhi :
    A. Komposisi faktor produksi yang bagaimana perlu di gunakan untuk menciptakan tingkat yang tinggi
    B. Komposisi faktor produksi yang bagaimana akan meminimumkan biaya produksi yang di keluarkan untuk suatu tingkat produksi tertentu.
    Fungsi produksi
    Hubungan di antara faktor-faktor produksi dan tingkat produksi di namakan fungsi produksi faktor-faktor produksi,dapat dibedakan kepada empat golongan yaitu:
    -Tenaga kerja
    -Tanah
    -Modal
    -Dan keahlian keusahawanan
    Faktor produksi yang akan meminimumkan biaya produksi dan besarnya pembayaran kepada faktor produksi yang akan di gunakan dan besarnya hasil tambahan penjualan yang diwujudkan oleh faktor produksi.
    -Jangka panjang : Suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksi firma-firma yang memisalkan periode tersebut adalah cukup panjang dan memungkinkan firma-firma menambah suatu faktor produksi yang di perlukan dalam operasinya
    -Jangka pendek : Suatu periode dalam analisis kegiatan memproduksi firma yang memisahkan bahwa dalam periode tersebut hanya satu faktor produksi saja (tenaga kerja ) yang jumlahnya dapat diubah .
    -Firma (perusahaan) : Unit produksi dalam teori ekonomi yang berfungsi menghasilkan barang yang diperlukan konsumen/ pembeli.
    -Industri : Gabungan semua firma yang menjalankan kegiatan menghasilkan suatu jenis barang tertentu. semua firma tersebut merupakan keseluruhan penjual dalam pasar suatu barang.
    2. Hubungan Biaya Produksi dengan Hasil Produksi
    a.Biaya = f (Q) dimana Q = Output
    b.Output = f(X) dimana X = Input
    c.Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan).
    d.Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;
    1. Karakteristik fungsi produksi
    2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
    Analisis Biaya Jangka Panjang (Long-run average cost atau LAC)
    • Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel.
    • Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek.
    • Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).

    3. Fungsi produksi
    Fungsi produksi didefinisikan sebagai spesifikasi teknis yang menjelaskan hubungan antara input dan outputdi dalam proses produksi. Secara analitis produksi dibedakan antara produksi jangka pendek dan produksi jangka panjang. Produksi jangka pendek terdiri dari input variabel (kualitas berubahapabila output berubah) dan input tetap (kualitas tetap walaupun output berubah),sedangkanproduksi jangka panjang hanya terdiri dari input variabel.

    4. Kurva-kurva biaya
    Kurva-kurva biaya dapat digambarkan dalam berbagai bentuk. Bentuk tersebut tergantung pada hubungan yang terdapat pada fungsi produksi. Misalnya,aapabilaterjadi kenaikan hasil yang konstandan MC konstan,maka kurva-kurvaAVC dan SAC (biaya rata-rata jangka pendek) berbentuk garis mendatar dan besarnya konstan.
    Penawaran jangka pendek oleh perusahaan
    Dalam janka pendek perusahaan tetap berproduksi,meskipun AVC < P <SAC, karena perusahaan masih memproduksi kontribusiuntuk menutup sebagian biaya tetapnya, sehingga kerugian lebih kecil dibandingkan apabila perusahan tersebut menghentikan produksinya.
    Kurva learningmenghubungkan biaya produksi rata-rata per satuanoutput dengan tingkat-tingkat output kumulatif sejak proses produksidimulai. Kurva learning menunjukkan bahwa sementara pengalaman perusahaan dalam berproduksi bertambah,para manajer dan pekerja menemukan cara untuk menaikkan produksinya per periode waktu dan karena itu manajer dan pekerja dapatmenurunkan biaya produksi per satuan outputnya.

  9. FACHLUL AYU AGUSTINA (115100713111008)

    1. Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.
    Dua jenis biaya produksi
    a) Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
    b) Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.
    2. Beberapa pengertian biaya dalam jangka pendek
    a. Biaya tetap total (total fixed cost)
    Biaya tetap total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor produksi yang bersifat tetap. Contoh : pembelian mesin, bangunan dll
    b. Biaya variabel total (total variable cost)
    Biaya variabel total yaitu keseluruhan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh factor produksi yang bersifat variabel. Misalnya biaya tenaga kerja, pembelian bahan baku, bahan penolong dll
    c. Biaya marjinal (marginal cost)
    Biaya marjinal yaitu kenaikan biaya yang dikeluarkan perusahaan sebagai akibat kenaikan satu unit output. MCn = TCn – TCn-1
    d. Biaya tetap rata-rata (per unit) atau average fixed cost
    Biaya tetap rata-rata yaitu biaya tetap yang dibebankan kepada satu unit output. AFC = TFC / Q. Q = jumlah output yang dihasilkan dari penggunaan sejumlah biaya tetap total tertentu.
    e. Biaya variabel rata-rata (per unit) atau average variable cost
    Biaya variabel rata-rata yaitu biaya variabel yang dibebankan kepada kepada setiap unit output. AVR = TVC/Q
    f. Biaya total (total cost)
    Biaya total yaitu keseluruhan biaya produksi yang digunakan untuk menghasilkan sejumlah output tertentu baik yang bersifat tetap maupun variabel. TC = TFC + TVC
    g. Biaya rata-rata (average cost)
    Biaya rata-rata Yaitu biaya diproduksi yang diperhitungkan untuk setiap unit output. AR = TC/Q
    3. Perusahaan yaitu suatu badan usaha yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
    a. Perusahaan ditinjau dari sisi Teori Ekonomi
    - Tidak dibedakan atas kepemilikannya, jenis usahanya maupun skalanya.
    - Terfokus pada bagaimana memperoleh keuntungan yang maksimum
    b. Tujuan perusahaan
    Tujuan utama : Memaksimumkan keuntungan
    Tujuan lain :
    a. Memenuhi kebutuhan masyarakat umum
    b. Meningkatkan volume penjualan
    c. Menjaga stabilitas politik
    4. Bentuk-bentuk organisasi perusahaan
    a. Perusahaan perseorangan
    • Dikelola oleh perseorangan
    • Banyak yang tidak berbadan hukum
    • Jumlahnya sangat banyak tetapi sumbangan produksi secara nasional kecil
    • Pemiliknya mempunyai kebebasan yang tidak terbatas atas usahanya
    • Modal kecil dan sulit akses pinjaman
    b. Firma
    • Dimiliki oleh beberapa orang
    • Modal dikumpulkan dari anggota firma
    • Setiap anggota bertanggungjawab atas firma tsb
    • Akses pinjaman relatif lebih mudah
    • Pengambilan keputusan lebih lamban dibandingkan dengan perusahaan perseorangan
    c. Perseroan terbatas
    • Produksi dan penjualannya mendominasi perekonomian secara nasional
    • Relatif sangat mudah memperoleh pinjaman
    • Modal bisa berasal dari penjualan surat berharga (saham)
    • Antara pemilik dan pengelola merupakan dua pihak yang terpisah
    d. Perusahaan negara
    • Produksi dan penjualannya mendominasi perekonomian secara nasional
    • Relatif sangat mudah memperoleh pinjaman
    • Modal bisa berasal dari penjualan surat berharga (saham)
    • Antara pemilik dan pengelola merupakan dua pihak yang terpisah
    e. Koperasi
    -Tujuan utamanya tidak untuk memperoleh keuntungan tetapi meningkatkan kesejahteraan anggota
    -Modal berasal dari anggota

  10. Ayu Yasri Putri

    Ayu Yasri Putri (115101001111022)

    1. Biaya marginal adalah perubahan(tambahan) biaya total sebagai akibat perubahan (ditambahnya) tingkat poduksi dengan satu-satuan. Sama dengan perubahan dalam biaya total (TC) dibagi dengan perubahan dalam output: MC = ΔTC/ ΔQ. (dalam jangka pendek sama dengan perubahan biaya variable total dibagi dengan perubahan output).

    Biaya tetap adalah jenis biaya yang secara keseluruhan tidak berubah bila perusahaan mengubah besar produksi atau outputnya. Merupakan biaya untuk sumber daya tetap. Ynag termasuk biaya tetap : sewa tanah/gedung, asuransi, gaji tenaga tetap dan biaya lain yang meskipun perusahaan tidak berproduksi, namun tetap mengeluarkan biaya.

    2. Biaya variable : biaya perusahaan yang besarnya sesuai dengan volume kegiatan usaha.
    Biaya tetap rata-rata: biaya tetap total dibagi dengan output
    Biaya variable rata-rata: biaya variable total dibagi output
    Biaya marjinal jangka panjang: mengukur perubahan biaya total jangka panjang per unit perubahan output
    Biaya total jangka panjang: menunjukan biaya total minimum dari memproduksi tiap tingkat output bila setiap skala operasi yang diinginkan dapat dibangun
    Biaya marginal: perubahan biaya atau variable total per unit perubahan output
    Biaya total: jumlah dari biaya tetap total ditambah biaya variable total.

    3. Penggunaan konsep biaya relevan untuk keputusan tingkat output dan harga secara tepat membutuhkan suatu pemahaman antara biaya dari suatu perusahaan atau dengan kata lain fungsi biayanya tergantung pada fungsi produksi perusahaan dan fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut
    Average fixed cost : AFC=TFC/Q
    Average variable cost : AVC=TFC/Q
    Average (total) cost : AC. TFC/Q=AFC+AVC
    Marginal cost : ΔTC/ΔQ=dTC/dQ

    4. Kurva biaya jangka pendek
    Baik biaya tetap maupun biaya variable akan mempengaruhi biaya jangka pendek suatu perusahaan. Sebuah kurva jangka pendek biaya total pada setiap tingkat output adalah jumlah dari biaya tetap total dan biaya variable total

    Kurva biaya jangka panjang
    Dalam jangka panjang, suatu perusahaan tidak mempunyai input tetao. oleh karena itu semua biaya jangka panjang adalah variabel. Selain itu, sebagaimana kurva biaya jangka pendek menggunakan kombinasi-kombinasi input yang optimal(leats cost combination) untuk memproduksi setiap tungkat output(pada skala pabrik tertentu), maka kurva biaya jangka panjang juga dapat dibuat dengan menggunakan asumsi bahwa pabrik yang optimal(pada tingkat teknologi tertentu) digunakan untuk memroduksi tingkat output tertentu

  11. Sefti Yuliana

    Nama : Sefti Yuliana
    Nim : 115101001111002

    1. Kurva biaya rata-rata jangka panjang menunjukkan biaya rata-rata untuk setiap tingkat output apabila semua input dapat diubah batau apabila semua input merupakan input variabel. Kurva biaya marginal jangka panjang menunjukkan biaya marginal untuk memproduksi setiap satuan tambahan output apabila perusahaan bebas untuk mengubah semua input faktor produksinya.

    2. Besarnya biaya jelas berhubungan dengan banyak sedikitnya jumlah produk yang dihasilkan. Dengan menambah jumlah yang dihasilkan, biaya produksi akan ikut bertambah. Jenis jenis biaya :
    a. Biaya tetap ialah biaya yang jumlahnya secara keseluruhan, tidak berubah, jika ada perubahan dalam besar kecilnya jumlah produk yang dihasilkan (sampai batas tertentu)
    b. Biaya variabel ialah biaya yang jumlahnya betubah-ubah sesuai dengan (tergantung dari) besar kecilnya jumlah produksi.
    c. Biaya total ialah jumlah biaya tetap dan biaya variabel TC = FC + VC

    3. Kurva biaya total jangka pendek menunjukkan biaya produksi minimum pada berbagai tingkat input. Biaya ini mencakup biaya eksplisit maupun biaya inolisit. Biaya eksplisit merupakan pengeluaran aktual yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli atau menyewa input yang diperlukan. Biaya inplisit merupakan nilai input yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam proses produksinya. Nilai input yang dimiliki ini harus dimasukka atau diperkirakan menurutapa yang dapat mereka peroleh dalam penggunaan alternatif terbaik.

    4. Biaya produksi adalah biaya yang dapat berupa biaya produksi dibebankan da biaya produksi diperhitungkan. Harga pokok produk jadi ditambah dengan sediaan produk dalam proses akhir disebut dengan biaya produksi diperhitungkan atau biaya produk dihasilkan (harga pokok produk dihasilkan). Biaya produksi dibebankan atau biaya produk diproses adalah biaya pabrik (manufaturing cast) ditambah sediaan produk dalam proses awal. Hal ini terlihat pada anggaran biaya produksi yang dalam realisasinya disebut laporan biaya produksi atau laporan harga pokok produksi (cost of production report).

  12. Umi lathifah(115100713111002)

    1.Macam-macam biaya :
    Menurut Mulyadi (2005:14) terdapat berbagai macam biaya dalam satu perusahaan yaitu :
    a. Biaya Produksi
    Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.
    b. Biaya Pemasaran
    Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.
    c. Biaya Administrasi dan Umum
    Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.

    Menurut Prof. Dr. Soeharno,TS.,SU dalam buku teori mikro ekonomi,2006,C.V ANDI,Yogyakarta menjelas kan beberapa konsep biaya antara lain:
    a.Biaya langsung dan Biaya tidak langsung
    b.Biaya ekplisit dan biaya implisit
    c.Biaya kesempatan dan biaya historis
    d.biaya incremental
    e.Biaya relavan
    f.biaya variabel dan biaya tetap

    2.Jangka waktu manfaatnya.
    Menurut Mulyadi (2005:14) Berdasarkan jangka waktu manfaatnya biaya dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu:
    1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditures). Merupakan biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akutansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasi atau dideplesi. Contohnya adalah pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap, untuk reparasi besar terhadap aktiva tetap, untuk promosi besar-besaran, dan pengeluaran untuk riset dan pengembangan suatu produk.
    2. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditures). Biaya ini merupakan pengeluaran yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan, misalnya: biaya iklan, biaya telex, dan biaya gaji.

    Menurut sadono sukirno dalam buku nya MIKRO EKONOMI TEORI PANGANTAR Edisi 3, 2005,PTRajagrafindopersada,Jakarta

    3.KURVA BIAYA JANGKA PENDEK
    Baik biaya tetap maupun biaya variabel akan mempengaruhi biaya jangka pendek sebuah perusahaan. Sebuah kurva biaya total jangka pendek ditunjukkan oleh gambar 5.1.(a). Tampak jelas pada gambar tersebut, biaya total atau total cost (TC) pada setiap tingkat output adalah jumlah dari biaya tetap, total atau fixed cost (JFC) dan biaya variabel total atau variabel cost (TVC).

    Karena biaya-biaya, apakah biaya rata-rata ataupun biaya marjinal, digunakan hampir untuk semua tujuan-tujuan pembuatan keputusan operasional, maka akan sangat bermanfaat bagi kita untak menelaah biaya-biaya ini.
    Average Fixed Cost (AFC) =

    Average Variabel Cost (AVC) =

    Average Total Cost (AC) = AFC + AVC =

    Marginal Cost =

    4.KURVA BIAYA JANGKA PANJANG
    Dalam jangka panjang, suatu perusahaan tidak mempunyai input tetap, oleh karena itu semua biaya jangka panjang adalah variabel. Selain itu, sebagaimana kurva-kurva biaya jangka pendek mengggunakan kombinasi-kombinasi input yang optimal (least cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu), maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asumsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu) digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu.

    Gambar 5.1. Kurva-kurva biaya jangka pendek

  13. nama : vicky Angga Cahyana nim : 115101000111012

    1. Perusahaan adalah suatu organisasi yang menggabungkan dan mengorganisasi berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk dijual. Dan tujuan ekonomi perusahaan adalah memaksimumkan keuntungan.

    2.Penerimaan Total dan Biaya Total
    Penerimaan Penerimaan Total (TR) adalah Jumlah yang diterima perusahaan dari
    penjualan produk yang dihasilkannya.
    Biaya Total (TC) adalah Jumlah yang dikeluarkan oleh perusahaan
    untuk membeli input yang digunakannya.

    3.Keuntungan perusahaan adalah penerimaan total perusahaan dikurangi biaya total yang dikeluarkannya.
    (keuntungan = TR -TC)

    4. Dalam teori biaya terdapat macam-macam biaya berdasarkan pengunaan :
    -Biaya Explisit
    -Biaya implisit
    -Biaya Eksternal
    -Biaya Internal
    Berdasarkan jangka waktu:
    -Biaya Jangka pendek
    -Biaya Jangka panjang

  14. FADIYA ILLAHIYYAH (115101000111014)

    .Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu :
    a. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    b. Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    2.Model Operasi
    Bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan
    rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan.Ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
    a.Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    b. Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    c. Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada
    keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi
    kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena
    kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi
    terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya
    tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan
    semua biaya tetapnya.
    d. Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan,
    perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak
    memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan
    yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya
    variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap.
    Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar
    dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.
    3.Unsur-unsur biaya dalam perusahaan industri antara lain biaya bahan baku,biaya tenaga kerja langsung,biaya produksi tak langsung,dan biaya komersial.
    4. Biaya Bahan Baku
    Bahan baku merupakan bahan yang utama digunakan dalam proses produksi dan menjadi bagian pokok dalam produk selesai yang dihasilkan.
    5.Biaya Tenaga Kerja Langsung
    Merupakan biaya yang dibayarkan kepada tenaga kerja yang secara langsung menangani proses produksi.
    6.Biaya Produksi Tak Langsung
    Biasa disebut juga sebagai biaya overhead pabrik, merupakan biaya yang terjadi selama proses produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, biaya tersebut secara tidak langsung membebani produk yang dihasilkan. Contohnya : Biaya bahan penolong,Biaya perlengkapan pabrik,Baiaya gaji mandor,Biaya servis mesin pabrik, Biaya asuransi pabrik, dll
    7.Biaya Komersial
    Selain biaya produksi yang berhubungan dengan proses produksi terdapat pula biaya komersil yang dikeluarkan dalam rangka penjualan produk jadi. Biaya komersil terdiri dari dua macam yaitu :Biaya Penjualan dan Biaya Administrasi dan Umum

  15. Fajar Narta O

    Nama : Fajar Narta O
    NIM : 115101000111004

    1.. Teori biaya perusahaan
    Perusahaan adalah suatu organisasi yang menggabungkan dan mengorganisasiberbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk dijual. Terdapat jutaan perusahaan didunia. Perusahaan – perusahaan ersebut meliputi perusahaan perorangan (perusahaan yag dimiliki oleh satu orang), persekutuan atau kemitraan (perusahaan yang dimiliki oleh lebih dari satu orang), dan perseroan (dimiliki oleh pemegang saham). Teori perusahaan yang mempostulatkan bahwa maksud atau Tujuan perusahaan adalah untuk mencari keuntungan semaksimal mungkin.

    2. Hubungan biaya produksi
    – Fungsi Biaya Produksi adalah hubungan imput dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya produksi output tergantung pada biaya atas input yang digunakan)
    - Perilaku Biaya Produksi dipengaruhi oleh :
    1. Karakteristik fungsi produksi
    2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi

    3. BIAYA PRODUKSI JANGKA PANJANG
    Dalam jangka panjang, perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga: biaya produksi tidak perlu dibedakan menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Semua pengeluaran dianggap biaya variabel.

    Fungsi biaya rata-rata jangka panjang akan:
    (a) Menurun, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah meningkat,
    (b) Konstan, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah konstan, dan
    (c) Meningkat, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah menurun.
    Fungsi biaya rata-rata jangka panjang adalah merupakan kurva amplop dari sejumlah kurva biaya rata-rata jangka pendek.

    4. Bentuk Organisasi Perusahaan
    Perusahaan Perseorangan
    - Modal, hasil produksi dan penjualannya tidak terlalu besar
    - Milik Pribadi
    Firma
    - Dimiliki beberapa orang
    - Modal cukup besar
    - Tanggung Jawab bersama dalam menjalankan perusahaan
    Perseroan Terbatas
    - Modal besar
    - Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan
    Perusahaan Negara
    - Pada umumnya berbentuk PT
    - Pemilik saham : Pemerintah
    - Pengurus perusahaan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah
    Koperasi
    - Didirikan bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk kesejahteraan anggota
    - Terdiri dari: koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit

  16. Chatarina Sonya

    CHATARINA SONYA(115101000111006)

    1.Pengertian Biaya produksi
    Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan factor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha. Semua faktor-faktor produksi yang dipakai adalah merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang.
    Menurut Sherman Rosyidi, biaya produksi adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pengusaha untuk dapat diambil kesimpulan bahwa biaya apa saja yang diperlukan untuk membuat produk, baik barang maupun jasa.
    Biaya produksi dapat dibagi menjadi dua, yaitu
    Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran nyata dari kas perusahaan untuk membeli atau menyewa jasa-jasa faktor produksi yang dibutuhkan dalam berproduksi. Contoh: biaya tenaga kerja, sewa gedung, dll.
    Biaya implicit adalah biaya yang tidak terlihat.
    Biaya implicit ini tidak dikeluarkan langsung dari kas perusahaan. Biaya implicit diperhitungkan dari faktor-faktor produksi yang dimiliki sendiri oleh perusahaan.
    Contoh: Penggunaan gedung milik perusahaan sendiri.

    2.JENIS-JENIS BIAYA PRODUKSI
    A. Berdasarkan Periode Produksi
    1. Biaya Jangka Pendek
    Biaya tetap : biaya yang tidak berubah dengan adanya output perusahaan ,dalam jangka pendek ,perusahaan tidak bias menghindarinya atau mengubahnya .meskipun produksinya nol
    Biaya total rata-rata (ATC –average total out ) sama dengan biaya total dibagi dengan kuantitas output. ATC juga sama dengan jumlah biaya tetap rata-rata dan biaya variabel rata-rata.
    Biaya Marginal adalah perubahan biaya total akibat penambahan satu
    unit output (Q).
    Biaya variable atau sering disebut biaya variable total (total variable cost,
    TVC) adalah jumlah biaya produksi yang berubah menurut tinggi rendahnyajumlah output yang akan dihasilkan. Semakin besar output atau barang yang akan dihasilkan, maka akan semakin
    besar pula biaya variable yang akan dikeluarkan.

    2. Biaya Jangka Panjang
    Jangka panjang dalam pengertian ini tidak terkait dengan waktu. Penyebutan
    jangka panjang oleh para ekonom menandai suatu proses produksi dimana sumber
    daya yang digunakan tidak ada lagi yang bersifat tetap. Semua sumber daya yang
    digunakan dalam proses produksi bersifat variable atau jumlahnya dapat berubahubah.
    Produksi dalam jangka panjang memungkinkan perusahaan untuk
    mengubah skala produksi (tingkat produksi) dengan cara mengubah, baik
    mengubah maupun mengurangi jumlah sumberdaya. Hal ini tentu akan berdampak
    pada biaya yang ditimbulkan. Dalam jangka panjang hanya dikenal biaya total
    rata-rata (ATC).
    B. Berdasarkan Biaya Total dan Biaya Rata-Rata
    1) Biaya-Biaya Total
    Terdiri dari :
    − Total biaya tetap (TFC)
    − Total biaya variable (TVC), dan
    − Total biaya (TC).

    3.Penerimaan
    1. Total Penerimaan (Total Revenue. TR)
    Merupakan penerimaan total produsen yang diperoleh dari hasil penjualn
    outputnya. Total penerimaan diperoleh dengan memperhitungkan output dikalikan
    harga jualnya.
    2. Penerimaan Rata-Rata (Average Reveneu, AR)
    Adalah penerimaan produsen per unit dari output yang dijualnya.
    3. Penerimaan Marginal (Marginal Reveneu, MR)
    Merupakan kenaikan dari total penerimaan yang disebabkan oleh tambahan
    penjualan satu unit output.

    4.Analisis Keuntungan Maksimum (Laba Maksimum)
    Dengan membandingkan total revenue dan total cost, maka ada 3 (tiga)
    kemungkinan yang akan terjadi, yaitu:
    1) Bila TR > TC akan diperoleh laba, π = TR – TC
    2) Bila TR = TC akan diperoleh break event point (titik impas), yaitu suatu titik yang
    menggambarkan perusahaan tidak untung dan tidak rugi.
    3) Bila TR < TC akan diperoleh rugi

  17. MUMUN REZEKIANA ( 115101000111002 )

    1. Ciri-ciri biaya tetap antara lain Controllability (merupakan biaya tetap yang dapat dikontrol oleh manajemen perusahaan), Hubungannya dengan tingkat kegiatan perusahaan ( biaya tetap timbul akibat adanya kapasitastertentu dalam perusahaan), Relevan range (adalah batas sampai srejauh mana biaya-biaya betul-betul bersifat tetap), Dasar pengukuran ( pada umumnya biaya tetap diperhitungkan berdasarkan satuan waktu, misalnya bulan atau tahun), dan Konstan secara total, variabel secara rata-rata

    2. Perilaku biaya adalah reaksi biaya terhadap perubahan volume aktivitas suatu perusahaan
    3. Perdasarkan perilaku dalam bereaksi terhadap volume produksi dari suatu produk tertentu didalam suatu perusahaan maka biaya dapat dikelompokkan :
    - Biaya variabel yaitu biaya yang akan selalu berfluktuasi sejalan dengan perubahan volume produksi,
    - Biaya tetap adalah biaya yang relatif tidak akan berubah walaupun terjadi perubahan volume produksi dalam batas tertentu
    - Biaya semi variabel adalah satu jenis biaya yang sebagian mengandung komponen variabel dan sebagian lagi mengandunf sift tetap
    4.Kurva biaya menunjukan biaya produksi minimum pada berbagai tingkat output. Biaya ini mencangkup biaya eksplisit maupun biaya implisit. Biaya eksplisit merupakan pengeluaran akttual yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli dan menyewa input yang diperlukan . sedangkan biaya implisit merupakan nilai input yang dimiliki dan digunakan oleh perusahaan dalam proses produksinya.

  18. Virghea Masita widyaningtyas

    Nama : Virghea Masita w
    Nim :115100701111028

    1. Teori biaya
    Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternative terbaik lainnya adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama sebuah. Contoh lainnya ialah biaya
    peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk
    pembayaran cicilan rumah.
    Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada,
    melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya
    peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan
    kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau
    ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau
    uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaanpengguaan
    lainnya yang beragam, tapi bukan merupakan agregat dari semuanya
    (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.

    2. Konsep Biaya

    Biaya (cost) dihadapi oleh berbagai komponen, seperti :
    manajer, politisi, dan konsumen, dengan istilah masingmasing
    (misal, pengeluaran, anggaran atau budget)
    • Ekonom menggunakan konsep biaya yang lebih luas :
    – Nilai dari peluang (opportunities) yang dikorbankan
    • Tidak semua biaya melibatkan pengeluaran moneter
    langsung ekonom membedakan:
    – Biaya eksplisit pengeluaran langsung
    – Biaya implisit pengeluaran tidak langsung

    3. Kurva biaya dalam jangka pendek dan jangka panjang

    Fungsi biaya menunjukkan hubungan antara input dan output yang dinyatakan dengan nilai uang. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan menggunakan kurva. Dalam fungsi biaya terdapat beberapa kurva. Kurva-kurva tersebut adalah kurva biaya variable total (TVC), biaya variable rata-rata. Rata (AVC),dan biaya marginal (MC). Kurva biaya variabel yang diperlukan untuk menghasilkan setiap tingkat output, kurva biaya variabel rata-ratasama dengan TVC dibagi dengan output Q pada setiap tingkatoutput, dan kurva biaya marginal adalah perubahan biaya total akibat adanya perubahan satu satuan output. Berbagai bentuk kuva-kurva biaya. Kurva-kurva biaya dapat digambarkan dalam berbagai bentuk. Bentuk tersebut tergantung pada hubungan yang terdapat pada fungsi produksi. Misalnya, apabila terjadi kenaikan hasil yang konstan dan MC konstan, maka kurva-kurva AVC dan SAC ( biaya rata-rata jangka pendek ) berbentuk garis mendatar dan besarnya konstan.

    4. Klasifikasi biaya
    - Biaya variabel adalah biaya yang secara total akan berubah proporsional sesuai dengan tingkat atau volume produksi dalam rentan yang relevan, jumlah relative konstan per unit secara mudah dapat dikendalikan
    - Biaya tetapsecara total bersifat konstan, tidak berubahdalam kisaran yang relevan, semakin kecil per unit pada peningkatan volume produksi.
    - Biaya semivaribel beberapa biaya memiliki sifat variabel dan tetap. Penggunaan tenaga listrik dalam penerangan bersifat tetap namun variabel.

  19. DELLA MIFTIANI (115100702111002)

    1.Istilah biaya bisa diartikan dengan sebagai cara dan pengertian yang
    tepat akan berubah-ubah, tergantung pada bagaimana penggunaan biaya
    tersebut. Biasanya, biaya berkaitan dengan tingkat harga suatu barang yang harus
    dibayar.
    2. Macam – macam biaya:
    -biaya relevan adalah Biaya yang akan digunakan untuk suatu penggunaan tertentu .
    -biaya peluang (opportunity cost) menunjukkan kenyataan bahwa
    semua keputusan didasarkan pada pilihan diantara tindakan alternatif. Biaya
    peluang sebuah sumber daya ditentukan oleh nilai penggunaan alternatif terbaik dari sumber daya tersebut
    -biaya eksplisit adalah biaya untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi.
    -biaya implisit adalah biaya penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
    -biaya incremental dan sunk cost adalah biaya yang akan timbul dari adanya suatu keputusan.
    3.Biaya produksi jangka pendek jangka waktu dimana sebagian faktor produksi tidak dapat ditambah jumlahnya
    -biaya total
    -biaya tetap total
    -biaya variable total
    -biayavariable rata rata
    -biaya tetap rata rata
    -biaya total rata rata
    -biaya marginal
    4.Biaya produksi jangka panjang : semua engeluaran diangga variable
    -Biaya rata-rata jangka panjang
    -Biaya marjinal jangka panjang
    - yang diperoleh dari biaya total jangka panjang
    5.Kurva biaya total rata rata jangka panjang
    Kurva yang menunjukkan biaya rata-rata minimum untuk berbagai tingkat produksi apabila perusahaan dapat selalu mengubah kapasitas produksinya

  20. Iman nur zaman

    Nama:Iman nur zaman
    NIM:115101001111008
    TEORI BIAYA PERUSAHAAN

    1. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek dan jangka panjang
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    2.Model Operasi
    Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan
    rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam
    asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan
    dipertimbangkan:
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada
    keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi
    kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena
    kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi
    terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya
    tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan
    semua biaya tetapnya.
    Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan,
    perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak
    memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan
    yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya
    variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap.
    Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar
    dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.

    3.Biaya Peluang
    Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung,
    efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan.
    Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya
    bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman
    bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari
    teori nilai marjinal.
    Biaya peluang merupakan salah satu cara untuk melakukan perhitungan dari
    sesuatu biaya. Bukan saja untuk mengenali dan menambahkan biaya ke proyek,
    tetapi juga mengenali cara alternatif lainnya untuk menghabiskan suatu jumlah uang
    yang sama. Keuntungan yang akan hilang sebagai akibat dari alternatif terbaik
    lainnya; adalah merupakan biaya peluang dari pilihan pertama.
    Sebuah contoh umum adalah seorang petani yang memilih mengolah
    pertaniannya dibandingkan dengan menyewakannya ke tetangga. Maka, biaya
    peluangnya adalah keuntungan yang hilang dari menyewakan lahan tersebut. Dalam
    kasus ini, sang petani mungkin mengharapkan untuk mendapatkan keuntungan yang
    lebih besar dari pekerjaan yang dilakukannya sendiri. Begitu juga dengan memasuki
    universitas dan mengabaikan upah yang akan diterima jika memilih menjadi pekerja,
    yang dibanding dengan biaya pendidikan, buku, dan barang lain yang diperlukan
    (sebagai biaya total dari kehadirannya di universitas). Contoh lainnya ialah biaya
    peluang dari melancong ke Bahamas, yang mungkin merupakan uang untuk
    pembayaran cicilan rumah.
    Perlu diingat bahwa biaya peluang bukanlah jumlah dari alternatif yang ada,
    melainkan lebih kepada keuntungan dari suatu pilihan alternatif yang terbaik. Biaya
    peluang yang mungkin dari keputusan sebuah kota membangun rumah sakit di lahan
    kosong, merupakan kerugian dari lahan untuk gelanggang olahraga, atau
    ketidakmampuan untuk menggunakan lahan menjadi sebuah tempat parkir, atau
    uang yang bisa didapat dari menjual lahan tersebut, atau kerugian dari penggunaanpengguaan
    lainnya yang beragam, tapi bukan merupakan agregat dari semuanya
    (ditotalkan). Biaya peluang yang sebenarnya, merupakan keuntungan yang akan
    hilang dalam jumlah terbesar diantara alternatif-alternatif yang telah disebutkan tadi.
    Satu pertanyaan yang muncul dari ini ialah bagaimana menghitung
    keuntungan dari alternatif yang tidak sama. Kita harus menentukan sebuah nilai uang
    yang dihubungkan dengan tiap alternatif untuk memfasilitasi pembandingan dan
    penghitungan biaya peluang, yang hasilnya lebih-kurang akan menyulitkan untuk
    dihitung, tergantung dari benda yang akan kita bandingkan. Contohnya, untuk
    keputusan-keputusan yang melibatkan dampak lingkungan, nilai uangnya sangat sulit
    untuk dihitung karena ketidakpastian ilmiah. Menilai kehidupan seorang manusia
    atau dampak ekonomi dari tumpahnya minyak di Alaska, akan melibatkan banyak
    pilihan subyektif dengan implikasi etisnya.
    4.Penentuan harga dan jumlah ouput (keuntungan maksimum )
    Produsen pada dasarnya tidak dapat menentukan sekaligus harga dan jumlah yang diinginkan yang dijual . Sekali produsen menentukan harga perunit , jumlah yang akan atau yang dapat dijual ditentukan oleh konsumen . Tetapi apabila produsen menentukan ingin menjual sejumlah tertentu, maka harag perunit terserah pasar (konsumen) yang mentukan pada jumlah tersebut

  21. DESTA YUNITASARI WAHYUNINDIANI(115101001111010

    1. Ilmu ekonomi perusahaan memperhatikan gejala-gejala yang berasal dari tindakan manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Dari gejala-gejala ekonomi itu dipilih gejala yang ada hubungannya dengan perusahaan, gejala-gejala itu bukan saja yang terjadi dalam perusahaan, tetapi juga yang terjadi diluarnya, asal ada hubungannya dengan perusahaan, misalnya: Perkembangan harga dipasar.
    2. Istilah perusahaan dipakai juga dalam arti yang khusus yaitu:
    – Cabang perusahaan (keseluruhan rumahtangga perusahaan dalam suatu negara yang melaksanakan proses produksi yang sama)
    – Bagian pembuatan (Dapat dibagi dalam bagian pembelian, bagian pembuatan, bagian penjualan)
    – Lawan dari istilah badan usaha (Merupakan rumah tangga perusahaan yang bertujuan mencari untung)
    – Jenis usaha (Produksi masyarakat dapat dibagi dalam 3 jenis misalnya pertanian, pertambangan, pengangkutan.
    3. Produksi dapat dilakukan secara premitif atau berputar
    – Produksi secara primitif ialah produksi yang mengkoordinasi alam dengan tenaga kerja.
    – Produksi secara berputar ialah produksi yang mula-mula membuat barang modal dan menghasilkan alat pemuas
    4. Tidak semua pengorbanan menjadi biaya. Jika pengorbanan itu ekonomis maka ia biaya. Jika tidak ekonomis, maka ia bukan biaya, tetapi kerugian pengusaha. Biaya adalah hasil perkalian dari kuantitas alat produksi dengan harga satuannya. Oleh karena itu besar kecilnya kuantitas dan tinggi rendahnya harga mempengaruhi jumlah biaya.

  22. Farah Sagita Herman

    Nama : Farah Sagita Herman
    NIM : 115100701111030

    1. Istilah biaya bisa diartikan dengan sebagai cara dan pengertian yang tepat akan berubah-ubah, tergantung pada bagaimana penggunaan biaya tersebut. Biasanya, biaya berkaitan dengan tingkat harga suatu barang yang harus dibayar. Biaya yang akan digunakan untuk suatu penggunaan tertentu disebut biaya relevan (relevant cost). Perusahaan adalah suatu organisasi yang menggabungkan dan mengorganisasi berbagai sumber daya dengan tujuan untuk memproduksi barang atau jasa untuk dijual
    2. BIAYA PELUANG (OPPORTUNITY COST)
    Sumber daya ekonomi mempunyai nilai karena sumber daya tersebut bias digunakan untuk memproduksi barang-barang dan jasa untuk konsumsi. Ketika sebuah perusahaan menggunakan suatu sumber daya untuk memproduksi sebuah produk tertentu perusahaan tersebut juga menawarkan sumber daya tersebut kepada para pemakai alternatif.
    3. BIAYA INCREMENTAL DAN SUNK COST
    Adalah biaya yang akan timbul sebagai akibat dari adanya suatu keputusan sebagai akibat dari adanya suatu keputusan. Biaya incremental ini merupakan perubahan biaya total yang disebabkan oleh adanya suatu keputusan yang sedang dibuat. Biaya incremental ini harus diidentifikasi secara tepat, hanya biaya-biaya yang berubah secara nyata sebagai hasil dari suatu keputusan yang bias dimasukkan, tetapi semua biaya berubah sebagai akibat dari adanya keputusan tersebut harus dimasukkan. Faktor-faktor produksi yang menganggur (tak terpakai) yang tidak mempunyai penggunaan alternative tidak mempunyai biaya incremental dan oleh karena itu bisa dianggap tidak mempunyai biaya.
    4. BIAYA JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
    Penggunaan konsep biaya relevan untuk keputusan penentu tingkat output dan harga secara, tepat membutuhkan suatu pemahaman tentang hubungan antara biaya dan output suatu perusahaan atau dengan kata lain fungsi biayanya tergantung pada fungsi produksi perusahaan dan fungsi penawaran pasar dari input-input yang digunakan perusahaan tersebut.

  23. MEILINDA WULANDARI(115101001111006)

    1. Alat-alat produksi dipakai untuk dijadikan barang. Oleh sebab itu nilai alat produksi itu masuk dalam pokok barang. Biaya-biaya yang masuk dalam pokok barang diaantaranya: Biaya bahan,biaya tenaga kerja manusia, biaya alat produksi jangka lama,biaya tanah.
    2. hubungan biaya dengan fungsi organisasi perusahaan dapat dibagi dalam membeli alat produksi, membuat barang dan menjual barang. Membeli dan menjual dapat digabung dalam urusan komersial. Oleh sebab itu fungsi organisasi perusahaan dapat dikembalikan menjadi mebuat barang dan urusan komersial.
    3. Hubungan biaya dengan kuantitas barang dibagi menja dua sifat
    – Biaya variabel (Biaya yang jumlahnya meningkat,jika kuantitas barang meningkat)
    – Biaya konstan (Ialah biaya yang selama satu masa tetap jumlahnya, jika kuantitas barang yang diproduksi selama masaa itu berada antara batas-batas tertentu.
    4. Jenis produksi dibedakan menjadi dua
    – Produksi langsung (Produksi yang dilakukan oleh orang yang memakai sendiri hasil produksinya)
    – Produksi tak langsung (produksi yang dilakukan untuk orang lain, misalnya produksi dalam rumah tangga terbuka).

  24. Siti Rohimah

    Nama: Siti Rohimah
    Nim: 115101001111012

    Teori Biaya Perusahaan
    1.Macam biaya
    a.Biaya kesempatan adalah nilai sumber daya dalam penggunaan yang terbaik. Biaya kesempatan perlu dipertimbangkan dalam mengukur seluruh biaya produksi.
    b.Biaya eksplisit adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang berbentuk kas, sedangkan. Biaya implisit adalah biaya dikeluarkan dalam proses produksi dalam bentuk nonkas.
    Keuntungan ekonomi adalah penerimaan dikurangi semua biaya, tercakup di dalamnya pengembalian normal untuk manajemen dan modal.
    c. Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan satu unit output. Sedangkan, biaya inkremental dapat diartikan sebagai tambahan biaya total dari penerapan keputusan manajerial.
    d. Biaya Rata-rata, Biaya Marjinal dan Biaya Total Rata-rata
    Fungsi biaya rata-rata atau unit-1 kadang-kadang lebih berguna dari fungsi biaya total dalam pengambilan keputusan suatu usaha di sektor pertanian. Fungsi biaya rata-rata dapat diperoleh dengan membagi fungsi biaya total yang relevan dengan output.
    e. Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan output (output).
    Fungsi biaya marjinal berpotongan dengan fungsi biaya total rata-rata dan fungsi biaya variabel rata-rata di titik minimum ke dua fungsi tersebut.
    Fungsi biaya rata-rata jangka panjang akan:
    (a) Menurun, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah meningkat,
    (b) Konstan, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah konstan, dan
    (c) Meningkat, apabila skala pengembalian dalam produksi adalah menurun.
    Fungsi biaya rata-rata jangka panjang adalah merupakan kurva amplop dari sejumlah kurva biaya rata-rata jangka pendek.

    2. Topik Khusus dalam Teori Biaya
    Pada tingkat output yang hasilnya di spesifikasi tingkat keuntungan ekonomi diperoleh dengan membagi keuntungan ditambah biaya tetap total dengan kontribusi keuntungan
    Analisis titik impas adalah spesial pada kasus analisis keuntungan di mana keuntungan diharuskan sama dengan nol.
    Suatu usaha dapat dikatakan tinggi tingkat pengungkitannya apabila biaya tetap adalah relatif lebih besar (tinggi) dari pada biaya variabel. Pada umumnya, penggunaan analisis pengungkitan operasi menyatakan secara tidak langsung tingginya tingkat risiko keuntungan sepanjang waktu. Dalam arti kata, peningkatan nilai pengungkitan operasi menyatakan lebih bervariasinya keuntungan sepanjang waktu, oleh karena itu tinggi tingkat risikonya.
    Pengungkitan operasi dapat diukur dengan elastisitas keuntungan, yang didefinisikan sebagai persentase perubahan keuntungan yang berkaitan dengan satu persen perubahan output..

    3. Hu bungan Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas Perusahaan
    Implikasi dasar penggabungan teori teknologi dan organisasi yang menekankanbiaya transaksi dan agensi adalah ukuran perusahaan dan profitibilitas berhubungan melalui batasaan (trade o ) skala ekonomis, biaya transaksi, dan biaya agensi (Kaen dan Baumann, 2003). Pada interval produksi tertentu, skala ekonomis akan menurunkan rata-rata biaya produksi per unit. Keuntungan dengan biaya rendah ini didistribusikan kepada semua stakeholders perusahaan melalui keunggulan kompetitif dan akhirnya menurunkan harga barang. Dengan kata lain, perusahaan dengan biaya produksi rendah dapat membebankan harga yang rendah juga pada konsumen. Jika biaya per unit merupakan fungsi menurun ukuran perusahaan dan bila produk perusahaan kecil identik dengan produk yang ditawarkan oleh perusahaan besar, maka perusahaan kecil akan membebankan harga yang sama dengan atau lebih rendah dari perusahaan besar.
    4. Pendekatan Marginal
    Analisa marginal ini mirip dengan analisa mencari kepuasan maksimum konsumen . Analisa ini mendasarkan dari suatu konsep yang namanya keuntungan marginal (marginal profits) , yakni tambahan keuntungan total sebagai akibat tambahan satu unit ouput . Guna mencai jumlah ouput yang menghasilkan keuntungan maksimum dapat digunakan patokan sebagai berikut : jika keuntungan marginal masih positif dengan menambah satu unit ouptu maka output harus ditambah dan apabila keuntungan marginal negatif denagan menambah satu unit ouput maka ouput harus dikurangi . Keuntungan maksimal apabila keuntungan marginal sama dengan nol.

  25. Ulil Fakriyah (115101007111004)

    1. Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada
    keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi
    kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena
    kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi
    terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya
    tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan
    semua biaya tetapnya.
    2. Mengelola kartu biaya produksi meliputi lima hal yaitu :
     Menyiapkan pengelolaan kartu biaya produksi
     Mengidentifikasi data biaya produksi
     Membukukan biaya produksi
     Menghitung biaya produksi dalam kartu harga pokok produksi
     Menyusun laporan harga pokok produksi
    3. Biaya (cost) dihadapi oleh berbagai komponen, seperti :
    manajer, politisi, dan konsumen, dengan istilah masing-
    masing (misal, pengeluaran, anggaran atau budget)
    • Ekonom menggunakan konsep biaya yang lebih luas :
    – Nilai dari peluang (opportunities) yang dikorbankan
    • Tidak semua biaya melibatkan pengeluaran moneter
    langsungekonom membedakan:
    – Biaya eksplisit (pengeluaran langsung)
    – Biaya implisit (pengeluaran tidak langsung)
    4. A. BIAYA (COST)
    Definisi Biaya menurut pakarnya :
    a. Menurur Mulyadi
    Biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang
    telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi satuan untuk satuan tertentu.
    b. Sunarto
    Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau
    dikomsumsi untuk memperoleh pendapatan.
    c. Sulasriningsih dan Zulkifli
    Dalam artian sempit, biaya merupakan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva,
    sedangkan dalam artian luas, biaya merupakan pengorbanan sumber ekonomi yang
    dapat diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau secara potensial akan terjadi
    untuk mencapai tujuan tertentu.
    Macam-maca biaya :
    Menurut Mulyadi (2005:14) terdapat berbagai macam biaya dalam satu perusahaan yaitu :
    1. Biaya Produksi
    Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku
    menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. 2 Teori Organisasi Umum 2

    2. Biaya Pemasaran
    Biaya pemasaran merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan
    pemasaran produk.
    3. Biaya Administrasi dan Umum
    Biaya administrasi dan umum merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasi kegiatan
    produksi dan pemasaran produk.

  26. ARI ACHNIATI(115101001111020))

    1. Analisis biaya perusahaan, suatu perusahaan yang memproduksi sejumlah out put dengan memakai input modal, tenaga kerja, dan bahan baku. Perusahaan membeli input-input tersebut pada pasar faktor produksi. Perusahaan yang berorientasi pada laba akan debngan cermat mengamati dan menganalisis biayanya guna mempertahankan profitabilitasnya.
    2. Biaya perusahaan terbagi atas:
    – Biaya total (merupakan total rupiah terendah yang diperlikan untuk memproduksi setiap tingkat out put)
    – Biaya tetap (merupakan total rupiah yang harus dikeluarkan untuk pembayaran kontrak bangunan, sewa peralatan, pembayaran gaji pegawai tetap,dsb)
    – Biaya marjinal (merupakan tambahan biaya total karena adanya satu unit tambahan output).
    3. Faktor-faktor yang mempengaruhi produsen untuk menetapkan kuantitas produksi diantaranya
    – Tingkat pengetahuan teknik (makin tinggi pengetahuan teknik produsen makin tinggi pula efisiensi alat produksi yang diperolehnya)
    – Fungsi permintaan akan produksi (Hubungan antara harga permintaan konsumen dengan kuantitas barang yang diminta)
    – Fungsi penawaran alat produksi (Hubungan antara harga penawaran dengan kuantitas alat produksi yang ditawarkan).
    4. Harga penawaran dibagi menjadi dua:
    – Nilai ganti
    – Harga pasar
    Produsen harus menawarkan barangnya diatas harga pokok supaya mendapatkan keuntungan. Tetapi harga penawaran itu tidak boleh melebihi harga pasar supaya barangnya dapat terjual.

  27. ema trang sahara

    Nama : Ema Trang Sahara
    Nim : 115101007111002

    1. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    2. Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    3. Biaya marjinal adalah perubahan biaya total yang berkaitan dengan perubahan output (output).
    4. Fungsi biaya marjinal berpotongan dengan fungsi biaya total rata-rata dan fungsi biaya variabel rata-rata di titik minimum ke dua fungsi tersebut.

  28. Qonyta Ayu Z K (115101000111020)

    Nama : Qonyta Ayu Z K
    NIM : 115101000111020

    1. Biaya adalah segala pengeluaran yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan di masa yang akan datang. dalam pengertian ekonomi biaya tidak lain adalah investasi. Sedangkan ongkos adalah pengeluaran yang dilakukan untuk manfaat yang telah kita dapat saat ini (saat melakukan transaksi).
    2. Biaya digolongkan menjadi dua jenis yaitu, biaya eksplisit yaitu segala biaya yang dikeluarkan dalam rangka mendapatkan faktor produksi ; dan biaya implisit yaitu segala biaya taksiran yang dimiliki oleh faktor produksi apabila digunakan.
    3. Biaya juga digolongkan menjadi biaya internal ( segala biaya yang dikeluarkan dalam rangka operasional perusahaan), dan biaya eksternal (biaya yang seharusnya ditanggung oleh perusahaan sebagai akibat dari operasional perusahaan yang menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
    4. Dari segi waktunya, biaya digolongkan menjadi biaya jangka pendek dan biaya jangka panjang. Terdapat beberapa biaya yang termasuk biaya produksi jangka pendek, yaitu:
    - Biaya tetap (Fix Cost)
    - Biaya berubah ( Variable Cost)
    - Biaya total ( Total Cost)
    - Biaya tetap rata-rata (Average fixed cost)
    - Biaya berubah rata-rat (Average variable cost)
    - Biaya rata-rata (Average Cost)
    - Marginal cost

  29. ULFAH NAILATUN NAJAH (115100713111006)

    BENTUK ORGANISASI PERUSAHAAN

    • Perusahaan Perseorangan
    - Modal, hasil produksi dan penjualannya tidak terlalu besar
    - Milik Pribadi

    • Firma
    - Dimiliki beberapa orang
    - Modal cukup besar
    - Tanggung Jawab bersama dalam menjalankan perusahaan

    • Perseroan Terbatas
    - Modal besar
    - Pemegang saham merupakan pemilik perusahaan

    • Perusahaan Negara
    - Pada umumnya berbentuk PT
    - Pemilik saham : Pemerintah
    - Pengurus perusahaan diangkat dan diberhentikan oleh Pemerintah

    • Koperasi
    - Didirikan bukan untuk mencari keuntungan tapi untuk kesejahteraan anggota
    - Terdiri dari: koperasi konsumsi, koperasi produksi dan koperasi kredit

  30. Erin prastyo (115100707111004)

    Nama : Erin Prastyo
    NIM : 115100707111004

    biaya produksi jangka pendek
    1. biaya tetap(fixed cost) yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yang bersifat tetap dalam rangka opersional perusahaan.baiya tetap mesti dikeluarkan walaupun perushaan belum berproduksi,contohnya adalah biaya sewa gedung.
    2. biaya berubah(variabel cost)biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan banyaknya faktor produksi yang digunakan serta besar kecilnya unit produksi,contohnya biaya gaji tenaga kerja.
    3. biaya produksi jangka panjang,Dalam jangka panjang, suatu perusahaan tidak mempunyai input tetap, oleh karena itu semua biaya jangka panjang adalah variabel. Selain itu, sebagaimana kurva-kurva biaya jangka pendek mengggunakan kombinasi-kombinasi input yang optimal (least cost combination) untuk memproduksi setiap tingkat output (pada skala pabrik tertentu), maka kurva-kurva biaya jangka panjang juga dibuat dengan menggunakan asumsi bahwa sebuah pabrik yang optimal (pada tingkat teknologi tertentu) digunakan untuk memproduksi tingkat output tertentu.
    4. elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

  31. FARADINA FAHMI IMAN SARI (115100707111006)

    FARADINA FAHMI IMAN SARI
    (115100707111006)
    1. Biaya produksi adalah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk membeli faktor produksi untuk menghasilkan suatu output.

    2. Analisis bagaimana perusahaan itu melakukan kegiatan berproduksi teori eknomi membedakannya kepada dua jangka waktu, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.
    Jangka pendek adalah jangka waktu dimana jumlah faktor produksi tidak dapat dirubah jumlahnya (konstan).
    Jangka panjang adalah jangka waktu dimana seluruh faktor produksi dapat mengalami perubahan (bersifat variabel).

    3. Biaya produksi jangka pendek, diantaranya adalah :
    Biaya tetap rata-rata (Average Fixed Cost = AFC) yaitu rata-rata biaya tetapsehubungan dengan produksi per unitnya barang oleh perusahaan.Makin besar produksinya, maka makin kecil AFCnya. Jadi, AFC = FC/Q .

    4. Biaya berubah rata – rata (Average Variable Cost = AVC)
    Yaitu rata-rata biaya berubah sehubungan dengan hasil produksi dari faktor produksi yang digunakan. Jadi, AVC = VC/Q.

  32. DESY HIMMAT5UL IZZE(115101013111002)

    1. Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan- bahan mentah yang akan di gunakan untuk menciptakan barang-barang yang di produksi perusahaan tersebut.

    2. Dalam jangka panjang perusahaan dapat menambah semua faktor produksi atau infut yang akan di gunakan. Oleh karena itu biaya produksitidak perlu lagi di bedakan antara biaya tetap dan biaya berubah.

    3. Biaya tetap rata-rata (AFC) biaya ini merupakan biaya tetap yang di berlanjakan untuk menghasilkan setiap unit produksiAFC.

    4. Di misalkan tenaga kerja adalah faktor produksi yang berubah-ubah jumlahnya, sedangkan faktor-faktor produksi lainya jumlahnya tetap apabila jumlah faktor produksi yang di gunakan selalu berubah-ubah, maka biayafaktor produksi yang di keluarkan juga berubah-ubah nilainya dan apabila jumlah suatu faktor produksi yang di gunakan adalah tetap, maka biaya produksi yang di keluarkan untuk memperoleh adalah nilainya tetap

  33. SRI UTAMI IKSAN(115101007111006

    1. Biaya Produksi adalah seluruh beban keuangan yang dikeluarkan oleh produsen untuk memproduksi suatu barang atau jasa.
    2. Biaya produksi dibagi menjadi dua yaitu explicit cost dan implicit sost
    EXPLICIT COST adalah biaya yang mengharuskan perusahaan mengeluarkan uangnya
    IMPLICIT COST adalah biaya yang tidak mengharuskan suatu perusahaan mengeluarkan uangnya.
    3. Macam macam biaya produksi ialah :
     FIXED COST (TFC)
     VARIABLE COST (TVC)
     TOTAL COST (TC)
     AVERAGE FIXED COST (AFC)
     AVERAGE VARIABLE COST (AVC)
     AVERAGE COST (AC)
     MARGINAL COST (MC)
    4. Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi.
    Beban (expense) adalah biaya yang dibebankan (matched) dengan pendapatan (revenue) dalam suatu periode akuntansi.
    Obyek Biaya (Cost Object) adalah unit atau aktivitas dimana biaya diakumulasikan dan diukur. Unit atau aktivitas itu dapat berupa: produk, order, departemen, divisi, proyek.
    Macam-macam Biaya (cost)
    Biaya Pabrikasi :
    -Biaya Langsung : Biaya yang langsung dalam proses produksi suatu barang, bahan baku, dll.
    -Biaya Tidak Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk proses produksi
    Biaya Non-pabrikasi :
    -Biaya Pemasaran yaitu biaya yang diperlukan untuk memperoleh pesanan dan menyediakan produk bagi pelanggan
    -Biaya Administrasi yaitu biaya yang dibutuhkan untuk mengelola organisasi dan menyediakan dukungan bagi karyawan

  34. Muhammad Yasin (115101000111024)

    1.
    KONSEP BIAYA DAN KLAFIKASI BIAYA
    Konsep Biaya
    - Biaya dlm Akuntansi Keuangan :
    Suatu pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan barang atau jasa.
    - Dalam Akuntansi Manajemen :
    Biaya (Cost) adalah kas atau setara kas yang dikorbankan (dibayarkan) untuk barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat (pendapatan) pada saat ini atau di masa mendatang bagi organisasi.

    Klasifikasi Biaya dalam Perusahaan
    1. Perusahaan Pabrikasi
    Untuk membantu manajemen menganalisis biaya pabrikasi produknya, biaya pabrikasi pada umumnya di bagi ke dalam tiga komponen, yakni :
    • Bahan baku langsung
    • Tenaga kerja langsung
    • Overhead pabrikasi
    Dalam Perusahaan Pabrikasi (manufactured products)
    • Total Biaya :
    Biaya Produk + Biaya periode
    • Biaya produk :
    Biaya bahan baku langsung + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya overhead pabrikasi.
    • Biaya Periode
    Biaya pemasaran/penjualan + Biaya administratif dan umum

    Biaya Produk dan Biaya periode di Organisasi Bisnis
    Jenis Perusahaan Biaya Produk Biaya Periode
    Perusahaan Jasa Biaya penyerahan Beban pemasaran
    Jasa.
    Perusahaan dagang Biaya pembelian brg Beban pemasaran
    Dagangan dari pema- Beban administratif
    sok.
    Perusahaan pabri- Semua biaya pabri- Beban pemasaran
    Kasi. kasi, termasuk bhn Beban administratif
    Baku langsung, tena
    ga kerja langsung,
    dan overhead pabri
    kasi.

    2. Perusahaan Jasa.
    Ada dua pertimbangan akuntansi mendasar untuk perusahaan jasa, yakni :

    (1) Biaya tenaga kerja yang relatif tinggi
    (2) Tidak adanya persediaan untuk dijual.

    Biaya dalam perusahaan jasa dibagi menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung.

    Biaya langsung (direct cost)
    adalah biaya yang dapat ditelusuri secara fisik ke produk atau jasa tertentu, seperti gaji yang dibayarkan kepada para akuntan, pengacara, dll.

    Biaya Tidak langsung (indirect cost)
    adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri ke produk atau jasa, seperti asuransi atau sewa kantor. Biaya tidak langsung biasanya dikurangkan dari pendapatan dalam periode di mana biaya dipakai.

    2.
    Biaya Pokok Perusahaan :
    a. Biaya produksi yaitu biaya yang dikeluarkan
    untuk mengolah bahan baku menjadi produk
    jadi, terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga
    kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
    b. Biaya pemasaran, yaitu biaya yang dikeluarkan
    untuk menjual produk atau jasa biasanya dalam
    rangka mendapatkan dan memenuhi pesanan.
    c. Biaya administrasi dan umum, yaitu biaya-biaya
    yang dikeluarkan untuk mengarahkan,
    mengendalikan dan untuk mengoperasikan
    perusahaan.

    3.
    Klasifikasi Biaya Perusahaan :

    1. Atas Dasar Hubungannya dengan Sesuatu yang Dibiayai :
    a. Biaya langsung, adalah biaya yang terjadi karena
    ada sesuatu yang dibiayai.
    b. Biaya variabel adalah biaya yang terjadi tidak
    tergantung kepada ada atau tidak adanya sesuatu
    yang dibiayai.

    2. Atas Dasar Hubungannya dengan Volume Kegiatan,:
    a. Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya sampai
    tingkat kegiatan tertentu relatif tetap dan tidak
    terpengaruh oleh perubahan volume kegiatan.
    b. Biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya
    berubah-ubah sebanding dengan perubahan
    volume kegiatan, namun biaya per unitnya tetap.
    c. Biaya semi variabel adalah biaya yang sebagian
    tetap dan sebagian lagi berubah sebanding dengan
    perubahan volume kegiatan.

    3. Atas Dasar Waktu :
    a. Biaya periode sekarang atau pengeluaran
    penghasilan (revenue expenditure), adalah biaya
    yang telah dikeluarkan dan menjadi beban pada
    periode sekarang untuk mendapatkan penghasilan
    periode sekarang.
    b. Biaya periode yang akan datang atau pengeluaran
    modal (capital expenditure), adalah biaya yang telah
    dikeluarkan dan manfaatnya dinikmati selama lebih
    dari satu periode akuntansi.

    4.
    Hubungan biaya dengan Perencanaan, Pengendalian,
    dan Pembuatan Keputusan, biaya ini dikelompokkan
    ke dalam golongan, yaitu:

    A. Biaya standar dan biaya dianggarkan.
    1) Biaya standar, merupakan biaya yang
    ditentukan di muka (predetermine cost) yang
    merupakan jumlah biaya yang seharusnya
    dikeluarkan untuk menghasilkan satu unit
    produk.
    2) Biaya yang dianggarkan, merupakan perkiraan
    total pada tingkat produksi yang direncanakan.

    B. Biaya terkendali dan biaya tidak terkendali
    1) Biaya terkendali (controllable cost), merupakan
    biaya yang dapat dipengaruhi secara signifikan
    oleh manajer tertentu.
    2) Biaya tidak terkendali (uncontrollable cost),
    merupakan biaya yang tidak secara langsung
    dikelola oleh otoritas manajer tertentu.

    C. Biaya tetap commited dan discretionary
    1) Biaya tetap commited, merupakan biaya tetap
    yang timbul dan jumlah maupun
    pengeluarannya dipengaruhi oleh pihak ketiga
    dan tidak bisa dikendalikan oleh manajemen.
    2) Biaya tetap discretionary, merupakan biaya tetap
    yang jumlahnya dipengaruhi oleh keputusan
    manajemen.

    D. Biaya variabel teknis dan biaya kebijakan
    1) Biaya variabel teknis (engineered variabel cost),
    adalah biaya variabel yang sudah diprogramkan
    atau distandarkan seperti biaya bahan baku dan
    biaya tenaga kerja langsung.
    2) Biaya variabel kebijakan (discretionary variabel
    cost), adalah biaya variabel yang tingkat
    variabilitasnya dipengaruhi kebijakan manajemen.

    E. Biaya relevan dan biaya tidak relevan
    1) Biaya relevan (relevan cost), dalam pembuatan
    keputusan merupakan biaya yang secara
    langsung dipengaruhi oleh pemilihan alternatif
    tindakan oleh manajemen.
    2) Biaya tidak relevan (irrelevant costs), merupakan
    biaya yang tidak dipengaruhi oleh keputusan
    manajemen.

    F. Biaya terhindarkan dan biaya tidak terhindarkan
    1) Biaya terhindarkan (avoidable costs), adalah
    biaya yang dapat dihindari dengan diambilnya
    suatu alternative keputusan.
    2) Biaya tidak terhindarkan (unavoidable costs),
    adalah biaya yang tidak dapat dihindari
    pengeluarannya.

    G. Biaya diferensial dan biaya marjinal
    1) Biaya deferensial (differensial cost), adalah
    tambahan total biaya akibat adanya tambahan
    penjualan sejumlah unit tertentu.
    2) Biaya marjinal (marjinal costs), adalah biaya
    dimana produksi harus sama dengan
    penghasilan marjinal jika ingin
    memaksimalkan laba.

    H. Biaya kesempatan (opportunity costs), merupakan
    pendapatan atau penghematan biaya yang
    dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif
    tertentu.

  35. Giovani Shanti Elisabet (115100707111002)

    1.Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu :
    a.Biaya produksi dalam jangka pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi sua tu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    b.Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi suatu
    2.Biaya peluang (opportunity cost)
    Sumber daya ekonomi mempunyai nilai karena sumber daya tersebut bisa digunakan untuk untuk memproduksi barang-barang dan jasa untuk konsumsi.Ketika sebuah perusahaan menggunankan suatu sumber daya untuk memproduksi sebuah produk tertentu perusahaan tersebut juga menawarkan sumber daya tersebut kepada para pemakai alternatif. Oleh karena itu konsep biaya peluang menunjukan kenyataan bahwa semua keputusan didasarkan pada pilihan diantara tindakan alternatif . Biaya peluang sumber daya ditentukan oleh nilai pengguna alternatif terbaik dari sumber daya tersebut

    Biaya Eksplisit dan Emplisit
    Biaya penggunaan sumber daya mencakup biaya eksplisit dan biaya implisit. Upah yang dibayarkan, pengeluaran untuklistrik , pembayaran untuk bahan-bahan baku, bunga yang dibayarkan kepada para oemegang obligasi perusahaan dan sewa bangunan. Biaya Implisit berkenan kepada setiap keputusan yang jauh lebih sulit unutk dihitung. Biaya implisit ini tidak memasukkan pengeluaran tunai dan oleh karena itu sering kali diabaikan dalam analisis pembuatan keputusan

    Biaya Incremental dan Sunk cost
    Adalah biaya yang akan timbul sebagai akibat dari adanya suatu keputusan. Biaya incremental ini merupakan biaya perubahan biaya total yang disebabkan oleh adanya suatu keputusan yang telah dibuat.
    Biaya Incremental ini harus diidentifikasi secara tepat, hanya biaya-biaya yang berubah secara nyata sebagai hasil dari suatu keputusan yang bisa dimasukkan , tetapi semua biaya yang telah berubah sebagai akibat dari keputusan tersebut harus dimasukkan. Faktor produksi yang menganggur(tak terpakai) yang tidak membuat penggunaan alternatif tidak mempunyai biaya Incremental dan oleh karena itu bisa dianggap tidak mempunyai biaya.

    3.Syarat Memaksimumkan Keuntungan
    a.Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan atara hasil penjualan total
    dengan biaya total paling maksimum ( TR-TC=maksimum)
    b.Memproduksi barang pada tingkat dimana perbedaan atara hasil penjualan marjinal
    sama dengan biaya marjinal (MR=MC)
    4.Model operasi
    Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam aumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan dipertimbangkan:
    a.)Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    b.)Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    c.) Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan semua biaya tetapnya.
    d.)Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan,perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap. Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.

  36. yulyan Rindiyani (115100707111010)

    1. Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu :
    Biaya Produksi Dalam Jangka PendekTeori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkatproduksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap. Yang kedua adalah Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang, Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    2. Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    sedangkan Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    3. Biaya dalam jangka pendek terdiri dari Biaya tetap total (total fixed cost), Biaya variabel total (total variable cost), Biaya marjinal (marginal cost), Biaya tetap rata-rata (per unit) atau average fixed cost, Biaya variabel rata-rata (per unit) atau average variable cost, Biaya total (total cost), Biaya rata-rata (average cost).
    4. Dua jenis biaya produksi
    • Biaya eksplisit adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
    • Biaya implisit adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

  37. Usman Affan

    Nama : Usman Affan
    Nim : 115101000111018
    1. Akuntansi Biaya untuk Perusahaan Ritel, Jasa dan Manufaktur
    a. Pedagang eceran (retailer)
    - sell goods in substantially the same physical form in which they purchased them.
    - generally has only one inventory account, called Merchandise Inventory.
    b. Perusahaan Jasa
    - Their output is often intangible, such as health services & difficult to define.
    - Service organizations have little or no inventory. Persediaannya berupa supplies.
    c. Perusahaan Manufaktur
    - convert materials into finished goods.
    - generally have four inventory accounts: direct materials inventory, factory supplies inventory, work in process inventory & finished goods inventory.
    2. Biaya Produksi, Pemasaran, dan Administrasi
    a. Biaya produksi (production costs)
    Termasuk direct material, direct labor & factory overhead yang dikeluarkan untuk memproduksi barang atau jasa.
    b. Biaya pemasaran (marketing costs)
    dihasilkan dari penjualan dan pengiriman produk serta mencakup biaya promosi penjualan dan mempertahankan pelanggan serta biaya transportasi, pergudangan, dan distribusi lainnya.
    c. Biaya administrasi (administrative costs)
    dihasilkan dari pengerahan dan pengendalian perusahaan serta kegiatan umum seperti fungsi personalia dan hukum. Biaya ini mencakup gaji bagian akuntansi, manajemen dan keuangan, biaya klerikal, biaya telepon, dan ongkos sewa.
    3. Biaya Utama dan Konversi
    a. Biaya utama (prime cost)
    Direct material & direct labor
    b. Biaya konversi (conversion costs) atau biaya proses (processing costs).
    Direct labor & factory overhead costs
    4. Pembebanan Overhead Pabrik
    a. Penentuan biaya overhead pabrik adalah lebih sulit karena akuntan biaya tidak dapat menghitung total biaya overhead pabrik aktual sebelum suatu periode akuntansi berakhir.
    b. Untuk memberikan data biaya produk yang tepat waktu dan menurunkan fluktuasi dalam biaya overhead yang diebankan ke persediaan, perusahaan mengestimasi biaya overhead pada suatu volume yang dapat dicapai guna menghasilkan tarif pembebanan overhead pabrik.

  38. Dimas Esa Dewa 115101000111016

    Nama : Dimas Esa Dewa
    NIM : 115101000111016
    1. Macam Biaya
    Biaya Peluang
    Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung,
    efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan.
    Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya
    bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman
    bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari
    teori nilai marjinal.
    Biaya eksplisit adalah pengeluaran aktual perusahaan untukmempekerjakan tenaga kerja, menyewa atau membeli input yangdibutuhkan dalam produksi, termasuk di dalamnya adalah biayaakuntansi.
    Biaya implisit adalah nilai input yang dimiliki dan digunakan olehperusahaan dalam aktivitas produksinya sendiri, termasuk didalamnya adalah biaya ekonomis dan biaya alternatif atau biayaopportunities yang merupakan konsep biaya relevan yang harusdigunakan sedangkan sebaliknya biaya-biaya yang tidak terpengaruholeh keputusan tersebut adalah biaya yang tidak relevan atau biasadisebut dengan biaya terbenam.

    2. Kurva biaya
    Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan
    rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam
    asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan
    dipertimbangkan:
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.
    Jika harga adalah di antara average total cost dan average variable cost pada
    keluaran maksimalisasi keuntungan, maka perusahaan tersebut dalam kondisi
    kerugian minimal. Perusahaan ini harusnya masih meneruskan produksi, karena
    kerugiannya akan makin membesar jika berhenti produksi. Dengan produksi
    terus menerus, perusahaan bisa menaikkan biaya variabel dan akhirnya biaya
    tetap, tetapi dengan menghentikan semuanya akan mengakibatkan kehilangan
    semua biaya tetapnya.
    Jika harga dibawah average variable cost pada maksimalisasi keuntungan,
    perusahaan harus melakukan penghentian. Kerugian diminimalisir dengan tidak
    memproduksi sama sekali, karena produksi tidak akan menghasilkan keuntungan
    yang cukup signifikan untuk membiayai semua biaya tetap dan bagian dari biaya
    variabel. Dengan tidak berproduksi, kerugian perusahaan hanya pada biaya tetap.
    Dengan kehilangan biaya tetapnya, perusahaan menemui tantangan. Akan keluar
    dari pasar seutuhnya atau tetap bersaing dengan resiko kerugian menyeluruh.

    3. Biaya berdasarkan jangka waktu
    Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.
    Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    4. Bentuk-bentuk organisasi dalam perusahaan
    Organisasi perusahaan dapat dibedakan kepada tiga bentuk organisasi yang pokok, yaitu:
      Perusahaan perorangan.
      Firma.
      perseroan terbatas.
      Perusahaan negara.
    Perusahaan yang dikendalikan secara koperasi.

  39. raditriono (115101001111004)

    1.Karakteristik Biaya
    a.Biaya eksplisit adalah pengeluaran aktual perusahaan untukmempekerjakan tenaga kerja, menyewa atau membeli input yangdibutuhkan dalam produksi, termasuk di dalamnya adalah biayaakuntansi.
    b.Biaya implisit adalah nilai input yang dimiliki dan digunakan olehperusahaan dalam aktivitas produksinya sendiri, termasuk didalamnya adalah biaya ekonomis dan biaya alternatif atau biayaopportunities yang merupakan konsep biaya relevan yang harusdigunakan sedangkan sebaliknya biaya-biaya yang tidak terpengaruholeh keputusan tersebut adalah biaya yang tidak relevan atau biasadisebut dengan biaya terbenam.

    2.KONSEP BIAYA

    1. Biaya tetap total (TFC) tidak bergantung pada kuantitas output (Q), sedangkan biaya variabe total bergantung pada kuantitas output (Q)
    2. Biaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC / Q.
    3. Kurva AVC menurun mencapai minimum untuk kemudian mengalami peningkatan karena AVC = TVC / Q.
    4. Total Cost (TC) merupakan penjumlahan dari biaya TFC dan TVC karena TC = TFC + TVC.
    5. ATC mula-mula akan turun kemudian akan meningkat karena ATC = TC / Q.
    6. SMC mula-mula menurun mencapai minimum pada kuantitas output tertentu dan kemudian akan naik (catatan biasanya SMC akan selalu memotong kurva AVC) karena SMC = dTC / dQ (baca d=delta)
    7. Jika SMC AVC maka AVC meningkat dan jika SMC = AVC maka AVC minimum
    8. Jika SMCATC maka ATC meningkat dan jika SMC = ATC, maka ATC minimum.

    3.Teori Struktur Modal

    1. Modigliani-Miller (MM) Theory
    Teori MM tanpa pajak
    Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teori MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai perusahaan. MM mengajukan beberapa asumsi untuk membangun teori mereka (Brigham dan Houston, 2001, p.31) yaitu:
    a. tidak terdapat agency cost.
    b. tidak ada pajak.
    c. Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama dengan perusahaan
    d. Investor mempunyai informasi yang sama seperti manajemen mengenai prospek perusahaan di masa depan
    e. Tidak ada biaya kebangkrutan
    f. Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi oleh penggunaan dari hutang.
    g. Para investor adalah price-takers.
    h. Jika terjadi kebangkrutan maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value).
    Dengan asumsi-asumsi tersebut, MM mengajukan dua preposisi yang dikenal sebagai preposisi MM tanpa pajak.
    Preposisi I: nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaan yang tidak berhutang. Implikasi dari preposisi I ini adalah struktur modal dari suatu perusahaan tidak relevan, perubahan struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan dan weighted average cost of capital (WACC) perusahaan akan tetap sama tidak dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan memadukan hutang dan modal untuk membiayai perusahaan
    Preposisi II: biaya modal saham akan meningkat apabila perusahaan melakukan atau mencari pinjaman dari pihak luar. Risk of the equity bergantung pada resiko dari operasional perusahaan (business risk) dan tingkat hutang perusahaan (financial risk).
    Brealey, Myers dan Marcus (1999) menyimpulkan dari teori MM tanpa pajak ini yaitu tidak membedakan antara perusahaan berhutang atau pemegang saham berhutang pada saat kondisi tanpa pajak dan pasar yang sempurna. Nilai perusahaan tidak bergantung pada struktur modalnya. Dengan kata lain, manajer keuangan tidak dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan merubah proporsi debt dan equity yang digunakan untuk membiayai perusahaan.

    Teori MM dengan pajak.
    Teori MM tanpa pajak dianggap tidak realistis dan kemudian MM memasukkan faktor pajak ke dalam teorinya. Pajak dibayarkan kepada pemerintah, yang berarti merupakan aliran kas keluar. Hutang bisa digunakan untuk menghemat pajak, karena bunga bisa dipakai sebagai pengurang pajak.
    Dalam teori MM dengan pajak ini terdapat dua preposisi yaitu:
    Preposisi I: nilai dari perusahaan yang berhutang sama dengan nilai dari perusahaan yang tidak berhutang ditambah dengan penghematan pajak karena bunga hutang. Implikasi dari preposisi I ini adalah pembiayaan dengan hutang sangat menguntungkan dan MM menyatakan bahwa struktur modal optimal perusahaan adalah seratus persen hutang.
    Preposisi II: biaya modal saham akan meningkat dengan semakin meningkatnya hutang, tetapi penghematan pajak akan lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai karena kenaikan biaya modal saham. Implikasi dari preposisi II ini adalah penggunaan hutang yang semakin banyak akan meningkatkan biaya modal saham. Menggunakan hutang yang lebih banyak, berarti menggunakan modal yang lebih murah (biaya modal hutang lebih kecil dibandingkan dengan biaya modal saham), sehingga akan menurunkan biaya modal rata-rata tertimbangnya (meski biaya modal saham meningkat). Teori MM tersebut sangat kontroversial. Implikasi teori tersebut adalah perusahaan sebaiknya menggunakan hutang sebanyak-banyaknya. Dalam praktiknya, tidak ada perusahaan yang mempunyai hutang sebesar itu, karena semakin tinggi tingkat hutang suatu perusahaan, akan semakin tinggi juga kemungkinan kebangkrutannya. Inilah yang melatarbelakangi teori MM mengatakan agar perusahaan menggunakan hutang sebanyak-banyaknya, karena MM mengabaikan biaya kebangkrutan.

    4.Jenis-jenis Perusahaan
    Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menghasilkan jasa dan bukan barang atau produk untuk pelanggan.
    Perusahaan Dagang merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli barang dagangan dari pemasok (supplier) kemudian menjual kembali kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan dagang dan jenis produk yang ditawarkan kepada pelanggan.
    Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang kegiatan usahanya adalah membeli bahan baku (input) kemudian mengubahnya menjadi barang yang dijual kepada pelanggan. Berikut contoh nama perusahaan manufaktur dan jenis produk yang ditawarkannya.
    Jenis-jenis Organisasi Perusahaan
    Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh satu orang pemilik. Pemilik umumnya merangkap juga sebagai manajer.
    Contoh perusahaan perorangan adalah usaha kecil atau UKM (Usaha Kecil Menengah) seperti bengkel, binatu (laundry), salon kecantikan, rumah makan, persewaan komputer dan internet.
    Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang modalnya dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk menyelenggarakan usaha dengan nama bersama. Perusahaan persekutuan yang banyak dijumpai dalam dunia bisnis di Indonesia adalah Firma dan CV.
    Perusahaan perseroan (korporasi) adalah perusahaan yang modalnya terdiri atas saham-saham. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan. PT Dynasis adalah salah satu perusahaan jenis ini.
    Pemegang saham dapat perorangan atau perusahaan lain.
    Perseroan dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah sebagai suatu badan hukum yang terpisah dari pemiliknya. Pemegang saham bertanggung jawab terbatas sebesar saham yang dimilikinya.
    Perusahaan perseroan dibedakan menjadi dua yaitu perseroan tertutup (PT) dan perseroan terbuka (PTbk). Perbedaaan kedua perseroan adalah dapat tidaknya saham perusahaan tersebut diperjual-belikan secara umum melalui pasar sekuritas (Bursa Efek)

  40. Anas Abdillah (115101001111018)

    1 Analisis biaya produksi perusahaan dibedakan dalam dua jangka, yaitu :
    a. Biaya Produksi Dalam Jangka Pendek
    Teori Produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
    menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dengan demikian
    dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    b. Biaya Produksi Dalam Jangka Panjang
    Teori produksi menggambarkan tentang hubungan antara tingkat
    produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan
    untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut.
    Dengan demikian dalam analisis faktor-faktor lainnya dianggap tetap.

    2.Model Operasi
    Diasumsikan bahwa semua perusahaan mengikuti pembuatan keputusan
    rasional, dan akan memproduksi pada keluaran maksimalisasi keuntungan. Dalam
    asumsi ini, ada empat kategori dimana keuntungan perusahaan akan
    dipertimbangkan:
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan ekonomi ketika
    average total cost lebih rendah dari setiap produk tambahan pada keluaran
    maksimalisasi keuntungan. Keuntungan ekonomi adalah setara dengan kuantitas
    keluaran dikali dengan perbedaan antara average total cost dan harga.
    Sebuah perusahaan dikatakan membuat sebuah keuntungan normal ketika
    keuntungan ekonominya sama dengan nol. Keadaan ini terjadi ketika average
    total cost setara dengan harga pada keluaran maksimalisasi keuntungan.

    3.BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PANJANG DAN SKALA EKONOMI
    Kurva AC jangka panjang juga berbentuk U. Faktor yang menyebabkan hal itu dinamakan skala ekonomi dan skala tidak ekonomi. Skala ekonomi menyebabkan kurva AC jangka panjang, yaitu kurva LRAC, menurun ke bawah. Yang mewujudkan skala ekonomi tersebut adalah (i) spesialisasi penggunaan faktor produksi,(ii) efisiensi dalam penggunaan bahan mentah dan input lain,(iii) terdapatnya produksi sampingan,(iv) perkembangan usaha lain yang bertalian rapat dengan perusahaan induk. Sebaliknya, skala tidak ekonomi menyebabkan kurva LRAC meningkat ke sebelah kanan. Faktor utama yang menyebabkan skala tidak ekonomi adalah birokrasi organisasi yang semakin rumit dan memperlambat pengambilan keputusan.

    4.beberapa strategi pengendalian biaya produksi dapat menggunakan skenario berikut :
    Pertama, biaya harus dipandang sebagai keuntungan potensial (potential profit), bukan sekedar pengeluaran atau ongkos produksi yang memang harus dikeluarkan. dengan demikian reduksi biaya produksi melalui peningkatan efisiensi akan meningkatkan keuntungan.
    Setelah persepsi tentang biaya produksi diatas berubah, manajemen harus melaksanakan aktivitas produksi bernilai tambah (bukan sekedar mengubah input menjadi output) dengan jalan berproduksi pada biaya produksi yang minimum. Dengan cara ini perusahaan akan meningkatkan daya saing melalui strategi penetapan harga (pricing strategy) yang kompetitif di pasar.
    Keunggulan kompetitif produk dipasar akan meningkatkan pangsa pasar (market share) yang berarti akan meningkatkan penerimaan total (TR) dari penjualan produk itu.
    Strategi reduksi biaya produksi dan penetapan harga produk yang kompetitif dipasar akan meningkatkan keuntungan perusahaan, karena keuntungan perusahaan adalah benefit antara TR dan Total Cost (TC).
    dengan demikian strategi di atas harus dilakukan melalui skenario 1). melaksanakan aktivitas produksi pada tingkat biaya produksi minimum, 2). Menetapkan harga produk yang kompetitif di pasar, 3). memperluas pangsa pasar (market share) melalui keunggulan kompetitif (meningkatkan daya saing terus menerus), 4). memperoleh penerimaan total (TR) yang terus meningkat, 5). memperoleh keuntungan (net benefit) yang terus meningkat, 6). meningkatkan kesejahteraan bagi stakeholders

  41. MISBAKHUL MUSTHOFA (115101001111016)

    1.Analisis mengenai biaya produksi perusahaan perlu dibedakan kepada dua jangka waktu; jangka pendek dan jangka panjang. Dalam bab yang lalu telah diterangkan bahwa jangka pendek adalah jangka waktu dimana perusahaan dapat menambah salah satu faktor produksi yang digunakandalam proses produksi. Dengan perkataan lain, dalam analisis dimisalkan bahwa sebagian darifaktor-faktor produksi yang digunakan dianggap tetap jumlahnya. Sedangkan jangka panjang adalah jangka waktu dimana semua faktor produksi dapat mengalami perubahan, yaitu jumlahnya dapatditambah apabila pertambahan itu memang diperlukan, membahas mengenai sifat-sifat biayaproduksi perusahaan di dalam masing-masing jangka waktu tersebut merupakan pokok persoalanyang akan diuraikan dalam bab ini.Biaya produksi dapat didefinisikan sebagai semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaanuntuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untukmenciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut. Biaya produksi yangdikeluarkan setiap perusahaan dapat dibedakan kepada dua jenis: biaya eksplisit dan biayatersembunyi (imputed cost). Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yangberupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentahyang dibutuhkan. Sedangkan biaya tersembunyi adalah taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktorproduksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri

    2.KONSEP BIAYA

    1. Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.

    2. Total Variable Cost (Biaya Variabel Total) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

    3. Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total variabel. Rumus : TC = TFC + TVC

    4. Average Fixed Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya tetap yang dibedakan kepada setiap unit output. Rumus : AFC = TFC/Q

    5. Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : AVC = TVC/Q

    6. Average Total Cost (Biaya Total Rata-Rata) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : ATC = TC/Q

    7. Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Rumus : MC = ∆TC/∆Q = ∆TVC/∆Q

    3.BIAYA PRODUKSI DALAM JANGKA PANJANG DAN SKALA EKONOMI
    Kurva AC jangka panjang juga berbentuk U. Faktor yang menyebabkan hal itu dinamakan skala ekonomi dan skala tidak ekonomi. Skala ekonomi menyebabkan kurva AC jangka panjang, yaitu kurva LRAC, menurun ke bawah. Yang mewujudkan skala ekonomi tersebut adalah (i) spesialisasi penggunaan faktor produksi,(ii) efisiensi dalam penggunaan bahan mentah dan input lain,(iii) terdapatnya produksi sampingan,(iv) perkembangan usaha lain yang bertalian rapat dengan perusahaan induk. Sebaliknya, skala tidak ekonomi menyebabkan kurva LRAC meningkat ke sebelah kanan. Faktor utama yang menyebabkan skala tidak ekonomi adalah birokrasi organisasi yang semakin rumit dan memperlambat pengambilan keputusan.

    4. Ada tiga jenis perusahaan yaitu perusahaan jasa, dagang dan industri namun ada hal yang membuat bingung khususnya para pemula dalam membedakan bentuk laporan keuangan masing2 jenis perusahaan tersebut. Hal ini terjadi karena dalam definisinya disebutkan dalam akuntansi bahwa ciri perusahaan jasa tidak memiliki persediaan, perusahaan dagang memiliki satu jenis persediaan yaitu barang dagang sedangkan perusahaan industri memiliki 3 jenis persediaan yaitu bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang Jadi. Dan berbagai contoh bentuk laporan keuangan dalam pembahasan dibuat mengikuti ciri2 tersebut.
    Dalam fakta ditemukan penyimpangan, ada perusahaan jasa seperti jasa konstruksi, jasa konveksi dll dalam legalitasnya berlabel perusahaan jasa tapi memiliki ciri perusahaan industri menghasilkan barang hasil proses produksi, dan memiliki persediaan berupa bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi, sedangkan disisi lain ada perusahaan yang berlabel industri tapi tidak memiliki persediaan seperti industri pariwisata, industri perbankan dll.
    Bila kita berbicara dalam area akuntansi tentunya kita akan berpegang pada ciri yang disebutkan dalam akuntansi. Tidak salah bila perusahaan konstruksi atau perusahaan konveksi berlabel perusahaan jasa dilihat dari pendapatan pokoknya berupa jasa namun tidak berarti perlakuan akuntansi sesuai dengan labelnya karena dalam operasionalnya melibat unsur2 yang dimiliki oleh perusahaan industri. Selama perusahaan konstruksi atau konveksi menyimpan persediaan dan memproduksi suatu barang yang bukan merupakan asset miliknya karena disuplay oleh pemberi order, persediaan (bahan baku, barang dalam proses serta banga Jadi) dicatat dalam operasional namun tidak dilaporkan dalam laporan neraca karena barang2 tersebut bukan asset miliknya. Namun bila perusahaan tersebut menyimpan persediaan dengan cara membeli sendiri maka perlakuan pajak sebagai perusahaan Jasa sesuai peraturan yang berlaku sedangkan perlakuan akuntansinya sama dengan perusahaan industri karena persediaan itu merupakan asset miliknya dan harus dilaporkan dalam laporan neraca.
    Disini saya menekankan bahwa secara legalitas perusahaan jasa konstruksi, konveksi adalah sebagai perusahaan jasa namun bentuk laporan keuangannya menyerupai laporan keuangan perusahaan industri. Perbedaan itu terletak pada unsur persediaan yang dimilikinya. Jadi disini dapat kita simpulkan bahwa perbedaan bentuk laporan keuangan perusahaan yang satu dengan perusahaan lain tergantung pada akun yang dimilikinya dan tidak sepenuhnya dapat dibedakan dari jenis perusahaan.
    Dalam akuntansi dituntut pemahaman, bukan hafalan. Karena terdapat hal-hal terkait erat dengan permasalahannya. seperti pengertian “debet” sebagai penambahan dan “kredit” adalah pengurangan. Dalam kenyataan sesungguhnya tidak sepenuhnya begitu karena penambahan pada modal dan hutang bukanlah debit melainkan kredit. Bila anda menghafal debet adalah penambahan dan kredit adalah pengurangan maka anda tidak akan dapat menyelesaikan proses akuntansi

  42. Mas'ud Effendi

    Terima kasih atas catatannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title="" rel=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>